Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Penyesalan Harsana


__ADS_3

"Apa sekarang bapak senang?" tanya bik Jum dengan air mata yang masih menetes..


"tidak bik.. sungguh saya benar - benar menyesal." lirih Harsana.


"boleh bibik bertanya pada bapak?" ucap bik Jum dan di jawab anggukan oleh Harsana.


"Apa non Ameera pernah meminta sesuatu pada bapak?" tahu bik Jum menahan isak tangisnya, lagi - lagi Harsana tidak mampu menjawab dia hanya menggeleng kan kepalanya.


"Yang perlu bapak ketahui non Ameera hanya ingin merasa Pelukan anda pak, tidak ada hal lain yang dia inginkan hanya itu saja pak, tapi sayangnya dia tidak berani mengungkapkan keinginannya. Apa anda masih ingat saat dia meminta bapak untuk datang menjadi walinya di sekolah dan anda menolak nya dengan terang - terangan? anda telah menggoreskan luka yang begitu dalam di hatinya pak hiks .. hiks. maaf kalau bibik lancang pak, saya pernah mengajak non Ameera pergi dari rumah ini karena saya tidak sanggup melihat dia menderita sedari kecil, tapi non Ameera menolak hanya karena dia tidak ingin jauh dari Bapak satu - satunya keluarga yang dia punya ." Bik jum diam sejenak.


"mohon maaf pak bibik tidak sanggup melanjutkannya, hati saya sakit pak mengingat tentang non Ameera hiks .. hiks ..


tapi saya berjanji saya akan memberitahu anda sebuah rahasia yang mungkin bisa membuat anda merasakan penyesalan yang lebih dalam pak. sekali lagi maafkan saya pak, saya permisi." bik Jum langsung berlari keluar dari ruangan Harsana.


Tubuh Harsana ambruk seketika, dia menangis menepuk dadanya rasanya sangat sesak sekali, Entah sudah berapa kali dirinya menangis. Dia Marah dan kecewa pada dirinya sendiri. Ayah Ameera membanting barang - barang yang ada di ruangannya untuk meluapkan emosi yang ada dalam dirinya.

__ADS_1


"AKHHH.... Aku benar-benar ayah yang gagal, aku ayah yang tidak berguna." Harsana berteriak, menjambak rambutnya kasar Menikmati penyesalan dalam hidupnya, tiba - tiba dia teringat teman sejak kuliah dulu.


tut ..tut...


"Halo.. ada angin apa sampai seorang Harsa menelpon ku?" kata orang di sebrang telepon.


"Aku butuh bantuan mu kris" jawab Harsana tanpa basa - basi.


"tunggu... tunggu, sekian lama kita tidak berkabar tiba - tiba kamu menghubungi ku dan meminta bantuan padaku?" tanya Krisan, dia adalah sahabat Harsana dari jaman kuliah dulu namun karena kesibukan masing - masing dan keduanya juga sudah berkeluarga membuat mereka jarang berkomunikasi lagi.


" Kita harus bertemu Har, besok kita bertemu di taman dekat danau aku ingin mendengar langsung apa yang sudah terjadi padamu." kata Kris kemudian.


.


.

__ADS_1


.


***


"sen.. sudah 3 bulan Ameera pergi, dan kamu belum juga memberikan kabar apapun padaku." Kata Dio yang saat ini sedang menghampiri Arsen di rumahnya.


"ck .. apa kamu tidak lihat aku habis kecelakaan dan baru saja pulih." jawab Arsen memutar bola matanya malas.


"lalu anak - anak buah mu itu makan gaji buta?" tanya Dio yang sudah kesal melihat Arsen.


"Tenangkan dirimu bro.. aku yakin Ameera akan baik - baik saja di luaran sana dia wanita yang kuat dan kamu tahu itu kan." Arsen mencoba menenangkan Dio yang mulai terpancing emosi.


"Justru itu yang aku khawatirkan sen aku takut dia bertemu orang jahat di luaran sana apalagi keadaanya sedang mengandung." Jawab Dio mengatakan kekhawatirannya.


"Kita berdoa saja semoga dia baik - baik saja dimana pun dia berada, selagi kita terus berusaha mencari keberadaanya." ucap Arsen sambil menepuk lengan Dio.

__ADS_1


"Aku juga begitu." lirih Dio memejamkan matanya.


__ADS_2