
Begitu sampai Dio langsung mengantar kan ibu Mertuanya ke kamar yang sudah di persiapkan.
Opa Hardi telah meninggal setengah tahun yang lalu, dulu saat opa Hardi mengetahui kalau Kirana hamil, opa Hardi sangat senang sekali.
...****************...
"Besok jadwal kamu cek up kandungan kan sayang?" tanya Alex pada istrinya, sambil mengusap perut buncit anaknya.
"iya mas, tadi Ameera sudah membuat janji dengan dokternya." jawab ameera yang tersenyum pada suaminya.
"Besok mas jemput sekalian kita makan siang di luar ya," kara Alex lagi.
"iya mas.. Terimakasih ya mas karena sudah selalu ada untuk ameera."kata ameera menatap sang suami.
"ini semua sudah menjadi tugas mas sayang." jawab Alex menutup mulut istrinya dengan jari telunjuk nya.
" mas sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan dia sayang, kira-kira dia perempuan atau laki-laki ya." ucap Alex lagi dengan tangan yang masih mengelus perut ameera.
" Tunggu dua bulan lagi papa, perempuan atau laki-laki sama saja yang penting Sehat mas." kata ameera, keduanya memang sengaja untuk tidak mengetahui jenis kelamin anak kedua mereka.
__ADS_1
"iya sayang.. Sekarang kamu tidur ya, Ibu hamil tidak boleh tidur larut malam." ucap Alex membenarkan selimut sang istri.
"iya mas.. Selamat malam." kata ameera sebelum memejamkan matanya.
Cup..
"Selamat malam juga istriku sayang." jawab Alex, lalu mencium kening istrinya.
...****************...
" Tadi malam ibu tidurnya nyenyak kan?" tanya Kirana pada ibunya setelah semuanya sudah berkumpul di meja makan.
" kirana senang kalau ibu betah tinggal disini." kata Kirana lagi.
" Iya.. Sudah itu ambilkan suamimu sarapannya kasian nanti dia kesiangan." ucap bu ayu pada putrinya.
Kirana pun segera mengisi piring suaminya dengan nasi goreng dan ayam goreng sebagai lauknya.
"Terimakasih ya sayang." ucap Dio menerima makanan dari istrinya."
__ADS_1
" Sama-sama mas." jawab Kirana, kemudian Kirana juga mengambilkan untuk ibunya dan untuk dirinya sendiri.
Setelah selesai Dio berpamitan pada anak ,istri dan mertuanya.
" Sayang.. mas berangkat ya kamu baik-baik dirumah bersama ibu dan Eza, kalau kamu dan ibu bosan dirumah kalian bisa jalan-jalan ke luar tapi ingat harus bersama sopir ya." kata Dio, yang sudah menghabiskan sarapannya.
"Iya mas, kamu hati-hati ya dijalan kalau sudah sampai Jangan lupa kabari aku.
" jawab Kirana.
"Bu.. Dio pamit berangkat ya, Dio titip anak dan istri Dio di rumah." Dio beralih kepada ibu mertuanya.
" iya nak.. Kamu tenang saja, Hati-hati di jalan ya nak Dio." jawab Bu ayu pada menantu kesayangan nya.
Sebelum benar-benar berangkat Dio menggendong sang jagoan kecilnya, lalu menciumi pipi Eza yang putih dan gembul.
"papa kerja dulu ya jagoan, kamu jangan nakal di rumah jangan buat mama kecapekan ya." kata Dio pada putranya.
Akhirnya setelah selesai berpamitan Dio berangkat ke kantornya bersama supir pribadi nya, Biasanya Dio akan menyetir sendiri kecuali kalau dirinya ada pertemuan di beberapa tempat seperti hari ini dia akan bersama supir nya, Karena takutnya nanti dirinya kelelahan dan tidak fokus menyetir jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan dia membawa supir pribadinya.
__ADS_1