Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Perdebatan Alex dan Dio


__ADS_3

"aku tidak ada maksud jahat padamu meera aku tulus mau membantu mu, kamu sudah aku anggap adikku sendiri. Sekarang ini aku sedang menyelidiki kasus kecelakaan itu saat semua bukti - bukti yang menyatakan kamu tidak bersalah saat itu juga aku akan membawamu pergi Ameera." kata Dio meyakinkan Ameera kembali.


"terima kasih kak Ameera bersyukur bisa mengenal kakak, tapi untuk pergi dari sini meera rasa tidak perlu kak Ameera tidak apa - apa." ucap Ameera tidak mau menyusahkan Dio kedepannya.


"he.. aku serius dengan ucapan ku, bukankah kamu sudah menganggap aku ini kakakmu sendiri." tanya Dio.


"biarkan meera bertahan kak, sampai nanti Ameera tidak sanggup lagi meera akan mundur kak." jawab Ameera dengan tersenyum.


"baiklah kakak hargai keputusanmu, kalau ada apa - apa kamu butuh bantuan jangan sungkan hubungi kakak." kata Dio dengan tegas.


" baik ka, sekali lagi terima kasih banyak kak." ucap Ameera, bahkan dia sudah meneteskan air mata karena terharu dengan perlakuan Dio.


.


.


.

__ADS_1


Setelah memastikan Ameera benar - benar sampai di depan tempat kerjanya, Dio mengemudikan mobilnya ke kantor alex. Sepanjang perjalanan Dio benar - benar memikirkan langkah apa yang akan dia ambil kedepannya, tinggal seminggu waktu yang tersisa sesuai kesepakatan antara dia dan alex.


TING..


Alex menoleh ke samping melihat ponsel miliknya ternyata Arsen mengirimi dirinya pesan singkat, namun karena masih di jalan Dio akan membukanya begitu sampai di kantor.


Sesampainya di ruangan nya Dio dikejutkan dengan keberadaan alex di kursi miliknya.


"Lex.. kamu mengagetkan saja, ada apa?" ucap Dio, sambil menormalkan ekspresi nya.


"apa begini kerja seorang asisten CEO?" tanya Alex menatap tajam Dio.


"Ck.. bukan itu saja, kamu harus bisa mencontohkan yang baik untuk karyawan lain bukan seenaknya begini. kita memang saudara Di, tapi di kantor aku tetap atasanmu. ingat itu." tegas Alex, tidak terima alasan Dio.


"iya aku tahu, lagi pula baru kali ini aku datang terlambat.


Jangan menasehati ku kalau kamu sendiri juga berbuat semaunu sendiri." jawab Dio dengan malas.

__ADS_1


"aku lihat - lihat semenjak kamu dekat dengan wanita itu, pemikiran mu dan aku bertentangan." kata Alex menahan emosi.


"tidak perlu melibatkan orang lain dalam hal ini lex, dari dulu aku memang begini justru kamu yang berubah menjadi kejam dan tidak berperasaan." balas Dio santai.


" otak mu benar - benar sudah di pengaruhi wanita licik itu. dia pasti menjual cerita sedih untuk menjeratmu." kata Alex dengan angkuh.


"pikiranmu terlalu picik." ucap Dio tidak terima.


"itu kenyataannya, kamu bisa mencari wanita yang jauh lebih terhormat Di, bukan wanita pembunuh seperti dirinya. aku rasa kamu juga tidak akan mau wanita bekasku bukan?" kata Alex dengan senyum liciknya.


BUGHH...BUGHH.. BUGH...


"Jangan bilang kalau kamu sudah..." ucap Dio menggantung.


"kalau iya kenapa? meskipun aku tidak menginginkan tapi status nya adalah istriku, jadi tidak ada yang salah bukan." kata Alex sambil memegang ujung bibirnya yang terluka.


"BRENGSEKK.. kamu benar - benar brengsek lex, kalau kamu tidak menginginkannya kamu tidak perlu menghancurkan hidupnya. Apa belum puas kamu menyiksanya selama ini hah?" teriak Dio tepat di depan wajah alex.

__ADS_1


"aku tidak akan pernah puas sebelum melihat dia menderita benar - benar MENDERITA, bahkan aku akan membuat hidup nya hacur sampai dia memohon kematiannya sendiri." jawab Alex, lalu berjalan meninggalkan ruangan Dio.


"dan aku pastikan sebelum itu terjadi aku akan membuatmu menyesal." kata Dio sebelum alex benar - benar keluar dari ruangannya.


__ADS_2