
Acara berjalan dengan lancar, setelah pembagian amplop untuk anak-anak yatim, kini tinggal keluarga inti saja yang masih disana.
"kamu tunggu disini sebentar ya sayang, mas mau ke depan dulu menjemput tamu spesial yang mas tunggu tadi." kata Alex pada istrinya.
"maksud mas Alex siapa tamu spesial? perempuan mas?" tanya Ameera, wajahnya sudah berubah masam.
"nanti kamu juga tahu, tunggu sebentar ya." jawab Alex, Yang langsung pergi ke luar meninggalkan istrinya.
.
.
"akhirnya papa sampai juga, alex kira papa tidak jadi datang." kata Alex saat melihat mertuanya sudah di depan rumah.
"maaf ya Lex tadi ada sedikit masalah sebelum kesini, jadi papa telat datangnya." jawab Harsana yang merasa tidak enak pada menantunya.
"ayo pa masuk, pasti Ameera senang sekali melihat papa datang." ajak Alex pada Mertuanya.
__ADS_1
Begitu masuk Alex melihat wajah istrinya yang terlihat murung, dia pun menghampiri Ameera dan memeluknya dari samping.
"kamu sudah siap bertemu tamu spesialnya mas sayang?" tanya Alex pada istrinya. namun Ameera tidak menjawab karena dia sudah berpikir yang tidak-tidak, apa suaminya membawa wanita lain atau apa kenapa seolah tamu itu penting sekali untuk suaminya.
"mas panggil sekarang ya sayang?" tanya Alex dengan tersenyum, karena melihat Istrinya seperti orang cemburu itu berarti Ameera benar-benar sudah menerima dirinya.
"silahkan masuk."panggil Alex.
setelah itu Harsana masuk dan berjalan ke arah ameera yang masih menunduk tanpa berniat melihat siapa yang datang.
"Ameera.. anak papa." panggil Harsana begitu sampai di depan Ameera.
Ameera hanya mengenal suara tersebut langsung mengangkat kepalanya dan melihat papanya berdiri di hadapannya dengan tersenyum hangat pada Dirinya.
"papa... ini benar papa?" kata Ameera langsung maju memeluk papanya dengan erat.
"iya ini papa nak, maaf ya papa telat datangnya." jawab Harsana dengan membalas pelukan Ameera.
__ADS_1
"tidak apa-apa pa, Ameera sudah senang sekali melihat papa disini. Meera pikir papa tidak akan kesini karena dilarang istri papa." kata ameera, menangis terharu.
"tidak ada yang bisa melarang papa untuk bertemu dengan anak papa ini. sudah jangan menangis ini kan hari bahagia untuk kamu dan Alex." ucap Harsana, lalu mencium kening anaknya dengan penuh kasih sayang.
Seolah meluapkan rasa sayangnya kepada Ameera karena selama ini dia selalu mengabaikan anak kandungnya sendiri.
"Terimakasih pa, ayo ikut Ameera pasti papa juga ingin ketemu cucu papa kan." kata Ameera melepas pelukannya.
"tentu saja nak, tapi tunggu sebentar ya papa menyapa kedua mertua kamu dulu." Jawab Harsana, kemudian dia menghampiri papa Dirga dan mama mila.
"Pak Dirga.. Bu Mila terimakasih karena kalian sudah menerima putri saya dengan tulus dan menyayanginya seperti anak kandung kalian sendiri." kata Harsana ada kedua besannya.
"sama-sama pak harsa, ameera anak yang baik jadi tidak ada alasan untuk kami tidak menyayanginya." jawab papa dirga, menepuk pundak besannya.
"saya benar-benar malu pada kalian, saya yang ayah kandungnya saja sering menyakitinya." kata Harsana dengan kepala tertunduk.
"lupakan masa lalu pak, sekarang kita mulai lembaran baru lagi, setiap orang pantas mendapatkan kesempatan kedua dan berubah menjadi lebih baik lagi jadi tidak perlu menengok ke belakang." kata mama Mila dengan tersenyum, karena dia juga menyadari anaknya dulu juga sama saja tidak lebih baik dari harsana.
__ADS_1