Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Gadis yang sama


__ADS_3

"maaf pak membuat anda menunggu." kata kirana begitu masuk ke dalam mobil Dio.


"tidak apa, kita berangkat sekarang ya." jawab Dio, mulai menjalankan mobilnya.


"memangnya tidak apa-apa kalau kita membohongi opanya pak Dio?" tanya Kirana.


"yang terpenting jangan sampai opa tahu kalau kita hanya sandiwara. kamu cukup membantu aku dengan mengikuti apapun yang aku katakan." jawab Dio tanpa ragu.


"baiklah pak." kata Kirana pada akhir, karena dia juga sudah tidak bisa menolak lagi.


setelah percakapan tersebut keduanya terdiam menikmati perjalanannya.


Begitu sampai di rumah Dio segera mengajak kirana untuk turun.


"ayo kira." ajak Dio sebelum membuka pintu mobilnya.


"saya takut pak, saya pulang saja ya." kata kirana gugup.


"sudah terlambat kira, sekarang turun dan ikut aku masuk." jawab Dio yang langsung turun dan dan membukakan pintu untuk Kirana.

__ADS_1


"ayo.. pegang tangan ku untuk meyakinkan sandiwara ini " ucap Dio memberikan tangannya untuk di gandeng oleh kirana.


namun kirana masih terdiam menatap tangan Dio di depannya.


"Ayo kira.. lebih cepat lebih baik bukan, kamu juga bisa cepat pulang." ucap Dio membuyarkan lamunan kirana.


"tapi pak." kata Kirana yang masih ragu.


"kita harus benar-benar bersikap seolah pasangan sungguhan untuk meyakinkan opa." jelas Dio yang kini mengulurkan tangannya lagi.


Kirana pun terpaksa menggenggam tangan Dio dan mengikuti Dio masuk ke dalam rumah.


"selamat sore opa." sapa Dio pada opa Hardi yang sudah menunggunya di ruang tamu.


"sudah opa, sesuai janji Dio kemarin." jawab Dio masih berdiri di depan sang opa.


"kenalkan calon mu itu pada opa." ucap Opa Hardi penasaran karena sedari tadi perempuan di samping cucunya itu bersembunyi di belakang punggung Dio.


"Kira.. ayo kenalkan dirimu pada opa." pinta Dio pada Kirana.

__ADS_1


Pelan namun pasti Kirana pun bergeser ke samping Dio dan mengangkat kepalanya menatap ke arah opa Hardi.


"ka..kakek.." kata Kirana kaget saat melihat orang tua di depannya.


"Kirana..? ini benar kamu?" tanya Opa hardi tak kalah kagetnya.


"iya kek ini Kirana. kenapa kakek bisa di sini jangan-jangan kakek ini opa dari pak Dio." ucap Kirana menatap opa hardi dan Dio bergantian.


"ka..kalian saling mengenal?" tanya Dio di buat bingung oleh keduanya.


"kamu tahu Dio, kirana ini gadis yang opa cari-car kemarin dia yang sudah menolong opa tempo hari. justru opa yang harusnya bertanya dari mana kamu mengenal kirana." ucap Opa Hardi menjelaskan.


Dio sampai bengong mendengar penjelasan opanya niatnya mengenalkan kirana pada sang opa untuk menghindari perjodohannya dengan gadis penolong opa Hardi, justru gadis yang dia bawa adalah orang yang sama dengan gadis yang menolong sang opa.


"di..dia gadis yang Dio akan kenalkan pada opa sesuai janji Dio kemarin opa " jawab Dio lirih.


"wah ...dunia benar-benar sempit sekali ya. opa tidak menyangka sekali." ucap Opa Hardi terlihat bahagia.


"jadi pak Dio ini benar cucu kakek?" tanya Kirana setelah mendengar percakapan dua orang di depannya.

__ADS_1


"benar sekali nak, dia ini cucu opa. oh iya opa sampai lupa ayo duduk sini jangan berdiri." kata opa Hardi tampak bersemangat.


"salah langkah." batin Dio menjerit.


__ADS_2