Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Janji Alex


__ADS_3

"apa menurut papa membebaskan Risa dari penjara itu tidak penting hah?" teriak nisa tidak mau kalah.


"lalu sekarang mana kenyataanya? anak mu tidak bisa bebas yang ada uang itu habis tidak tersisa sama sekali." ucap Harsana penuh penekanan.


Brakk...


Harsana membanting pintu dan langsung pergi meninggalkan istrinya.


"Aaakkhh.. kenapa jadi seperti ini." teriak Harsana sambil meremas kasar rambutnya.


Setelah perdebatannya dengan sang istri, Harsana memutuskan untuk pergi menenangkan diri ke danau.


Matanya memandang lurus kedepan, tatapannya kosong.


"Apa ini balasan atas pembuatan ku selama ini?" lirih Harsana menundukkan kepalanya.


"Ameera apa kabar sekarang, apa dia baik-baik saja di luaran sana?" tanya Harsana pada dirinya sendiri.


"Aku sudah tidak memiliki apapun saat ini, bahkan untuk mencari keberadaan putriku saja aku tidak bisa aku tidak memiliki kekuasaan apapun sekarang." kata Harsana pada dirinya sendiri.

__ADS_1


.


.


Tidak berbeda jauh dengan Harsana saat ini Nisa juga sedang mengamuk di rumahnya dia tidak terima di salahkan oleh suaminya, dia juga sudah bosan hidup miskin seperti sekarang.


"aku sudah tidak sanggup hidup begini terus-menerus. aku menikahi laki-laki itu demi hartanya saja kalau sekarang dia sudah miskin untuk apalagi aku bertahan." ucap Nisa dengan kesal.


"Bodoh.. harusnya dulu aku langsung merebut saja hartanya tanpa berlama-lama hidup dengannya." kesal Nisa pada dirinya sendiri.


Brakk...


Prankk..


.


.


.

__ADS_1


***


"m..mas Alex.." panggil Ameera.


"iya Ra, ada yang ingin kamu tanyakan?" jawab Alex yang saat ini sedang bermain dengan putrinya di atas karpet.


"bukankah kemarin kamu berjanji ingin mengajak Meera melihat papa." kata ameera pelan.


"Iya Ra, aku tidak lupa kok nanti agak siangan sekalian aku ke kantor untuk tanda tangan." kata Alex menoleh ke arah istrinya.


"tapi kalau kamu sibuk lain kali saja mas, Ameera tidak apa-apa dari pada nanti mas Alex kerepotan." ucap Ameera sungkan.


"kenapa bicara seperti itu, tentu saja aku tidak keberatan Ra hari ini jadwalku tidak banyak hanya tanda tangan beberapa berkas saja jadi sekalian saja nanti habis dari tempat papamu kita mampir sebentar ke kantor." kata Alex menggendong Alea kemudian duduk di samping istrinya.


"nanti Meera dan Alea pulang naik taksi dulu saja mas, Ameera takut mempermalukan mas Alex kalau ikut kantor." kata Ameera dengan menunduk.


"hei.. aku tidak malu sama sekali Ra, justru aku mau memperkenalkan kamu dan Alea di hadapan semua karyawan ku supaya mereka semua tahu kalau kamu dan Alea adalah keluarga ku." ucap Alex kini menggenggam tangan Ameera.


"te.. terimakasih mas." Ameera melepaskan tangannya dari genggaman Alex.

__ADS_1


"maaf Ra, aku tidak bermaksud apa-apa aku hanya meyakinkan kamu saja kalau apa yang kamu takutkan tidak akan terjadi. Tolong Mulai hari ini percaya padaku Ra aku tidak akan mengecewakanmu atau pun menyakiti mu kedua kalinya." Alex meyakinkan Ameera.


"Pegang kata-kata ku Ra, sekarang tujuan hidupku adalah kamu dan anak kita." Ucap Alex lagi.


__ADS_2