
Saking fokusnya bekerja Dio Sampai tidak menyadari kalau jam makan siang sudah tiba, hingga ketukan pintu ruangannya membuat fokusnya teralihkan.
"masuk." jawab Dio menatap ke arah pintu, dia penasaran siapa yang datang.
"ck..apa seorang bos di kantor sebesar ini tidak mempunyai jam." ucap Alex menyindir sepupunya, dan langsung duduk di depan meja Dio.
"maksudmu?" tanya Dio tidak mengerti.
"dasar bod.h, lihatlah ini sudah jam berapa? bahkan jam istirahat sudah hampir habis dan kau masih saja berkutat dengan laptop mu." jawab Alex menggelengkan kepalanya, sebab dia tahu kalau Dio adalah tipe orang yang pekerja keras sebab dulu saat Dio masih menjadi asistennya Alex lah yang sering mengingatkan Dio untuk sekedar makan atau istirahat.
"biarkan saja nanti aku makan kalau sudah lapar tidak perlu menunggu jam istirahat karena aku bos nya jadi bebas." balas Dio santai.
"Dasar sombong.. sepertinya apa yang di katakan opa hardi ada benarnya juga." ucap Alex tersenyum mengejek ke arah sepupunya.
"maksudmu apa lagi, bicara yang jelas Jangan setengah-setengah." kata Dio yang sudah kesal.
"tentang kamu yang harus segera menikah. aku rasa opa hardi benar dengan menikah kamu bisa ada yang memperhatikan keadaanmu, mengingatkan kamu makan dan istirahat, juga ada yang mengurus mu." ucap Alex.
"aku masih bisa melakukan itu semua sendiri, aku akan menikah di saat aku sudah benar-benar yakin dan siap karena pernikahan itu suci lex tidak bisa di permainan kan. aku tidak mau menjadi seperti mu." jawab Dio panjang lebar.
__ADS_1
Sedangkan Alex langsung terdiam tidak mampu menjawab ucapan sepupunya.
"sialan... kenapa jadi aku yang kena juga." ucap Alex dalam hatinya.
"kenapa sekarang diam hah?" tantang Dio balik mengejek Alex.
"Terserah mau kamu menikah atau menjadi perjaka tua aku tidak peduli." balas Alex, niatnya ingin membuat Dio kesal justru dirinya yang di buat kesal.
"haahhaha... sekarang katakan tujuanmu kesini untuk apa?" Dio tertawa karena berhasil membuat Alex tak bisa berkutik.
"berhenti menertawakanku sialan." kata Alex menatap tajam sepupunya.
"aku memang sengaja kesini karena tadi aku ada pertemuan di cafe sebrang sana. dan untuk pekerjaan ku hari ini tidaklah banyak tinggal meeting nanti jam 3 dan itu masih lama jadi aku memutuskan datang kesini.." jawab Alex.
"Kenapa sampai sekarang kamu tidak mencari asisten baru saja lex, kamu tahu sendiri bukan kalau aku sudah tidak mungkin lagi kembali menjadi asisten mu." ucap Dio pada sepupu sekaligus mantan bosnya.
"Belum ada yang cocok, sekretaris ku sudah aku perintahkan untuk mencari kandidat yang terbaik." jawab Alex.
"terbaik seperti ku bukan?" tanya Dio menggoda sepupunya.
__ADS_1
"di dalam mimpimu." balas Alex malas.
.
.
.
***
"mel.. kok tumben jam segini sudah pulang?" tanya Ameera saat melihat amel memasuki rumah.
"iya kak tadi hanya satu mata pelajaran saja testnya." jawab Amel kemudian mencium punggung tangan Ameera.
tidak lupa dia juga mencium pipi gembul Alea.
"tak..tatak..tak." ucap Alea saat Amel mencium pipinya.
"iya sayang kakak Amel pulang sekolah." kata Ameera tersenyum melihat tingkah lucu anaknya.
__ADS_1
"adek Alea pintar sekali, Amel baru tahu kalau dia sudah pandai berbicara kak." kata Amel tersenyum karena Alea sudah bisa memanggil dirinya.