
Sampai lah keduanya di dekat rumah Kirana, saat akan membuka pintu tangan Kirana di pegang oleh Dio.
"ada apa pak?" tanya kirana melihat ke arah tangannya yang di pegang oleh Dio.
"ingat mulai besok kamu tidak boleh memanggilku pak ataupun berbicara formal lagi padaku." kata Dio.
Kirana hanya mengangguk sebagai jawabannya, lalu keduanya turun dari mobil.
"ayo kira." panggil Dio sebelum berjalan ke arah rumah Kirana.
"tumben sekali bapak menunggu saya, biasa nya juga langsung berjalan lebih dulu." kata Kirana.
"sekarang sudah beda, sudah kamu tidak usah banyak tanya." jawab Dio, lalu menggandeng tangan kirana.
Kirana hanya diam saja tanpa berkomentar, setelah sampai di depan rumah Dio langsung mengetuk pintu.
tok ..tok...
"kalian sudah pulang?" ucap Bu ayu, setelah membuka pintu.
"iya bu, maaf karena membawa kirana sampai larut malam begini." jawab Dio dengan sopan.
__ADS_1
"tidak apa-apa nak, yang penting jelas kemana perginya dan pamit pada ibu." kata bu ayu.
"kalau begitu saya langsung pamit pulang ya bu, sudah malam tidak enak di lihat tetangga." pamit Dio pada bu ayu.
"iya nak, hati-hati di jalan nak Dio." jawab bu ayu.
Dio membalas dengan senyuman, kemudian dia beralihlah kepada kirana.
"kira.. aku pulang dulu, ingat ucapan ku di mobil tadi, dan besok pagi aku jemput ke kantor dan kamu sudah harus mendapatkan panggilan yang tepat." kata Dio, setelah itu dia berjalan menuju ke tempat mobilnya terparkir tanpa menunggu jawaban dari Kirana.
Kirana pun melihat Dio berjalan yang sudah semakin menjauh.
"ayo masuk kir, udara malam tidak baik untuk kamu." kata Bu ayu, membuyarkan fokus kirana.
"memangnya maksud ucapan nak Dio tadi apa kir?" tanya Bu ayu penasaran.
"emm.. itu bu kirana sudah memberikan jawaban untuk pak Dio, kirana memutuskan untuk menerima lamaran opa Hardi tempo hari." jawab Kirana jujur pada ibunya.
"apa kamu sudah yakin dengan pilihan kamu nak? karena apapun yang kamu pilih ibu hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk kamu." ucap Bu ayu pada anaknya.
"iya bu, Kirana sudah memikirkannya matang-matang dan juga dengan banyak pertimbangan." jawab kirana dengan yakin.
__ADS_1
"baiklah.. ibu hanya bisa mendukung apapun itu, sekarang lebih baik kamu istirahat karena besok kamu harus kembali bekerja." kata Bu ayu.
.
.
Sedangkan di rumah milik Alex dan ameera, kedua orang tua Alex dan juga papanya Ameera masih berada disana.
"mama dan papa menginap saja Disini, lagi pula ini sudah malam." kata Ameera pada mertuanya.
"kamu lupa ya Ra, rumah kamu dan mama ini tidak sampai setengah jam." ucap mama Mila tersenyum pada menantunya.
"iya tapi kan ini sudah larut malam." kata ameera lagi.
"tidak apa-apa nak, lagi pula kita membawa supir jadi tidak Masalah. bukannya papa dan mama menolak tidur disini tapi besok papa harus pergi ke luar kota dan kami belum beres-beres sama sekali." ucap Papa Dirga memberikan pengertian untuk ameera.
"memangnya mama ikut?" tanya Alex ikut menimpali.
"tentu saja, dimana ada papa harus ada mamamu." jawab papa Dirga.
"ck.. dasar tidak ingat umur." Alex memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"memangnya masalah untuk kamu?" tanya papa Dirga tak mau kalah.
"sudah-sudah, tidak anak tidak bapak nya sama saja. Ameera mama dan papa pulang dulu ya semoga kamu betah di rumah kalian ini. dan kamu Alex Jaga cucu dan menantu mama kalau sampai kamu macam-macam dengan mereka awas saja mama akan maju paling depan." mata mama Mila kepada alex dan ameera.