
Satu Minggu kemudian..
Hari ini ameera terlihat begitu sibuk sekali membereskan barang-barang yang akan di bawa nanti malam. Alex dan Ameera akan pindah malam ini sekaligus mengadakan acara syukuran.
Untung saja si kecil alea tidak rewel sama sekali, dia seolah mengerti kalau mamanya sedang sibuk.
"sayang.. tidak perlu membawa barang banyak-banyak, disana sudah ada semua." kata Alex yang melihat istrinya masih sibuk menata koper milik mereka.
"tapi mas ini baju-baju kita dan perlengkapan alea." jawab Ameera.
"jangan di bawa semua sayang bawa seperlunya saja, kalau kurang atau butuh kita bisa membelinya. yang disini biarkan saja, jadi kalau kita menginap disini sewaktu-waktu kita tidak perlu repot membawa apapun." ucap Alex memberikan pengertian kepada istrinya.
"Begitu ya mas." kata ameera, kemudian menghentikan pekerjaannya dan duduk di samping suaminya.
"kamu duduk saja ya, jangan capek-capek." kata Alex mengusap pucuk kepala istrinya dengan sayang.
"untuk acara syukuran nanti malam sudah beres mas?" tanya Ameera.
"kamu tenang saja, suamimu ini sudah membayar orang untuk mempersiapkan semuanya lagi pula di sana sudah ada mbok Sumi yang membantu, dan untuk makanannya mama sudah memesan di restauran langganannya." jawab Alex santai.
"orang kaya mah bebas ya mas." ucap Ameera pelan.
"hahahaha.. maksud mu apa sayang?" tanya Alex dengan tertawa, lucu sekali istrinya.
__ADS_1
"iya begitu apa-apa tinggal pakai uang sudah beres." jawab ameera.
"mas hanya tidak mau kalau kamu sampai kelelahan sayang, lagi pula untuk apa suamimu ini kerja setiap hari kalau uangnya tidak di pakai untuk memanjakan istrinya." kata Alex, merengkuh tubuh istrinya.
"iya iya, terimakasih banyak ya mas. Ameera bahagia sekali mempunyai mas sebagai suami meera dan punya mama dan papa sebagai orang tua meera." kata ameera, membalas pelukan suaminya.
.
.
.
***
"nanti sore aku mau mengajak kamu pergi." jawab Dio, menutup laptopnya.
"kemana pak?" tanya Kirana.
"Nanti kita pulang lebih awal temani aku datang ke acara syukuran sepupu ku." kata Dio, sambil menatap Kirana seolah memberi kode tidak ingin di tolak.
"ba..baiklah pak." jawab Kirana mengangguk.
"selesaikan pekerjaan kamu, satu jam lagi kita pergi." kata Dio.
__ADS_1
Kirana pun mengangguk kembali dan langung keluar ruangan Dio tanpa mengucapkan apapun.
"selalu saja.. semaunya sendiri." gumam kirana setelah kembali ke meja kerjanya, dan melanjutkan pekerjaannya.
Satu jam kemudian Dio sudah menghampiri Kirana dan mengajak gadis itu untuk pergi sekarang.
"Ayo kira." ajak Dio, kemudian dia berjalan lebih dulu seperti biasanya dan kirana akan mengikuti nya dari belakang.
Setelah keduanya sudah duduk di mobil, Dio langsung menjalankan mobilnya.
"pak.. kita tidak pulang dulu? maksudnya kita langsung ke sana?" tanya Kirana karena jalan yang dilewati Dio bukan arah ke rumahnya.
Dio hanya diam saja sampai dia berhenti di depan sebuah butik, lalu dia keluar tanpa berbicara apapun pada kirana.
"itu orang kenapa sih." kata kirana kesal, karena sedari tadi Dio hanya diam saja.
tidak berselang lama Dio kembali dengan membawa paperbag di tangannya.
"ini." kata Dio, menyerahkannya kepada kirana.
"apa ini pak?" tanya kirana bingung.
"baju, ambillah nanti kamu pakai ke acara sepupuku." jawab Dio.
__ADS_1
"terimakasih pak." kata Kirana, lalu menerima paper bag tersebut.