Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Aku Ini Kenapa


__ADS_3

Setelah cukup lama berbincang Dio dan Opanya memutuskan untuk pulang karena sudah jam 8 malam takut mengganggu kirana dan ibunya jika terlalu lama.


"bu kalau begitu saya dan opa pamit pulang dulu." kata Dio pada bu ayu.


"iya nak Dio hati-hati pulangnya ya." jawab bu ayu.


"kami pamit bu, Kirana opa dan Dio pulang dulu ya jangan terlalu di jadikan beban omongan opa tadi." ucap Opa Hardi sebelum benar-benar pergi.


"iya opa kirana mengerti, opa dan pak Dio hati-hati di jalan." jawab Kirana dengan tersenyum, lalu mencium punggung tangan opa Hardi.


Bu ayu menutup pintu rumahnya setelah memastikan Dio dan opanya sudah sampai di tempat mereka memarkirkan mobilnya.


"Menurut kamu bagaimana kira?" tanya bu ayu pada anaknya.


"Entahlah bu, kirana bingung ini di luar dugaan kirana." jawab Kirana dengan lesu.


"sudah jangan cemberut begitu, pikirkan saja dulu matang-matang jangan gegabah mengambil keputusan. Apalagi ibu lihat nak Dio juga baik dan bertanggung jawab orangnya." nasehat Bu ayu pada anaknya.


"iya bu, Kirana akan memikirkan nya baik-baik. kalau begitu Kirana istirahat dulu ya bu." jawab Kirana dengan menganggukkan kepalanya.


.

__ADS_1


.


.


***


"Apa menurut opa ini semua tidak terlalu cepat?" tanya Dio pada Opanya, kini mereka berdua masih dalam perjalanan pulang.


"maksud kamu apanya yang terlalu cepat?" tanya Opa balik.


"iya permintaan opa tadi pada kirana dan ibunya." jawab Dio.


"oh itu.. lebih cepat lebih baik Dio, Opa tidak mau kalau gadis sebaik kirana diambil orang. Opa sudah sangat yakin dengan dia untuk menjadikan pendamping untuk kamu." ucap Opa tanpa ragu.


"tapi opa lihat beberapa hari ini kamu tidak menolak apapun yang berhubungan dengan Kirana." kata Opa hardi melirik ke arah cucunya.


"itu perasaan opa saja." jawab Dio mencoba menormalkan ekspresi wajahnya.


"tapi opa melihatnya tidak seperti itu." balas opa hardi sengaja menggoda Cucunya.


"ck.. Opa jangan mulai berbicara yang tidak-tidak." kata Dio mengelak.

__ADS_1


"hhahahha.. kalau memang kamu tertarik kenapa harus menutupinya segala. diambil orang saja nanti baru menyesal." ejek Opa hardi.


Dio yang di goda oleh opanya memilih diam dari pada menjawab karena opanya akan semakin gencar mencari bahan lain untuk menggoda Dirinya.


Sampai di rumah baik Dio maupun Opa hardi mereka langsung masuk ke kamarnya masing-masing.


"hahhh... akhirnya bisa bertemu kasur juga." kata Dio setelah menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur.


Dio berbaring di tempat tidur sambil menatap langit-langit kamarnya.


"kenapa aku jadi memikirkan kirana lagi."kata Dio pada dirinya sendiri. dia mencoba untuk memejamkan matanya berharap bisa segera tidur dan menghilangkan bayangan Kirana namun tetap saja tidak bisa. bahkan Dio sudah berguling kesana kemari berganti posisi tetap juga tidak bisa tidur.


.


.


Begitu juga dengan kirana, tidak jauh berbeda dengan Dio dia juga sulit sekali untuk memejamkan matanya apalagi mengingat permintaan opa hardi yang memintanya untuk menjadi pendamping Dio.


Apa mungkin Dio seorang bos kaya raya mau menerima dirinya yang hanya orang biasa-biasa saja.


Tapi mengingat tadi dia sempat beberapa kali memergoki Dio mencuri pandang terhadap Dirinya.

__ADS_1


"astaga... aku ini kenapa?" tanya kirana pada dirinya sambil menepuk kedua pipinya sendiri.


__ADS_2