Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Laki-laki Pengecut


__ADS_3

Setelah selesai makan malam opa langsung mengajak Kirana untuk duduk di kursi taman agar suasananya lebih santai.


"Ada apa Opa?" tanya Kirana setelah mereka sama-sama duduk di bangku kecuali Dio yang masih berdiri di dekat mereka.


"Apa opa boleh bertemu dengan ibu kamu Kirana?" tanya Opa hardi.


"maksud Opa?" tanya Kirana balik.


"untuk bersilaturahmi saja nak, apa boleh?" pinta opa sekali lagi.


"tentu saja opa, ibu juga pasti senang bisa bertemu dengan orang yang sudah membantu kirana selama ini." jawab Kirana tersenyum.


"Hari sabtu nanti opa akan ke rumah kamu bersama Dio." ucap Opa Hardi sambil sedikit melirik ke arah cucunya.


"silahkan Opa, tapi maaf rumah kirana kecil dan mobil tidak bisa sampai di depan rumah opa." kata kirana.


"Opa tidak pernah memandang orang lain dari status sosial nya nak, kita semua sama saja." jawab Opa Hardi menepuk pelan pundak Kirana.


"baiklah opa." ucap Kirana, yang sama sekali tidak tahu maksud dari tujuan opa Hardi memintanya untuk bertemu dengan ibunya.


"Dio.. antarkan Kirana pulang dengan selamat sampai rumahnya." ucap Opa Hardi pada Dio yang sedari tadi hanya diam mendengarkan keduanya saling berbicara.

__ADS_1


"ayo kira." ajak Dio pada Kirana setelah mendengar perintah opanya.


" Opa Kirana pamit pulang, opa jaga kesehatan ya." pamit kirana lalu mencium punggung tangan opa hardi.


"tentu saja nak, kamu hati-hati ya sering-sering lah mampir kesini agar opa tidak kesepian di rumah." jawab opa Hardi mengelus pucuk kepala kirana dengan lembut.


Kirana pun tersenyum membungkukkan badannya kemudian berjalan ke depan menyusul Dio.


"Mari pak" ucap Kirana setelah duduk di samping Dio.


tanpa berkata apapun Dio langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"jangan terlalu di pikirkan omongan opa tadi." ucap Dio setelah beberapa saat.


"ucapan opa padamu tadi jangan terlalu di pikirkan." kata Dio menjelaskan.


"tidak ada yang salah dengan ucapan opa kok pak, Opa kan hanya mau silahturahmi saja." kata kirana dengan polosnya.


"astaga Kira... jadi kamu tidak tahu maksud ucapan opa tadi?" tanya Dio tidak habis pikir.


"memang nya apa maksud nya pak?" tanya Kirana kembali .

__ADS_1


"sudahlah..capek lama-lama ngomong sama kamu." ucap Dio kemudian.


"Dasar aneh." ucap Kirana pelan namun masih bisa di dengar oleh Dio.


Dio pun menatap kirana dengan tatapan tajam, kirana yang melihatnya hanya bisa tersenyum canggung.


"hehehe..maaf pak." kata Kirana.


Dio hanya diam saja dan fokus mengemudikan mobilnya begitupun dengan kirana yang kini fokus menatap pemandangan malam dari jendela mobil.


"Terimakasih banyak pak karena sudah repot mengantar saya pulang." ucap Kirana sebelum turun dari mobil.


namun bukanya menjawab Dio justru turun lebih dahulu dan berjalan meninggalkan kirana yang masih berada di dalam mobil.


"pak...pak... tunggu pak!!" panggil kirana sambil berlari dari belakang.


"bapak ini kenapa sih selalu saja begini setiap mengantar saya pulang." ucap Kirana kesal karena tingkah atasannya.


" memangnya kenapa?"tanya Dio datar tanpa menoleh ke arah Kirana.


"bapak tidak perlu repot-repot mengantar saya sampai rumah begini pak, ini terlalu berlebihan." ucap Kirana dengan nada yang masih kesal.

__ADS_1


"justru aku harus bertemu ibumu untuk memastikan anak gadisnya pulang dengan baik-baik saja. memangnya aku ini laki-laki pengecut yang hanya berani mengantar jemput anak orang sampai depan gang saja." jawab Dio dengan kalimat yang lumayan panjang.


Kirana Sampai di buat melongo mendengar jawaban dari atasannya tersebut.


__ADS_2