ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 101


__ADS_3

“ Aku ingin menebus semua kesalahanku padamu, dan kedua putra kita.”


Bella membenamkan wajahnya di dada bidang milik Nelson, dia menangis sesegukan. Nelson mengusap puncak kepala Bella, seraya berkata. “ Tenanglah, sekarang ada aku di sini. Aku tidak akan membiarkanmu menangis lagi.”


Bella merasa tenang dan damai kala mendekap tubuh Nelson, aroma tubuhnya begitu menenangkan jiwanya. Sungguh hati kecilnya tidak ingin pelukan ini berakhir.


Selagi Bella tertidur, Nelson mendapat kabar bahwa vila keluarga Xia, sedang dalam proses penjualan.


“ Presdir, Lian Xia telah mengajukan penjualan untuk Vilanya. Apakah Anda ingin membelinya?”


Nelson terdiam sejenak, lalu berkata. “ Belilah, suruh seseorang untuk datang membelinya, dan jangan biarkan orang lain mengetahuinya.”


“ Baik, Presdir. Akan saya lakukan sesuai perintah Anda,” ucap sang asisten.


Nelson menutup teleponnya, dan kembali memandang Bella yang masih terlelap.


“ Kau sangat cantik istriku, kau adalah wanita yang aku cintai semasa hidupku,” batin Nelson.


Drttt… drrrtt… drrrttt.


Ponsel Nelson bergetar. Menandakan ada pesan masuk pada layar ponselnya.


“ Presdir. Apakah Anda sibuk? Saya ingin menyampaikan kabar baik, tentang Tuan kecil,” isi pesan tersebut.


Nelson membalas pesan tersebut, dan tak ingin menghubungi Evan, karena Bella ada di sebelahnya.


“ Ada apa? Aku sedang berrsama Bella, sehingga aku tidak bisa bicara denganmu,” isi pesan balasan dari Nelson.


“ Presdir, Tuan kecil ingin memulai pengobatannya segera,” isi pesan dari Evan sekretarisnya.


Nelson berjingkrak bahagia. Bahkan dirinya melupakan luka yang ada di bagian perutnya. Sehingga dia mengaduh kesakitan karena kebahagiaannya.


“ Ah. Aduh-duh. Aku melupakan lukaku,” Nelson mengadu kesakitan.


Nelson kembali mencoba untuk tenang, dengan perlahan dia membaringkan kembali tubuhnya. Kemudian Nelson membalas kembali pesan dari Evan.


“ Baguslah, jagalah putraku. Dan berikan pengobatan yang terbaik untuknya,” isi pesan balasan dari Nelson untuk Evan.


Nelson mematikan ponselnya, dan meneruskan sedikit lagi pekerjaannya yang belum selesai. Yaitu mengakuisisi perusahaan Xia, karena kini telah menjadi milik Nelson.

__ADS_1


Saat harga saham perusahaan Xia turun, Nelson segera membeli saham dari pemilik saham sebelumnya, sehingga dia menjadi pemilik saham paling banyak di sana.


Di Keluarga Xia.


Vila keluarga Xia telah terjual. Mau tidak mau Lian Xia dan Mira yu harus pergi meninggalkan Vila.


Lian Xia membeli sebuah rumah yang tidak terlalu besar. Hasil penjualan Vila di pakai untuk membayar hutang. Itu pun tidak tertutupi semua.


“ Kemasi barangmu, kita harus pergi dari sini,” ungkap Lian Xia.


“ Kenapa harus pergi? Aku tidak ingin meninggalkan Vila ini,” ungkap Mira yu.


“ Suka atau tidak. Vila ini sudah laku terjual, dan kita harus pergi dari sini,” ungkap Lian Xia.


“ Bagaimana bisa kau menjual Vila ini, lalu di mana kita akan tinggal?” Seru Mira Yu.


Dengan napas yang berat Lian Xia berkata. “ Jika bukan karena ulah putrimu yang ceroboh itu. Aku tidak akan menjual Vila ini, lagi pula ini adalah Vila milik Bella,” ungkap Lian Xia yang sudah tidak tahan dengan omong kosong istrinya.


Mira Yu terdiam sejenak, lalu berkata. “ Yang harus di salahkan itu adalah Bella, putrimu yang tidak tahu diri itu! Dia yang menyebabkan perusahaan bangkrut,” Mira Yu semakin tidak terkendali, Lian Xia yang mendengarnya menjadi semakin pusing.


Lian Xia yang sedang mengemas barangnya pun segera bangkit dan tiba-tiba.


Mira Yu sedikit kaget kala Lian Xia suaminya yang biasanya menurut padanya itu kini berani menamparnya.


“ Ada apa denganmu? Berani-beraninya kau menamparku!” Seru Mira Yu yang tidak terima dirinya mendapat tamparan dari suaminya itu.


“ Itu semua karena omong kosongmu ! Jika saja kau bisa menjaga putrimu itu, aku tidak akan menjadi bangkrut, dan juga memiliki banyak hutang seperti ini,” seru Lian Xia yang semakin naik pitam kala istrinya selalu menyalahkan Bella putrinya.


Mira Yu terdiam. Dengan enggan dia kembali mengemas barangnya, dengan hati-hati dia bertanya.


“ Suamiku, siapa yang telah membeli Vila ini?”


Lian Xia menatap jijik pada istrinya tersebut, dengan sinis dia berkata. “ Aku bahkan tidak tahu siapa yang sudah membeli Vila ini. Lagi pula tidak penting siapa yang membelinya.


“ Yang lebih penting adalah aku bisa mendapatkan uang untuk membayar hutang,” seru Lian Xia.


Dalam batin Mira Yu berkata. “ Aku tidak percaya, aku harus meninggalkan Vila ini setelah dua puluh tahun tinggal di sini,” Mira yu mendengus kesa.


“ Apakah kita akan tinggal di kawasan kumuh lagi seperti dulu?” Mira Yu kembali bertanya.

__ADS_1


“ Tidak, aku membeli sebuah rumah yang sederhana, di pinggiran kota ini,” ucap Lian Xia.


“ APA!” Mira Yu kaget kala mendengar bahwa rumah yang akan di tempatinya adalah rumah kecil.


“ Aku tidak percaya kau membeli rumah kecil, bukankah hasil penjualan Vila itu cukup besar, walaupun bangunan tua. Namun, tetap ada harganya,” seru Mira Yu.


Lian Xia mendengus kesal pada istrinya itu, dengan kasar dia berkata. “ Lalu apa kau pikir masalah yang disebabkan olehmu, dan juga putrimu itu bisa di atasi dengan mudah?”


“ Apakah, hasil penjualan Vila itu mampu menutupi semua hutangku?”


“ Lihatlah ini adalah akibat dari tingkah putrimu yang tidak bisa di atur itu,” seru Lian Xia dengan amarah yang memuncak, dia memaki istrinya habis-habisan.


“ Cepatlah pemilik rumah akan segera tiba, mereka menginginkan kita pergi dari sinihari ini juga,” seru Lian Xia memperingati istrinya itu.


Mira Yu hanya mampu menerima makian dari suaminya itu, tanpa bisa membela dirinya, dia juga sadar akan ulahnya beberapa hari yang lalu, hingga membuat masalah makin ruyam.


“ Aah, mengapa semuanya seperti ini? Jika seperti ini, aku tidak bisa mengeluarkan putriku dari penjara,” Mira menggeleng-gelengkan kepalanya. Sungguh dia tidak bisa menerima kenyataan seperti ini.


Dalam hatinya dia berkata. “ Aku harus menemui seseorang yang mampu menolongku, dan juga putriku!”


Mira Yu sedikit tenggelam dalam keputusasaan, dia yang dulunya licik dan picik itu, kini tak berdaya di buatnya. Sungguh keadaan saat ini membuatnya gila.


Lian Xia sudah bersiap, barang-barangnya telah selesai di kemas, saat melihat istrinya yang melamun itu, dengan sedikit berteriak dia berkata. “ Apa yang kau lakukan? Aku memintamu untuk mengemas barangmu, bukannya melamun di sana!”


Mira Yu kaget setengah mati saat mendengar suaminya berteriak itu.


“ Astaga. Bisakah kau tidak berteriak seperti itu? Aku juga sedang mengemas barangku!” Seru Mira.


“ Cepatlah. Kita harus sudah pergi dari sini, tak ada banyak waktu yang tersisa,” ucap Lian Xia.


Mira Yu hanya mendengus kesa, mengapa hidupnya jadi seperti ini? Putrinya masuk penjara, dan sekarang suaminya yang kaya raya itu, bangkrut dalam sekejap mata.


“ Sungguh sial hidupku, semenjak Bella muncul kembali. Andai saja saat itu aku membunuhnya, mungkin situasi seperti ini tidak akan aku alami,” batin Mira.


Setelah mereka berdua selesai berkemas, mereka pun pergi meninggalkan Vila yang selama ini mereka tinggali, terasa sesak didada saat mereka pergi. Namun, pada kenyataannya mereka harus tetap pergi, meninggalkan segala kemewahan yang pernah mereka rasakan selama ini.


Penyesalan memanglah selalu datang terlambat, jika saja waktu dapat di ulang. Mereka tidak akan pernah ingin bertemu dengannya, ataupun berurusan dengan Tuan muda Nelson.


Bahkan orang-orang yang lebih berkuasa pun tak sanggup untuk menyinggung keluarga Hongli.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2