Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Terimakasih Semuanya


__ADS_3

Sebulan berlalu sesuai perkataan papa Dirga saat itu, kini dirinya beserta sang istri sudah kembali ke kotanya, Apalagi mama Mila yang sangat tidak sabar untuk selalu bertemu dengan cucu laki-lakinya.


"Alex senang, sekarang kita bisa berkumpul bersama seperti sekarang ini." kata Alex, saat melihat seluruh keluarga nya berkumpul bersama.


" iya benar kata mas Alex, karena harta yang paling berharga adalah keluarga." ucap ameera.


" asal kamu tahu lex, papa sampai lembur siang malam supaya bisa cepat-cepat kembali kesini karena mama kamu terus saja mencecar papa." kata papa Dirga melirik ke arah istrinya.


" ih papa ini, mama itu tidak bisa jauh-jauh dari cucu-cucu mama. Apalagi baby Arka dia benar-benar mengingatkan mama dengan Alex kecil dulu." kata mama Mila dengan mengerucutkan bibirnya.


" mama benar Arka memang duplikat mas Alex versi mungil, Ameera tidak kebagian apapun ma." sambung ameera menyetujui perkataan mertuanya.


sontak semua orang yang ada di sana tertawa mendengar perkataan ameera, meskipun suasana di rumah itu ramai tidak membuat baby Arka yang sedang tidur di pangkuan mama Mila terganggu sama sekali.


Bahkan dalam sehari mama Mila bisa datang ke rumah ameera hingga 4 sampai 5 kali hanya untuk bermain dengan Alea atau baby Arka, tidak jarang saat hari sabtu atau Minggu mama Mila mengajak suaminya untuk menginap di rumah Alex dan ameera.


Begitu juga Amel yang sering menginap di sana atas permintaan Alea yang tidak mau jauh dari Amel, Amel juga begitu sabar menemani Alea bermain berbagai jenis mainan miliknya.

__ADS_1


Sedangkan papa Harsana akan berkunjung ke rumah Anaknya saat akhir pekan, agar dirinya bisa pergi bersama Alvaro. Seminggu setelah kelahiran baby Arka, Alvaro juga sudah tinggal bersama papanya lagi, mereka tinggal berdua dengan bik nana yang masih datang pagi hari dan pulang sore hari.


Dua hari yang lalu Alvaro mendapatkan kabar kalau kakaknya Risa meninggal dunia, meskipun tidak pernah dekat dengan Risa tapi sebagai adik Alvaro tetap datang ke pemakaman kakaknya. Dia datang seorang diri karena Alvaro takut kalau papanya akan bertemu dengan mamanya nanti.


Namun ternyata dugaan Alvaro salah, bahkan di hari pemakaman Risa mamanya tidak terlihat sama sekali.


Ternyata Nisa mengalami gangguan kejiwaan, sering kali Nisa tertawa dan berteriak memaki setiap orang yang di temui nya. Alvaro sudah mengikhlaskan semuanya. Dia hanya bisa berdoa semoga mamanya bisa sembuh dan berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi.


Baik ameera maupun papa Harsana sudah melupakan dan memaafkan kesalahan Risa dan Nisa, Ameera hanya ingin hidup dengan damai dengan keluarganya tanpa menyimpan dendam apapun.


"mamaa..." panggil Alea dari arah luar bersama amel di belakang nya.


"sudah ma, Alea dan kakak Amel sudah capek." jawab alea yang kini duduk di pangkuan papanya.


"terimakasih ya mel, sudah membantu kakak dengan menemani alea bermain." ucap ameera pada Amel.


"sama-sama kak, Amel juga senang kak. Bukankah dulu amel sudah berjanji akan selalu menjaga adik alea." jawab amel dengan tulus.

__ADS_1


Ameera pun tersenyum dan mengusap lembut pucuk kepala Amel.


Begitu juga dengan Alvaro yang melihat Amel dengan tersenyum.


" Terimakasih ya semuanya, sekarang ameera benar-benar bahagia bisa merasakan memiliki keluarga yang lengkap dan saling menyayangi." ucap ameera dengan mata berkaca-kaca.


"Maafkan papa ya nak." kata papa Harsana yang paham dengan perasaan anaknya saat ini.


Ameera pun mengangguk dan tersenyum di pelukan suaminya.


" semoga keluarga kita selalu di berikan kebahagiaan ya, tidak ada lagi air mata kesedihan yang ada hanya air mata kebahagiaan." kata mama Mila pada mereka semuanya.


.


.


...~END~...

__ADS_1


...Terimakasih semuanya sudah membaca karya Author sejauh ini, doakan mudah-mudahan author khilaf untuk membuat extra part di bab selanjutnya....


......😊......


__ADS_2