ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 157


__ADS_3

Nelson mengulurkan sebuah undangan yang sangat mewah itu oada Gu Yan. Tertulis dengan jelas nama Bella yang bersanding dengan nama Tuan muda Nelson.


“ Baiklah, aku akan datang ke pesta pernikahanmu nanti.” Seraya memandangi anak-anak yang tengah bermain itu.


“ Lalu bagaimana Ayahmu Bella? Kau sudah menemuinya? Ku dengar perusahaannya, jatuh bangkrut,” ucapnya, sedikit menelisik pada Nelson.


Nelson yang sedang menyesap tehnya, hanya tersenyum tipis, benar-benar membuat orang bingung.


“ Ya. Bahkan vila peninggalan Kakek saja sudah mereka jual tanpa sepengetahuanku,” Bella tersenyum getir.


“ Lalu bagaimana? Apa kau bertemu dengannya? GunYan kembali bertanya pada Bella.


Bella menganggukkan kepalanya, seraya berkata. “ Kami sudah menemuinya. Namun, dia malah mengusirku dan juga Nelson untuk pergi meninggalkan rumahnya. Aku juga tak habis pikir.” Ujar Bella sedikit murung.


Gu Yan juga tak habis pikir, kenapa mantan kakak iparnya itu bersikap seperti itu.


Nelson hanya duduk tenang seraya menyimak percakapan mereka berdua, dia tidak banyak bicara, sesekali hanya menampilkan senyuman yang tipis.


Gu Yan tidak terlalu banyak bertanya pada Nelson, karena dia tahu, bahwa Nelson adalah orang yang sangat bertanggung jawab, dalam dunia bisnis tidak ada yang tidak mengenal dirinya.


Betapa beruntungnya Bella mendapatkan perhatian Tuan muda ini. Dirinya juga tidak perlu mengkhawatirkan keadaan Bella lagi, karena di sisinya sudah ada yang mendukungnya. Tak ada yang perlu di pertanyakan lagi, jika mereka menikah maka menikahlah.


“ Makanan telah siap,” Samantha setengah berteriak saat memanggil mereka ke meja makan.


“ Ayo makan, kalian pasti belum makan siang, bibi sudah menyiapkan banyak makanan untuk kalian,” ajaknya.


Nelson beserta Bella tersenyum tipis seraya beranjak menuju meja makan, di sana sudah ada kedua putra kembarnya bersama Billy, dan juga Samantha.


Terlihat begitu banyak makanan yang sudah di sajikan di meja makan. Dean dan Dion bahkan makan dengan begitu lahap. Nelson tersenyum melihat kedua putranya makan.


Setelah selesai makan Billy masih menemani anak-anak bermain catur. Dia bahkan menggerutu karena terus menerus kalah oleh anak yang lebih muda darinya.


“ Kakak, mengapa anak-anak ini begitu tangguh? Bahkan mereka tidak memberiku satu kesempatan pun untuk menang,” dengan kesalnya Bily bertanya pada Bella sepupunya.


Bella hanya menanggapi dengan sebuah senyuman, lalu dia berkata. “ Bahkan walaupun kau mengulangnya berkali-kali pun, kau tidak akan menang melawan mereka,” ujarnya dengan bangga.


Billy hanya menganga, dia yang notabenenya pemain catur dapat di kalahkan oleh dua anak kecil ini.

__ADS_1


Gu Yan pun bertanya. “ Berapa angka kecerdasannya?”


“ Mereka?” ucap Bella seraya menunjuk kedua putranya.


“ Ya mereka, jika itu kau Paman tidak akan bertanya,” seraya mengejek Bella.


“ Mereka memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata,” ucapnya seraya memasukkan buah apel ke dalam mulutnya.


“ Aku juga memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Jadi berapa, kak?” Billy bertanya dengan tidak sabar.


Bella menelan apelnya dengan begitu kasar, Nelson yang melihatnya tersenyum, seraya menepuk bahunya dengan lembut. “Jangan terburu-buru, kau akan tersedak jika seperti ini,” ucapnya dengan suara yang pelan.


“ IQ nya 185,” suaranya tersengar begitu tegas, lantang.


Wusshh.. Gu Yan yang sedang meminum teh pun, menyemburkan air tehnya di hadapan Nelson.


Sedangkan Nelson sendiri hanya memejamkan matanya, mengingat wajahnya telah basah oleh ulah Paman Bella. Dia tidak bisa berkata-kata. Nelson begitu syok dengan apa yang baru saja terjadi.


Samantha begitu terkejut kala melihat suaminya itu. “ Aih… apa yang telah kau lakukan pada Tuan muda Hongli?” Dia setengah berteriak seraya mengambil tisu untuk membersihkan wajah Nelson.


Billy juga begitu terkejut, mendengar pernyataan yang Bella berikan.


“ Jadi kedua putramu itu sangat jenius?”


Gu Yan benar-benar terkejut, sampai dia melupakan apa yang telah terjadi pada Nelson. Namun, sedetik kemudian dia menyadari apa yang telah terjadi pada Nelson.


Mulutnya ternganga, kala Nelson telah meletakkan jasnya yang agak basah itu di sofa.


“ Maafkan aku, aku tidak sengaja melakukannya,” ucapnya dengan penuh penyesalan, beberapa kali dia membungkuk hormat pada Nelson.


Nelson hanya terdiam, tatapannya begitu dalam. Dean yang menyadarinya segera datang pada ayahnya. Dengan lembut dia mengelap wajah Nelson dengan sapu tangan miliknya.


“ Tidak apa-apa, ini hanya sebuah kecelakaan,” ucap Dean lembut pada ayahnya Nelson.


Nelson tersenyum dengan penuh arti, seraya mengusap puncak kepala putra sulungnya.


Setelah mereka berbincang banyak hal, mereka pun undur diri untuk segera meninggalkan kediaman Paman Bella. Namun, sebelum mereka pergi Samantha memberikan dua amplop merah pada kedua putra Bella, sebagai pertemuan mereka.

__ADS_1


Nelson sebenarnya enggan menerima semua itu. Namun, Bella mencoba menghargai setiap pemberian orang lain padanya. Karena tidak baik juga menolak saat di beri sesuatu oleh orang.


Billy merasa berat melepaskan kedua anak kembar itu, dia masih sangat ingin bermain dengan mereka, walau perbedaan usia mereka terpaut tiga belas tahun. Karena baru kali ini dia menemui orang yang satu frekuensi dengannya.


Di dalam mobil menuju arah pulang, Dean menatap pada kaca jendela mobil, dia terlihat menampilkan senyuman yang begitu tipis. Nelson hanya memperhatikan mereka berdua lewat kaca spion di depannya.


Sedangkan Bella terus memegangi tangan Nelson yang satunya. Seraya mengulas senyum yang penuh arti, entah apa yang dipikirkan olehnya, dirinya tidak mengerti sama sekali.


Kembali ke Andre.


Di dalam kamar, Andre sedang menatap foto mendiang istrinya. Dia teringat akan senyuman yang senantiasa membayanginya.


Drrrttt… Drrrttt.. ponsel Andre bergetar, terlihat sebuah pesan masuk. “ Aku sangat merindukanmu, apakah kita bisa bertemu?” Isi pesanannya.


“ Tentu, aku akan menjemputmu,” balas Andre.


Andre tersenyum saat dirinya telah mendapat pesan Anita. Terkadang dia merasakan kembali getaran-getaran cinta yang selama ini tak pernah lagi dia rasakan. Namun setelah bersama Anita, segalanya berubah, dia merasa kini hidupnya lebih berwarna, hari-harinya menjadi begitu hangat atas kehadiran Anita.


Andre bersiap keluar rumah, sebelum itu dia menatap kembali foto mendiang istrinya.


“ Mungkin kini seharusnya aku tidak lagi berduka atas kepergianmu. Kuharap kau bisa beristirahat dengan tenang, jangan khawatir lagi padaku. Jagalah putri kita dengan baik, sampai saatnya tiba aku bertemu lagi denganmu. Maafkan aku karena terus menerus membuatmu tidak tenang,” batinnya seraya meninggalkan rumah.


Drrrttt… Drrrtt.. ponsel Andre kembali bergetar, terlihat itu adalah panggilan masuk dari Nelson.


Dia menjawabnya, dan terdengarlah suara dari seberang telepon. “ Kau sedang di mana?” tanyanya


“ Aku sedang di jalan, kau di mana sekarang? ucapnya.


“ Aku berada di tempat Yohan, datanglah kemari. Bukankah kau akan mengenalkanku pada seseorang? Cepatlah datang. Jangan lupa ajak wanita yang sudah mampu membuatmu hidup kembali,” pinta Nelson. Namun terdengar seperti sebuah ancaman baginya.


*


*


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih untuk dukungannya.🙏🥰🫶🌹🌹🌹🌹


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2