Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Alex mengetahui kehamilan Ameera


__ADS_3

ttuuuuutttt...


Saat alex mencoba menghubungi Dio lagi nomornya sudah tidak tersambung.


"HAAH... benar - benar bisa pecah kepalaku kalau begini,


apa Dio tahu sesuatu yang tidak aku ketahui." kata Alex pada dirinya sendiri dengan posisi kepala disandarkan ke kursi.


Karena tidak fokus bekerja akhirnya alex memutuskan untuk kembali ke rumah, dia akan mencari tahu sendiri semuanya.


tujuannya saat ini adalah kamar Ameera berharap dirinya menemukan sesuatu disana.


.


.


.


Setelah memarkirkan mobilnya alex segera menuju ke kamar Ameera, sejenak dia menenangkan diri sebelum membuka pintu kamar tersebut.


Ceklek..

__ADS_1


hening.. itulah yang di rasakan alex saat memasuki kamar dilihatnya semua masih tertata rapi, sama seperti terakhir dia memasuki kamar tersebut.


Alex membuka lemari kecil yang sudah usang di samping kasur berharap menemukan sedikit saja petunjuk.


tapi nihil alex justru mendapati botol air di bagian bawah lemari tersebut.


"Untuk apa botol seperti ini berada disini?" batin Alex, diambilnya botol tersebut nantinya dia akan bertanya pada mbok Sumi.


Setelah memastikan tidak apapun lagi di lemari tersebut, Alex mendudukan dirinya di tepi kasur sambil melihat ke segala arah lagi - lagi dia tak mendapati apapun.


kamar tersebut cukup kecil dan tidak ada barang - barang apapun selain kasur tipis dan lemari kecil yang sudah usang, selain itu tidak ada apapun lagi.


Alex merebahkan tubuhnya di kasur sambil memeluk bantal yang biasa di pakai Ameera.


Tiba - tiba tangannya tidak sengaja menyentuh sesuatu di pinggir bantal, alex segera duduk dan mengambil barang tersebut.


Deg!!!!


"ii..ni?" bahkan Alex tidak mampu berucap apapun, matanya memanas melihat hasil USG milik Ameera.


"tidak mungkin... tidak mungkin ini pasti salah, tidak mungkin dia.." Alex menggeleng cepat berusaha menyangkal apa yang ada di dalam pikirannya, bahkan kini tangannya bergetar.

__ADS_1


"MBOK ...MBOK .. MBOK SUMI!!!" Alex berteriak memanggil mbok sumi.


"i..iya tuan." mendengar Alex berteriak mbok sumi berlari menghampiri Alex. saat sampai di kamar Ameera wanita paruh baya itu terkejut melihat keadaan alex yang berantakan, bahkan dia tidak percaya melihat Alex menangis .


"apa mbok tau kalau Ameera sedang hamil?" tanya Alex dengan suara bergetar.


"neng Ameera hamil tuan?" mbok Sumi menutup mulutnya tidak percaya justru dirinya di buat terkejut.


"saya bahkan baru tahu kalau neng ameera sedang mengandung tuan." kata mbok sumi yang sudah meneteskan air mata.


"Aku benar - benar brengsek mbok, ternyata selama ini Ameera juga korban mbok tapi aku menutup mata dan telingaku tanpa mencari tahu kebenarannya. bahkan aku tega mengusir wanita yang sedang mengandung anakku tengah malam mbok." ucap Alex dengan bahu bergetar, matanya terus menatap potret calon anaknya.


"aku menyesal mbok sungguh aku ingin meminta maaf padanya. lihatlah mbok ini calon anakku dan aku akan menjadi seorang ayah mbok." Alex menyodorkan USG milik Ameera pada mbok sumi.


"Apa tuan benar - benar menyesal dan ingin bertemu neng Ameera.? tanya mbok sumi ragu - ragu.


"iya mbok aku benar - benar ingin meminta maaf padanya." Alex mendongak menatap mbok sumi.


"tu.. tuan maaf sebelumnya bukan nya mbok lancang malam dimana tuan mengusir neng Ameera, saya memberikan alamat rumah saya yang di desa untuknya dan saya berjanji akan menyusulnya kemungkinan neng Ameera berada disana, tuan bisa menyusul nya kesana." karena merasa iba dan melihat ketulusan di mata alex akhirnya mbok sumi memberi tahu keberadaan Ameera.


"benarkah mbok tidak bohongan kan?" alex lantas berdiri meyakinkan lagi.

__ADS_1


"semoga saja neng Ameera berada disana tuan." kata mbok sumi yang mencoba menenangkan alex sambil menepuk lengan Alex.


__ADS_2