Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Pertemuan


__ADS_3

Setelah melewati gang-gang sempit tibalah Alex di depan bangunan kecil yang menurutnya tidak layak di sebut rumah.


"dimana rumah Istriku." tanya Alex tidak sabaran setelah turun dari motor.


"Rumah paling ujung di depan itu bos." jawab salah satu dari anak buahnya sambil menunjuk rumah yang di tempati Ameera.


Deg...!!


"Apa kalian yakin itu rumahnya?" tanya Alex memastikan, kini matanya sudah memanas menahan tangis jika saja disana tidak ada anak buahnya mungkin Alex sudah menangis.


"benar bos, disana tempat tinggal nyonya selama ini nyonya menjadi buruh cuci dan setrika, dulu sebelum melahirkan nyonya berjualan nasi uduk setiap pagi di dekat pasar dan mencari barang-barang bekas siang harinya bersama seorang anak kecil yang tinggal bersamanya." jawab anak buah Alex.


"apa kalian benar-benar sudah memastikan semua itu." Kata Alex menatap nanar bangunan di depa sana.


"benar bos kami sudah mencari informasi dari warga sekitar." kata anak buahnya.


Saat ini Alex tidak mampu bergerak badannya terasa kaku bahkan air matanya sudah meluncur dari matanya.


sudah setahun lebih Alex mencari istrinya dan saat ini keberadaannya sudah di depan mata justru keberanian hilang entah kemana, dia takut kalau Ameera menolak dan mengusir dirinya, sifat arogannya yang dulu hilang entah kemana. sampai lamunannya buyar saat melihat anak kecil berseragam berlari masuk ke rumah tersebut.

__ADS_1


"tunggu.. lalu siapa anak kecil tadi." tanya Alex pada anak buahnya.


"Saat pertama kali nyonya sampai di daerah ini nyonya bertemu dengan anak tersebut bos, dia sudah tidak memiliki orang tua sampai akhirnya nyonya dan anak tersebut tinggal bersama sampai sekarang." jelas anak buah Alex.


Dengan meyakinkan dirinya sendiri, alex mulai melangkah kan kakinya menuju ke rumah di depannya.


saat sudah berada di depan pintu tangannya terulur hendak mengetuk pintu namun di urungkan, lagi-lagi dia takut kalau Ameera menolak dirinya.


"ayo Lex.. kamu pasti bisa mendapatkan maaf darinya." Alex memejamkan matanya meyakinkan dirinya.


tok...tok.


ceklek..


"om.. cari siapa?" tanya Amel setelah membuka pintu.


Namun Alex justru terdiam dia tidak memiliki keberanian untuk menanyakan keberadaan Ameera.


hingga sebuah suara dari dalam membuat dadanya berdegup kencang.

__ADS_1


"siapa mel..!!" teriak Ameera dari dalam.


deg ...deg .. deg...!!


baik Ameera maupun Alex keduanya mematung sama lain, hingga ucapan Amel menyadarkan keduanya.


"apa kakak mengenal om ini?" tanya Amel pada Ameera.


"mel tolong kamu masuk dulu ya jaga adek didalam." pinta ameera pada Amel.


Setelah Amel masuk tinggallah Ameera dan Alex, keduanya masih saling diam Ameera yang merasa dirinya terancam hanya bisa menundukkan kepalanya badannya berkeringat dingin.


"Ameera.." lirih Alex sangat pelan namun Ameera masih bisa mendengar.


"tu...tuan, saya tidak mencuri apa-apa dari rumah anda tuan, tolong lepaskan saya tuan hikss...hiks.." tangis Ameera dengan badan bergetar, nyatanya meskipun sudah setahun lebih berlaku rasa trauma nya masih ada.


Alex merasakan sesak di dadanya, sebegitu dalamnya kah luka di hati istrinya hingga Ameera begitu ketakutan melihat dirinya.


"to.. tolong tuan, jangan hukum saya lagi, saya berjanji akan pergi dari sini saya tidak akan menampakan diri saya di hadapan anda tuan." tangis ameera kian menjadi bahkan sekarang ameera sudah menjatuhkan dirinya di depan alex.

__ADS_1


Deg...Deg...


Sakit itulah yang di rasakan Alex saat ini, lidahnya kelu hanya sekedar mengucap kata maaf untuk istrinya. Alex benar-benar tidak sanggup melihat pemandangan di depannya, istri yang selalu dia sakiti memohon di depannya untuk di bebaskan, padahal seharusnya dirinya lah yang memohon maaf pada wanita di depannya.


__ADS_2