ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 46


__ADS_3

Setelah merias diri, Bella bersiap berangkat ke kantor. Bella duduk di meja makan bersama kedua putranya.


Bella menjalani rutinitasnya seperti biasanya, setelah sarapan Bella bergegas berangkat kerja. Dia tergesa-gesa sehingga tidak memeriksa keadaan kedua putranya.


Dean bergegas menuju kamarnya agar dia bisa beristirahat. Dean meminum obat pereda nyeri dan tertidur.


Dion semakin khawatir pada Dean tapi dia tidak ingin memberitahu ibunya. Dion membiarkan Dean beristirahat sedangkan dia membereskan meja makan dan mencuci piring menyelesaikan pekerjaan rumah.


Ketika Dion pergi ke kamar Dean, dia tidak mendapati Dean di tempat tidurnya. Dia mencari-cari keberadaan kakaknya, hingga akhirnya dia melihat Dean berada di balkon sedang menatap layar laptopnya, sepertinya Dean sedang mengerjakan sesuatu.


Dion menghampiri kakaknya melihat apa yang ada di layar laptopnya. Dion bertanya. “ Kau sedang melihat apa, Kak?” Bukankah kau sedang sakit? Sebaiknya kau beristirahat,” ucapnya.


Dean hanya berkata. “ Aku baik-baik saja!” Namun Dion semakin khawatir kala Dean berkata seperti itu.


“ Dean bukankah hari ini kita ada janji dengan Ayah Nelson?” Tanya Dion.


“ Apakah hari ini?” Ucap Dean.

__ADS_1


“ Ehhmm…” Dion seraya menganggukkan kepalanya. Kemudian berkata.


“ Sepertinya kita akan menginap di tempat ayah Nelson, apakah ibu akan baik-baik saja jika kita menginap?


Dion sedikit khawatir namun Dean dengan tenang berkata. “ Aku akan bicara dengan ibu,” ucapnya. Dion merasa sangat lega ketika mendengarnya.


“ Baiklah, sebaiknya kau istirahat karena sore ini nanti ayah Nelson akan datang menjemput kita di bawah,” ucap Dion.


Dean hanya menganggukkan kepalanya seraya mencari-cari ponselnya. Dean mencoba menghubungi ibunya.


Tuuut… tuuut… tuuut…


“ Ibu, kami ingin menginap di rumah paman Nelson, apakah ibu mengizinkannya? Ibu tahu kan bahwa paman Nelson yang merayakan ulang tahun kami? Lagi pula kami sudah pernah menginap di sana Bu, bagaimana? Tanya Dean.


“ Dean, ibu tidak terlalu yakin dengan orang yang kalian panggil paman Nelson, tapi jika menurutmu paman Nelson adalah orang baik maka ibu akan mengizinkan kalian menginap di sana,” jawab Bella.


“ Kami akan berangkat sore nanti, aku sudah memasak untuk ibu dan menyimpannya di dalam kulkas. Ketika pulang kerja ibu tinggal memanaskannya. Jangan khawatirkan kami, kami akan baik-baik saja Bu,” ucap Dean. Dia pun mengakhiri panggilannya bersama ibunya.

__ADS_1


Bella Xia sedang makan siang ketika dia mendapatkan panggilan dari putranya Dean. Dia berpikir sejenak,” Apakah benar orang itu ingin kedua putranya memanggilnya ayah?”


Bella berpikir. “ Kenapa aku tidak menanyakan lebih detail tentang orang itu?”


Kini Bella sadar semenjak bekerja dia tidak mengetahui lagi aktivitas kedua putranya itu. Dia bahkan berpikir apakah sebaiknya dia berhenti bekerja? Namun jika dia tidak bekerja bagaimana mungkin dia membiarkan kedua putranya untuk mencari nafkah untuknya. Bella menepis semua pikiran yang berada di kepalanya.


“ Nona Bella.”


Terdengar suara dengan jelas yang memanggil namanya, seketika membuyarkan lamunannya.


“ Nona Bella, Presdir meminta Anda datang keruangannya,” ucap Evan.


Bella masih termangu kala mencerna perkataan dari sekretaris presdir. Setelah berapa lama, akhirnya Bella bereaksi dan kembali melayangkan pertanyaan pada Evan. “ Ada apa presdir memanggilku? Tanyanya.


Evan hanya menggelengkan kepalanya menandakan dia tidak tahu apa-apa.


Bella bangkit dari duduknya membereskan tempat makan siangnya, dan segera ikut pergi bersama dengan Evan menuju ruangan presdir Nelson Hongli. Dalam benak Bella. “ Kenapa Nelson memanggilnya?”

__ADS_1


Like, vote, dan komen ya guys. Terima kasih.🙏🥰🫶


Bersambung


__ADS_2