
Harsana tidak lagi menjawab perkataan istrinya, lagi - lagi pikirannya menjadi kacau di satu sisi ucapan Mirna memang benar karena Ameera dia kehilangan wanita yang sampai sekarang masih begitu di cintai tapi di sisi lain ucapan Dio tempo hari juga tidaklah salah, dalam hal kini Ameera sama sekali tidak tahu apa - apa.
.
.
.
.
Sampai sekarang Dio masih terus mencari keberadaan Ameera, meskipun anak buah Arsen sudah mengetahui kota dimana Ameera pergi tapi daerah yang yang di tinggali Ameera sangat jauh dari pusat perkotaan sehingga menyulitkan proses pencarian. Dio benar - benar tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja sejak kepergian Ameera apalagi setelah mengetahui tentang kehamilan Ameera.
tut ..tut...tut..
"lex, kapan kamu akan kembali aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi." ucap Dio begitu panggilan teleponnya tersambung.
"kamu pikir aku disini liburan, lagian aku yakin kamu sanggup kok menghandle pekerjaanku disitu." jawab Alex dengan kesal karena setiap hari setiap Dio menghubunginya pasti akan menanyakan kapan dirinya kembali.
"ini sudah berhari - hari Lex, suruh saja orang kepercayaan mu di sana untuk mengurusnya. kalau sampai besok kamu tidak juga kembali aku pastikan kamu akan menyesal lex." kata Dio dengan emosi.
__ADS_1
"lihat besok saja." ucap alex singkat lalu mematikan sambungan teleponnya.
Dio menatap handphone miliknya dengan perasaan jengkel harusnya dirinya yang marah lalu kenapa jadi alex ikutan marah dengan dirinya.
"anak itu selalu saja membuatku repot. apa aku kirimkan saja bukti - bukti yang aku dapatkan." kata Dio sambil menatap langit - langit ruangan kerjanya.
"tidak.. tidak, besok kalau sampai dia tidak kunjung kembali kesini aku teror saja dia dengan bukti - bukti ini." ucap Dio lagi kemudian bangkit menuju meja kerjanya melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk.
.
.
.
Sedangkan Alex di sana juga tampak uring - uringan dia kesal sekali dengan Dio, setiap hari selalu saja menuntutnya untuk pulang apa di kira dirinya disini bersenang - senang liburan.
" Dasar sepupu asisten tidak tahu diri, disini aku bos nya kenapa dia selalu mengaturku ini dan itu, merepotkan sekali.
tapi kira - kira dia ingin menunjukkan apa padaku kenapa aku harus segera kembali." gerutu alex pada dirinya sendiri, tak lama setelahnya dia kembali melanjutkan pekerjaannya agar besok bisa segera pulang.
__ADS_1
tut...tut..tut..
"halo vin, ke ruanganku segera." ucap alex setelah orang tersebut mengangkat teleponnya. Tidak sampai lima menit orang tersebut menuju ke ruangan alex.
tok ..tok...tok ..
" permisi pak" kata kevin setelah mengetuk pintu ruangan alex, kevin adalah orang kepercayaan alex di perusahaan cabang miliknya.
"duduk vin, ada yang ingin saya bicarakan." kata Dio tanpa mengalihkan pandangannya dari meja.
"baik pak, ada yang bisa saya bantu atau pak Alex membutuhkan sesuatu?" tanya Kevin setelah mendudukan dirinya di hadapan alex.
"besok aku akan kembali, aku rasa semua kendala disini sudah hampir beres dan aku percaya kamu bisa mengatasinya." kata Alex dengan serius menatap kevin.
"baik pak saya akan berusaha semampu saya. dan saya janji saya tidak akan mengecewakan pak Alex." ucap Kevin dengan yakin.
"Bagus sekarang lanjutkan pekerjaanmu, hari ini aku akan lembur sebelum kembali besok. dan kamu tidak perlu menungguku lembur." kata Alex dengan memberi isyarat pada kevin untuk keluar dari ruangan.
" baik pak, kalau begitu saya permisi kalau pak Alex membutuhkan sesuatu hubungi saya pak." jawab kevin sebelum benar - benar meninggalkan ruangan Alex
__ADS_1