
Sebelum Andre bersuara Nelson telah memutuskan teleponnya. “ Aih,” Andre mendengus kesal.
Dia pun memacu mobil Maserati hitamnya membelah jalanan pusat kota, menuju gedung apartemen Anita.
Di Pub tempat Yohan, Nelson bersama yang lainnya sedang berbincang dan minum bersama, tak lupa juga ada Bella yang kebetulan ikut dengannya, karena Dean dan Dion memilih untuk tinggal bersama Oliver di Mansion.
“ Apa kau tahu, kalau Andre memiliki kekasih?” Yohan yang sudah setengah mabuk itu berkata dengan nada yang sedikit serius. Namun, tidak ada yang menganggapnya serius satu pun.
Nelson hanya tersenyum tipis, lalu dia berkata dengan dingin. “ Tunggu saja, dia akan segera tiba di sini,”
Di bawah gedung apartemen, Andre telah menunggu di pintu keluar dengan mobil Maserati hitamnya. Di bawah cahaya lampu, Andre berdiri seraya menghisap rokoknya, asap rokok terlihat berkerlap-kerlip di antara gelapnya malam.
Di saat dia mengalihkan pandangannya pada pintu keluar, terlihat seorang wanita dengan gaun selutut berwarna Nude berjalan menuruni tangga.
Andre mengulas sebuah senyuman yang begitu tulus, di saat wanita yang di tunggunya telah datang. “ Kau sangat cantik,” batinnya.
Anita yang melihat sosoknya pun segera berhambur menuju Andre yang berada di samping mobilnya. “ Apa kau sudah menunggu lama?” Anita bertanya dengan nada yang terdengar begitu manja di telinganya.
“ Tidak, bahkan ini belum seberapa,” bisiknya seraya mendekap tubuh Anita.
“ Ayolah ini tempat umum,” bisik Anita.
Andre pun melepaskan dekapannya. Lalu membukakan pintu mobil untuk Anita. “ Masuklah,” Andre mempersilahkannya masuk.
Setelah mereka masuk Andre segera mengemudikan mobilnya menuju Pub milik Yohan.
“ Kau akan membawaku ke mana?” tanya Anita.
“ Aku akan mengenalkanmu pada saudara-saudaraku,” jawab Andre.
“ Siapa mereka? Apakah aku mengenal mereka?” Anita sangat antusias saat bertanya, sedetik kemudian Anita menundukkan kepalanya, lalu dia berkata. “ Apakah mereka akan menerimaku? Aku tidak yakin,” ucapnya pelan.
Saat mengemudi Andre menggenggam tangannya seraya berkata. “ Kau terlalu banyak berpikir, mereka bukan tipikal seperti itu. Mereka akan dengan senang hati menerimamu.”
“ Semoga saja mereka sama seperti apa yang kau katakan,” Anita mengangkat kepalanya menatap jalanan malam yang di belah oleh kecepatan mobil yang di kemudikan oleh Andre.
Sesampainya di Pub, Anita begitu gugup, telapak tangannya bahkan bergetar, degup jantungnya terasa lebih cepat dari biasanya. Dia benar-benar gelisah.
Dengan tenangnya Andre menarik tangannya untuk membawanya masuk ke dalam. Suasananya begitu mewah, benar-benar tempat untuk kelas atas, sungguh nasib baik bisa masuk ke sini.
__ADS_1
“ Apa kau menyukainya?” Andre bertanya, seraya terus berjalan masuk ke dalam.
“ Ini sungguh bagus, aku sangat menyukainya,” Anita tersenyum begitu bahagianya. Membuat hati Andre semakin hangat kala melihatnya.
Saat memasuki ruangan VVIP Anita menyapa semua orang dengan begitu sopan dan hormat.
“ Ya. Ini pemeran utamamya,” ucap Yohan yang sedari tadi menunggu mereka.
Anita tersipu malu, wajahnya memerah, saat Yohan membicarakan dirinya. Saat dia memgangkat kepalanya, dia membelalakkan kedua bola matanya, dia terperanjat kaget saat melihat sosok Nelson yang duduk di pojokan.
Wajah angkuh itu tak kan pernah bisa dia lupakan, ya itu adalah Tuan muda Nelson Hongli, suami dari sahabatnya sendiri. “ Nelson, apa yang kau lakukan di sini?” Anita bertanya karena sedikit kaget kala melihat Nelson berada di tempat ini.
Nelson hanya tersenyum tipis, seraya berkata. “ Jadi wanita ini yang telah membuat hidupmu bersemangat kembali?” tanyanya dengan suara begitu dingin.
Anita masih tidak mengerti dengan situasi yang tengah di hadapi olehnya saat ini.
“ Nelson, apa kau mengenal wanitaku? Bagaimana bisa kau mengenalnya?” Andre terus memberondong pertanyaan pada Nelson.
Nelson hanya menganggukkan kepalanya menandakan dia mengenal Anita.
Andre tak ambil pusing dengan kenyataan bahwa Nelson mengenal wanitanya.
“ Anita, perkenalkan dia adalah Tuan muda Nelson Hongli, sahabat karibku. Mereka semua adalah saudara-saudaraku, di kehidupanku sekarang maupun di kehidupan nanti yang akan datang,” seraya menunjuk satu persatu orangnya.
Anita masih termangu, dia berpikir. “ Jika Nelson teman Andre berarti Bella juga temannya, dan dia juga sahabat dari istri Nelson,” batinnya.
Belum selesai Anita sadar dari situasinya. Namun Bella tiba-tiba saja masuk ke dalam. “ Aaahh,” Anita terperanjat kaget saat bertemu dengan Bella.
“ Anita, apa yang kau lakukan di sini? Apa kau tersesat?” Bella terus menerus bertanya pada Anita.
“ Apa kalian sudah saling kenal?” tanya Andre yang begitu penasaran.
“ Tentu saja, Anita adalah sahabat baikku, apa kamu mengenalnya?”
Andre tak menyangka jika Anita adalah sahabat Bella. Nelson hanya tersenyum tipis menanggapi semua hal yang telah terjadi saat ini.
“ Kau, kenapa kau tidak memberitahuku?” Andre bertanya dengan sedikit kesal pada Nelson.
“ Aku bahkan tidak tahu jika dirimu sedang mengencani Anita!” Nelson berkata seraya mengedikkan bahunya.
__ADS_1
Andre menepuk dahinya, karena dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa sekarang?
“ Hati yang bertemu karena kebetulan, memanggil satu sama lain,” ucap Nelson pelan.
Bella yang mendengar perkataannya pun mengerti apa yang di bicarakan oleh suaminya. Perlahan dia memandangi Anita dan juga Andre yang tengah kebingungan.
“ Kenapa harus berpikir rumit, jika kalian saling berkencan maka lanjutkanlah. Tidak ada yang harus di pikirkan lagi, jalani saja. Aku percaya pada Andre, dia pasti menjagamu dengan baik,” Bella berkata seraya merangkul Anita.
Andre yang tadinya bersikap canggung pun akhirnya merasa lega, karena setidaknya Nelson mengenal Anita, terlebih dia adalah sahabat baik Bella.
Anita yang masih termangu mencoba mencerna apa yang di katakan oleh Bella, saat dia menyadari apa maksud Bella dia pun tersipu, wajahnya memerah.
“ Jika kalian bersama, berarti kalian bisa menjadi pengiring pengantinku nanti,” Bella bersorak gembira karena sahabatnya bisa mendapatkan hati Andre yang terkenal dingin serta setia terhadap mendiang istrinya.
Sudah lama juga Andre hidup menyendiri, dan hanya di temani oleh Nelson dan para sahabatnya. Terlebih baru kali ini dia berani mengencani seorang wanita dan mengenalkannya pada Nelson dan sahabatnya. Pertanda dia serius menjalin hubungan dengan Anita.
Keesokan harinya.
Nelson menemani Bella untuk memilih gaun pengantinnya. Tetapi setelah berkeliling seharian mereka tidak mendapatkan gaun yang diinginkan oleh Bella.
Hingga mereka memutuskan untuk kembali ke Mansion.
Setelah makan malam tanpa di temani oleh suaminya, Bella berbaring di sofa ruang keluarga sambil melihat tabletnya. Sedangkan kedua putranya berada di lantai atas di temani oleh Oliver.
Toko gaun pengantin besar maupun kecil di kota Jincheng sudah di datangi semua, tetap tidak ada gaun pengantin yang membuatnya puas. Mereka yang di sebut desainer terkenal, juga hampir sama hanya berbeda sedikit, hanya terlihat lebih mewah dengan balutan mutiara saja.
Perusahaan WO demi memenuhi permintaannya, mengumpulkan gambar desain gaun pengantin dari seluruh penjuru negeri, harga yang dikeluarkan pun sangat fantastis. Setelah semua gambar desain di foto, lalu di kirimkan ke email Bella.
Bella berbaring di atas sofa, tidak terlalu serius melihat semua gambar desain gaun pengantin itu, di saat dia sudah putus asa melihat gambar itu, Bella menghentikan jarinya seketika matanya bersinar.
*
*
*
Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih atas dukungannya. Salam sayang dan sehat selalu.🙏🥰🫶🌹🌹🌹🌹
Bersambung
__ADS_1