Ameera Ku Sayang

Ameera Ku Sayang
Mas ...


__ADS_3

"Mas, Ameera sudah sampai di rumah ya." lapor Ameera pada suaminya melalui sambungan telepon.


"iya sayang, mas tenang kalau kamu sudah di rumah." jawab alex lega.


"Yasudah ameera matikan ya telponnya, mas semangat kerjanya." kata Ameera dengan senyum di bibirnya meskipun suaminya tidak bisa melihat senyum tersebut.


"tentu saja sayang, aaplagi yang memberi semangat bidadari cantik nya mas." balas Alex, menggoda istrinya.


"mas Alex mulai kan, sudah Ameera tutup ya." kata Ameera, langsung menekan tombol merah di layar handphonenya.


.


.


.


"pak.. apa kita masih lama disini?" tanya Kirana pada Dio, sebab sudah hampir sore namun belum ada tanda-tanda Dio akan beranjak dari sana.


"eh.. iya kita pulang sekarang kira.., maaf ya kalau kamu bosan disini." jawab Dio, lalau berdiri dari duduknya.


"bukan begitu maksud saya pak." kata kirana mencoba menjelaskan.


"tidak apa-apa kira.. ayo kita pulang, bukankah kita juga harus menemui Opa untuk menyampaikan jawaban kamu." ucap Dio, sambil berjalan menuju ke mobilnya.


"i.. iya pak." kata Kirana, yang berjalan di samping Dio.

__ADS_1


Kini keduanya sudah duduk di dalam mobil, namun Dio masih belum juga menjalankan mobilnya.


"ada apa lagi pak?" tanya Kirana, karena melihat Dio masih diam saja.


"bukankah semalam aku minta kamu untuk tidak memanggil aku pak dan tidak berbicara formal seperti itu kira." jawab Dio menatap ke arah kirana.


"eh.. iya sa..saya lupa pak." kata Kirana, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"pak lagi kira?" tanya Dio, yang sudah menatap tajam ke arah kirana.


"Aduh.. saya benar-benar bingung harus panggil apa?" kata Kirana seperti orang frustasi.


"aku tidak mau tahu kalau kamu belum menemukan panggilan untuk ku maka aku tidak akan menjalankan mobilnya." ancam Dio pada kirana.


Kirana sampai melotot mendengar perintah Dio, kepalanya semakin pusing memikirkan nama panggilan yang tepat untuk bosnya ini.


"tidak." jawab Dio dengan singkat.


"tapi kan pak Dio lebih tua dari saya, jadi apa salahnya saya memanggil kakak." kata Kirana melayangkan protesnya..


" aku bukan kakak kamu kira." ucap Dio tanpa menoleh ke arah Kirana.


Kirana menghela nafasnya kasar, dia kembali berpikir mencari panggilan yang tepat. Sampai akhirnya dia tersenyum karena mendapatkan ide.


"mas..." ucap Kirana, lalu melirik ke arah Dio.

__ADS_1


Dio tidak langsung menjawab dia seolah juga ikut berpikir, Samapi akhirnya dia mengangguk.


"oke.. tidak begitu buruk." jawab Dio setuju.


"syukurlah." ucap Kirana mengelus dadanya, akhirnya dia bisa pulang juga.


"oke mulai detik ini panggil aku mas, dan jangan berbicara formal lagi padaku kecuali di lingkungan kantor." kata Dio memperingati.


"iya pa..mas, eh iya mas." ucap Kirana dengan cepat.


Tanpa Kirana tahu Dio tersenyum mendengar ucapan kirana yang memanggil dirinya dengan sebutan mas. Dio pun langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah sang Opa. Sebab percuma kalau kembali ke kantor pasti sampai di sana juga sudah mendekati jam pulang kantor.


.


.


.


***


"selamat sore opa.." ucap Kirana, begitu masuk ke dalam rumah.


"sore nak, opa senang sekali kamu mau datang kesini." jawab Opa Hardi yang tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.


"Opa sehat kan?" tanya Kirana setelah menyalami Opa Hardi.

__ADS_1


"Opa sehat kirana seperti yang kamu lihat sekarang ini." jawab Opa Hardi dengan antusias.


__ADS_2