Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Fakta Menyakitkan


__ADS_3

Prank..


Prank.


Harsana melampiaskan semua emosinya dengan membanting barang - barang yang ada di ruangan tersebut.


"Aaaaakh... Apa yang harus aku lakukan sekarang?" teriak Harsana pada dirinya sendiri.


Saat matanya tidak sengaja melihat foto dirinya bersama ibu Ameera, tiba - tiba semua kenangan yang pernah dia lalui bersama ibunya Ameera bermunculan.


Segala kenangan mulai dari bagaimana awal mula cerita kalian tentang rumah ini, kenangan kebersamaan keduanya di awal kehamilan yang sangat mereka nanti, ingatan dimana Harsana menuruti ngidam sang istri


Tes...


Lagi - lagi Air matanya menetes mengingat semuanya, hatinya seperti di remas - remas saat ini. Sekarang saat semua hancur dia baru menyadari semuanya betapa berharganya sang anak.


"Maafkan papa nak, maafkan aku." lirih Harsana hang yang sudah tidak mampu menahan tangisnya.


"Aakkhh bodoh.. bodoh.. bodoh bagaimana mungkin aku menyianyiakan anak kandungku sendiri dan membahagiakan anak orang lain. Bahkan yang lebih bodohnya lagi aku mengorbankan putri kecilku demi Anak orang lain hiks .. hiks.." Harsana mengepalkan yg tangannya memukul tembok di depannya.

__ADS_1


"Aku harus menemui Alex, aku harus mencari tahu keberadaan Ameera." ucap Alex setelah sekian lama menyalahkan dirinya sendiri.


Tidak menunggu lama Harsana benar - benat pergi ke rumah Alex, dia tidak bisa mengulur waktu terlalu lama lagi.


tok... tok...


"Maaf tuan mencari siapa ya?" tanya mbok Sumi setelah membukakan pintu.


"Saya ingin bertemu dengan Alex." jawab Harsana sambil mengedarkan pandangannya ke dalam rumah.


"mohon maaf, tuan Alex belum pulang biasanya tuan Alex akan kembali pada malam hari." kara mbok sumi menjelaskan.


"oh.. baiklah, silahkan duduk dulu saya buatkan minum." mbok sumi mempersilahkan Harsana untuk duduk.


Tidak berselang lama mbok sumi kembali dengan secangkir teh hangat.


"Silahkan tuan tehnya, saya pamit kebelakang dulu kalau anda butuh apa - apa silahkan panggil saya saja." kata mbok sumi setelah meletakkan teh atas meja.


"Terima kasih banyak, Tapi sebelumnya apa saya boleh bertanya." kata Harsana ingin memastikan kecemasannya.

__ADS_1


"Silahkan tuan." ucap mbok sumi sambil membungkuk.


" sebelumnya saya berbicara dengan siapa maaf?" tanya Harsana memastikan terlebih dahulu.


"anda bisa memanggil saya mbok sumi tuan." jawab mbok Sumi dengan tersenyum.


"baiklah mbok, apa mbok sumi mengenal Ameera?" tanya Harsana dan dijawab anggukan oleh mbok Sumi.


"Apa selama disini Ameera baik - baik saja mbok?" tanya Harsana dengan ragu ingin memastikan ucapan Alex beberapa bulan lalu.


"tuan ini siapanya neng Ameera?" tanya mbok Sumi sebelum menjawab pertanyaan Harsana tadi.


"sa.. saya ayahnya mbok." lirih Harsana dengan suara yang pelan namun mbok Sumi masih bisa mendengar.


"Apa anda tahu tuan kalau neng Ameera tidak pernah di perlakukan dengan baik oleh suaminya, apa anda tahu tuan kalau selama disini neng Ameera tidak di beri makan oleh suaminya sedangkan untuk mengganjal rasa laparnya dia meminum air dari kran, apa anda juga tahu kalau neng Meera harus bekerja sampai malam hanya agar bisa mengisi perutnya hiks... hiks... apa anda juga tahu kalau tubuh ringkih nya sering menjadi sasaran suaminya hikss... hikss...


APA ANDA TAHU TUAN? hiks... hikss tadi anda bilang pada saya anda adalah ayahnya bukan? Lalu kemana saja anda selama ini? KEMANA? hiks... hikss." mbok sumi tidak mampu menahan emosinya mengingat semua yang terjadi pada Ameera beberapa bulan lalu.


Deg..!!

__ADS_1


Harsana memegang dadanya, hatinya seperti di sayat - sayat ternyata selama ini putrinya sangat menderita, putri yang selama ini hidup tanpa kasih sayang, putri kecilnya yang malang memendam beban hidup yang begitu berat seorang diri tanpa ada Sandaran untuknya berbagi.


__ADS_2