
Pagi ini Alex sengaja datang ke kantor lebih siang karena tidak ada jadwal pertemuan hari ini. Saat melewati ruang makan matanya menatap ke ruangan belakang tiba - tiba dia kembali teringat dengan Ameera.
kakinya melangkah menuju ke kamar tersebut saat akan membuka pintu kamar tiba - tiba mbok sumi memanggil dirinya.
"tu..tuan butuh sesuatu?" tanya mbok sumi yang tidak sengaja lewat dan melihat alex di depan pintu kamar Ameera.
"hemm... tidak ada mbok, tolong buatkan saya kopi." jawab alex menutupi rasa gugupnya karena ketahuan mendatangi kamar Ameera.
.
.
.
.
***
Dimeja makan alex duduk menatap ke segala arah yang biasa ameera lewati, ada perasaan aneh dalam hatinya tapi dia sendiri tidak tahu apa.
"tuan.. silahkan kopinya." ucap mbok sumi meletakkan secangkir kopi di depan alex.
__ADS_1
"eh.. iya mbok terima kasih." Alex kaget tiba - tiba mbok sumi sudah berada di hadapannya.
"tunggu mbok.. kenapa rasa kopinya berbeda?" panggil alex pada mbok sumi saat merasakan rasa kopi yang asing di lidahnya.
"em.. anu tuan biasanya yang membuat kopi neng ameera." ucap mbok Sumi dengan kepala menunduk.
karena memastikan tidak ada yang di tanyakan lagi mbok Sumi kembali melanjutkan pekerjaannya.
Alex tidak jadi meminum kopi tersebut yang di lakukan saat ini hanya memandangi kopi di hadapannya. setelah cukup lama berdiam diri akhirnya dia memutuskan untuk berangkat ke kantor. namun lagi - lagi saat matanya tidak sengaja melihat taman bayangan tentang Ameera kembali berputar di kepalanya.
"haissttt... lama - lama aku bisa gila jika begini, aku harus secepatnya menemukan Ameera dan meminta maaf padanya." ucap Alex tanpa sadar untuk pertama kalinya dia menyebut nama istrinya. alex mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang seperti kemarin di sepanjang jalan matanya tidak lepas menengok ke kanan kiri memastikan siapa tahu dia melihat Ameera di jalan.
Sesampainya Alex di kantor dia segera menuju ke ruangannya mengabaikan sapaan para karyawannya.
tut...tut...tut..
"keruangan ku sekarang Di!" ucap alex begitu Dio mengangkat teleponnya.
"tidak bisa, aku sedang berada di luar kota." jawab Dio yang sebenarnya malas mengangkat panggilan dari Alex.
"bagus sekali, apa kamu berniat membalas ku dengan pergi ke luar kota." Alex geram sekali dengan kelakuan Dio akhir - akhir ini.
__ADS_1
"lalu apa masalahmu, apa kamu ingin memecat ku? silahkan dengan senang hati aku akan mengundurkan diri." tantang Dio dengan berani.
"maksud mu apa hah!! harusnya aku yang marah bukan dirimu." kata alex tidak kalah sengitnya.
"Dengarkan aku baik - baik tuan Alex yang arogan, disini aku
sedang berusaha mencari istri anda. Istri yang anda sia - siakan selama ini tuan Alex." ucap Dio dengan penuh penekanan.
"kamu pikir aku tidak berusaha mencarinya, jangan seolah - olah kamu paling peduli dengan dia. Ingat batasan mu Di dia masih berstatus istriku." balas Alex tidak terima.
"hahaha ... apa aku tidak salah dengar sejak kapan kamu menganggap Ameera sebagai istrimu. bahkan istrimu pergi membawa bagian dalam dirimu." setelah mengatakan itu Dio memutuskan panggilan tersebut.
"sialan si Dio beraninya dia. lalu apa maksud ucapannya di akhir tadi." maki Alex menatap handphone nya.
ttuuuuutttt...
Saat alex mencoba menghubungi Dio lagi nomornya sudah tidak tersambung.
"HAAH... benar - benar bisa pecah kepalaku kalau begini,
apa Dio tahu sesuatu yang tidak aku ketahui." kata Alex pada dirinya sendiri dengan posisi kepala disandarkan ke kursi.
__ADS_1
Karena tidak fokus bekerja akhirnya alex memutuskan untuk kembali ke rumah, dia akan mencari tahu sendiri semuanya.
tujuannya saat ini adalah kamar Ameera berharap dirinya menemukan sesuatu disana.