Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Mencari Ameera 2


__ADS_3

"baiklah amel mulai sekarang kita adalah keluarga, dimana ada kakak akan ada Amel bersama kakak." kata Ameera sambil memeluk tubuh kecil Amel.


"kakak tahu amel bahagia sekali, akhirnya amel merasakan memiliki keluarga." ucap Amel dengan mata berkaca - kaca.


keduanya masuk ke dalam rumah, Ameera memperhatikan keadaan di dalam rumah tersebut ada rasa iba melihat anak sekecil amel harus berjuang seorang diri tanpa keluarga sama sekali.


.


.


.


.


****


Kenapa kakak menangis, apa kakak tidak suka tinggal disini?" tanya Amel karena melihat mata Ameera yang berkaca - kaca.


"hei, tentu saja kakak senang sekali tinggal disini, coba bilang pada kakak apa yang membuat kamu berpikir seperti itu?" jawab Ameera menjajarkan tingginya sama dengan Amel.


"karena kakak terlihat sedih tadi Amel lihat kakak seperti akan menangis." kata Amel sambil menatap wajah Ameera.


"kakak bukan sedih sayang, justru kakak bangga sekali bisa bertemu dengan anak sehebat dan sekuat kamu." ucap Ameera dengan tersenyum.

__ADS_1


"benarkah?" gadis kecil itu kembali memastikan.


"tentu saja, mulai sekarang kita akan selalu bersama - sama kakak akan menjadi keluarga kamu, jadi sekarang kakak yang akan melindungi dan menjaga kamu." keduanya kini saling berpelukan menyalurkan kekuatan masing - masing.


.


.


.


***


Sedangkan di kediaman bu Rini orang - orang masih sibuk mecari keberadaan Ameera.


"kira - kira selama Ameera tinggal disini, apa ibu tahu tempat yang sering di datangi Ameera?" tanya Dio sambil menatap bu Rini dengan wajah serius.


"ta.. tapi sejak beberapa hari ini dia tidak keluar rumah sama sekali, bahkan untuk makanan saya yang mengantar untuknya." kata bu Rini kembali.


"maksudnya Ameera sakit atau bagaimana?" Dio kembali bertanya untuk memastikan.


"bukan, sejak dia mengetahui ada beberapa orang yang mengintai rumahnya membuat dia ketakutan Ameera mengira kalau orang - orang itu suruhan suaminya, lalu saya memberikan saran untuk tetap di rumah ataupun membukakan pintu untuk orang yang dikenal dan untuk masalah makan saya sanggup mengantarkan untuk nya.


hanya itu saja yang saya ketahui, ini benar - benar di luar dugaan saya kalau dia akan pergi dari sini bahkan tanpa berpamitan pada saya." bu Rini menjelaskan semua yang dia ketahui selama mengenal Ameera beberapa hari ini.

__ADS_1


Dio yang mendengar semua perkataan bu Rini langsung menatap tajam anak buah Arsen satu persatu, mereka yang di tatap hanya bisa menunduk takut.


"bukan kah aku sudah pernah memperingati untuk jangan menakutinya.? ucap Dio dengan wajah yang sudah merah menahan amarah.


"santai bro, tahan emosi mu kita harus berpikir dengan kepala dingin kemana kira - kira Ameera pergi." ucap Arsen mencoba meredakan emosi Dio.


"bagaimana aku bisa tenang kalau sekarang kita sama sekali tidak tahu kemana perginya Ameera, anak buah mu saja yang tidak becus menjalankan tugasnya." kata Dio menatap tajam Arsen.


"oke... oke, aku minta maaf untuk kelalaian mereka tapi aku janji akan membantumu menemukan ameera secepatnya. aku juga akan menambahkan anak buah ku yang lain untuk mencari keberadaan Ameera.


.


.


.


.


***


Pagi ini Alex sengaja datang ke kantor lebih siang karena tidak ada jadwal pertemuan hari ini. Saat melewati ruang makan matanya menatap ke ruangan belakang tiba - tiba dia kembali teringat dengan Ameera.


kakinya melangkah menuju ke kamar tersebut saat akan membuka pintu kamar tiba - tiba mbok sumi memanggil dirinya.

__ADS_1


"tu..tuan butuh sesuatu?" tanya mbok sumi yang tidak sengaja lewat dan melihat alex di depan pintu kamar Ameera.


"hemm... tidak ada mbok, tolong buatkan saya kopi." jawab alex menutupi rasa gugupnya karena ketahuan mendatangi kamar Ameera.


__ADS_2