Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Bayi Cantik


__ADS_3

" selamat ya nak, sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu." kata bude Tarti dengan tersenyum.


"Terima kasih bude, Ameera tidak sabar bertemu dengannya bude." jawab Ameera dengan semangatnya.


Bude Tarti hanya membalas dengan senyuman, dia juga ikut merasakan kebahagiaan Ameera, sedikit banyak dia mengetahui kehidupan Ameera juga Amel karena bude Tarti salah satu tetangga yang menerima dirinya dengan baik di sana. Tidak berselang lama petugas puskemas masuk menggendong bayi cantik Ameera.


"Kak.. Adek bayinya cantik sekali seperti Amel." kata Amel dengan wajah berseri.


"iya.. kalian berdua sama - sama cantik." bude Tarti menimpali ucapan Amel.


"Amel janji ya pada kakak, kalau Amel akan selalu menyayangi dan menjaga adek bayi nantinya." kata Ameera sambil terus menatap wajah bayinya yang sedang tertidur.


"tentu saja kak, Amel janji." ucap gadis kecil tersebut tanpa ragu.


"Dia cantik sekali nak, apa dia mirip dengan ayahnya?" ucap bude Tarti tanpa dia sadari karena terpesona dengan bayi Ameera.


Ameera tidak menjawabnya dia juga ikut memperhatikan wajah bayinya, memang benar putrinya ini seperti kembaran Alex versi perempuan.

__ADS_1


"eh.. maafkan bude nak, bukan maksud bude mengingatkan mu dengan kenangan masa lalu mu." kata bude Tarti lagi karena Merasa suasana menjadi hening bude Tarti tersadar akan ucapannya menyinggung Ameera.


"tidak perlu minta maaf bude karena bude tidak salah, bahkan Meera merasa iri karena hanya warna bola mata Meera saja yang mirip dengannya bude." kata Ameera mencoba tersenyum.


"Tidak apa nak, mulai sekarang kamu harus hidup membuka lembaran baru lupakan semua kesedihanmu di masa lalu buktikan pada orang-orang itu kalau kamu bisa bahagia, apalagi sekarang ada Putri cantik yang melengkapi kebahagiaan mu." ucap bude bude Tarti sambil mengelus lengan Ameera.


.


.


.


Sedangkan di lain tempat Alex merasakan aneh pada dirinya, sedari tadi dia merasa gelisah, semua yang di lakukan membuatnya tidak nyaman.


"Sebenarnya ada apa dengan diriku, kenapa rasanya tidak nyaman. Aaaarggghh... sialan aku harus apa." maki Alex pada dirinya sendiri sedari tadi.


Bahkan Alex sampai membanting barang - barang mahal yang ada di kamarnya.

__ADS_1


Prank...Prank.. !!


Brak....


"tu..tuan, tuan apa anda baik - baik saja?" tanya mbok Sumi yang sudah berada di depan kamar Alex, tadi wanita paruh baya tersebut mendengar suara ribut dari kamar majikannya saat tidak sengaja berada di lantai atas.


tok...tok...tok...


"tuan..!!" panggil mbok sumi lagi, karena tidak kunjung mendapat balasan dari dalam mbok sumi memegang gagang pintu dan ternyata tidak di kunci, dengan segala pertimbangan mbok sumi memutuskan masuk ke dalam kamar Alex.


"tuan, sebenarnya apa yang terjadi kenapa jadi berantakan seperti ini." tanya mbok Sumi hati - hati karena takut menyinggung perasaan majikannya.


"aku tidak tahu mbok, rasanya sedari tadi aku tidak nyaman, bahkan aku selalu merasakan gelisah... aku sudah mencoba mengalihkannya dengan bekerja justru rasanya semakin tidak nyaman mbok" ucap Alex seperti tidak bersemangat.


"Apa tuan mau mbok buatkan teh hangat, siapa tahu bisa membuat perasaan tuan menjadi lebih baik." tawar mbok sumi pada Alex.


Melihat Alex yang hanya diam saja, membuat mbok sumi berpikir jika Alex menerima tawarannya, kemudian mbok sumi segera pergi ke dapur membuatkan minuman untuk Alex dan segera membawanya ke dalam kamar majikannya.

__ADS_1


__ADS_2