
Dua tahun kemudian.
"Hati-hati sayang.. Ingat perut kamu sudah besar." ucap Alex memperingatkan istrinya.
"Maaf mas.. Ameera lupa." jawab ameera dengan tersenyum kaku.
"Memangnya kamu mau apa? Kenapa tidak bilang mas saja." kata Alex sambil mendudukkan istrinya di kursi.
"Aku sangat ingin makan rujak mas tapi aku sendiri yang membuatnya." jawab ameera, menatap penuh harap ke arah suaminya.
"kamu tunggu disini biar mas persiapkan semua bahan-bahannya jadi nanti kamu tinggal membuatnya saja." ucap Alex, dan langsung menuju ke dapur mencari bahan yang di butuhkan istrinya.
"Terimakasih mas." kata ameera kepada suaminya.
Saat ini ameera tengah mengandung 7 bulan sesuai keinginan Alex yang ingin memberikan adik untuk Alea saat putrinya sudah berumur 3 tahun.
Si kecil Alea juga saat ini juga sudah bersekolah semingu tiga kali. baik Alex maupun ameera juga sama sekali tidak kerepotan mendidik Alea, karena pada dasarnya Alea memang anaknya yang cerdas hanya di ajarkan satu kali saja sudah langsung bisa mengerti.
...****************...
Di lain tempat Dio juga sedang di buat kewalahan dengan keaktifan anaknya yang saat ini sedang senang-senangnya bisa berjalan.
__ADS_1
" mas habis ngapain sampai berkeringat seperti ini?" tanya Kirana pada suaminya.
" Lihat itu anak kamu tidak ada capek-capek nya dari tadi." kata Dio menunjuk ke arah anaknya yang masih asik bermain di taman rumah mereka.
"Ish.. Kamu ini dia juga anak kamu mas, kamu minum dulu ini tadi aku buatkan kamu jus." ucap Kirana.
"Terimakasih sayang." jawab Dio, langsung meminum habis jus buatan istrinya.
" Mas.. Besok kan hari libur kita main ke rumah ameera yuk, kita kan sudah lama tidak main kesana." kata Kirana.
"Boleh sayang, nanti kamu kabari Ameera ya." jawab Dio mengangguk.
" Siap mas." kata kirana tersenyum.
"iya mas kamu tenang saja, sebentar lagi juga sudah waktunya dia makan siang." kata Kirana.
.
.
...----------------...
__ADS_1
Keesokan harinya Kirana dan Dio benar-benar berkunjung ke rumah alex, mereka sengaja datang sebelum jam makan siang karena Kirana dan Ameera sudah janjian untuk masak dan makan bersama lesehan di taman.
" Kak Dio.. Kirana akhirnya kalian datang juga, Ayo masuk." kata Ameera setelah membukakan pintu.
" Adek Eza.." panggil Alea ketika melihat anak kecil yang berada di gendongan Dio.
"Halo kakak Alea." Dio membalas sapaan Alea, mewakili eza putranya.
" Om.. Ante." ucap Alea kemudian mencium punggung tangan Dio dan Kirana, sejak kecil Alea sudah di ajarkan sopan santun oleh kedua orangtuanya.
" papa mana sayang? " tanya Dio sambil mengusap rambut Alea.
" Di ruang kerjanya kak." jawab ameera, karena melihat anaknya yang kebingungan masih berpikir kemana papanya.
"Kalau gitu aku kesana dulu ya, Eza dan Alea biar ikut aku kalian langsung masak saja." kata Dio pada keduanya.
Baik Ameera dan Kirana keduanya mengangguk mendengar ucapan Dio, setidaknya mereka bisa fokus memasak kalau anak-anak ikut papanya.
"wah .. Perut mu sudah terlihat besar ya Ra.. Dari terakhir kali kita bertemu." ucap Kirana sambil mengusap lembut permukaan perut Ameera.
"iya Kir.. tidak terasa dua bulan lagi dia akan lahir." jawab Ameera dengan tersenyum.
__ADS_1
"aku doakan semoga kamu dan bayinya sehat-sehat sampai lahiran nanti ya Ra." ucap Kirana lagi.
"Aamiin.. Terimakasih banyak Kirana." kata Ameera.