ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 145


__ADS_3

Nelson tidak menjawab, tapi dia mendekap tubuh Bella, lalu menundukkan kepalanya untuk mencium bibir merah yang ranum itu.


Keduanya berdiri di bawah cahaya rembulan berciuman dan berpelukan, mereka seolah-olah ingin melampiaskan kerinduan mereka yang tak ada habisnya walau hanya berpisah beberapa jam saja. Namun mereka seperti tidak bertemu bertahun-tahun lamanya.


Setelah berciuman, Nelson tetap tidak melepaskannya, Bella bersandar di dadanya yang kekar itu, yang membuatnya begitu nyaman jika berada di dekatnya. Senyum tipis tersungging di sudut bibirnya. Terlihat dirinya begitu menikmatinya.


Nelson perlahan melepaskan tangan di pinggang Bella sambil tersenyum lebar padanya. “ Sudah berapa lama kita berpisah?”


“ Baru sembilan jam,” Bella menjawab tanpa berpikir, wajahnya terlihat puas. Ketika mereka berpisah, Bella selalu mengingat setiap detiknya di dalam hati.


“ Jawabanmu salah, kau harus di hukum,” setelah Nelson selesai berbicara, tangannya lalu merangkul kepala Bella dan mencium bibirnya lagi. Kali ini dia agak agresif, dia juga menggigit bibirnya, hingga sedikit mengeluarkan darah.


Bella merasa sakit, dia mendorong tubuh Nelson menjauh. “ Di mana salahnya?”


Nelson menyipitkan matanya, dia berkata dengan begitu serius. “ Sepuluh jam dua puluh tiga menit, empat puluh detik,”


Bella terdiam sejenak, dia berpikir cukup keras lalu berkata. “ Perlukah sampai begitu akurat, sampai detik pun tidak terlewatkan olehmu,” ucapnya dengan kesal.


“ Katakanlah kompensasi apa yang ingin kamu berikan padaku?” Nelson bertanya sambil tersenyum.


“ Bisakah masalah kompensasi kita bahas nanti? Jika kita terus di sini, tidak lama lagi orang-orang akan melihat kita di sini? ucapnya sambil berkedip nakal pada suaminya.


Membuat jantung Nelson tanpa sadar berdegup dua kali lebih kencang, darahnya seakan mengalir begitu deras hingga ke ubun-ubun. Segera tubuh hangatnya mendekat, aura dari Nelson semakin terasa kuat seakan tubuh Bella tak mampu melawannya. Dirinya menikmati saat Nelson mendekapnya dengan begitu kuat.


“ Jika orang lain melihat kita, dan membuat keributan dengan itu. Aku bahkan dapat membuat mereka tidak dapat lagi berbicara,” Nelson tertawa kecil, dan bibirnya yang tipis dan seksi itu kembali mencium Bella sedikit lama dari sebelumnya.


Mario yang berjalan tidak sengaja melihat pemandangan itu, dua orang berciuman tanpa kendali di samping mobil.

__ADS_1


Dia tanpa sadar menghentikan langkahnya, sosoknya yang tinggi tersembunyi dalam kegelapan. Menyaksikan kemesraan mereka yang tak hilang-hilang. Bahkan mereka tidak memedulikan kehadiran orang di sekitar mereka berdua.


Setelah berciuman, Nelson mendekatkan bibirnya dan berbisik dengan begitu mesranya, karena jaraknya terlalu jauh, Mario sama sekali tidak bisa mendengar apa yang dikatakan Nelson. Dia pun hanya melihat wajah Bella yang memerah. Dengan manjanya dia menepuk-nepukkan tangannya dengan lemah di dada bidang Nelson.


Nelson tidak marah, dia hanya meraih tangan Bella dengan lembut, Nelson kembali mendekatkan tubunya lalu merangkulnya masuk ke dalam mobil. Sesaat kemudian mobil itu pergi, membelah jalanan dan menghilang dalam gelapnya malam.


Sampai mereka pergi, Mario baru perlahan keluar dari bayang-bayang malam. Melihat Bella begitu mesra dengan Nelson membuat hatinya terluka. Rasa penyesalan kembali timbuk di hatinya.


Seandainya Mario tidak meninggalkan Bella, mau menerima Bella dan janin yang dikandungnya saat itu. Mungkin dirinya sudah berbahagia menjalani hidup dengan Bella.


Mario meremas bungkus rokok di tangannya dia begitu frustrasi dibuatnya. Raut wajahnya begitu muram. Kini dia benar-benar harus merelakan Bella untuk bersama Nelson. Dia menundukkan kepalanya seraya tersenyum getir.


Mobil Ferari yang di kendarai oleh Nelson telah berhenti di depan pintu Mansion.


Nelson membukakan pintu mobil untuk Bella. “ Keluarlah.”


Bella melirik sekilas, ekspresi wajah suaminya itu menampakkan nafsu yang terang-terangan. Dia selau dapat melontarkan kata-kata memalukan dengan ekspresi tidak berdosa. Namun kenyataannya mereka sama-sama mengerti bahwa, setiap kalinya napas Nelson yang memburu itu berarti dia sangat menginginkan dirinya.


Bella keluar dari mobil, dia menuju pintu, dia memasuki mansion yang sudah gelap. Dia mencampakkan Nelson, Bella bergegas menuju kamar mandi.


Saat ini dia sedang berendam di dalam air hangat yang beraroma mawar dengan santai, betapa nyaman dan santainya dirinya saat ini.


Dia baring di dalam bak mandi yang besar dan hampir ketiduran. Seandainya tidak ada suara ketukan pintu. Dan suara suaminya tidak terdengar, dia akan tertidur di dalam kamar mandi hingga besok pagi.


“ Aku beri kamu waktu lima menit, jika tidak keluar. Aku yang akan masuk!” Terdengar suara Nelson yang tendah dan menggoda dari luar.


“ Tunggulah sebentar,” Bella menjawab dengan sedikit kesal. Pelan-pelan dia keluar dari bak mandi, menarik handuk yang besar untuk menutup tubuhnya.

__ADS_1


Setelah itu dia berdiri di hadapan cermin besar, pelan-pelan menepuk air toner pada wajahnya, setelah itu, baru mengeluarkan sedikit lotion, lalu meratakan di dalam telapak tangannya, lalu mengoleskannya pada bagian tubuhnya.


Gerakannya sangat santai, sama sekali tidak merasa panik. Dia bahkan tidak memedulikan suara suaminya yang terus-menerus memanggilnya.


Pintu kamar mandi yang sudah di kuncinya tiba-tiba terbuka, Bella terperanjat kaget kala melihat Nelson sudah berada di dalam. Bella mundur dua langkah, kepalanya hampir berbenturan dengan cermin.


“ ka-mu kenapa bisa masuk?” tanya Bella dengan heran.


Nelson memainkan kunci cadangan di tangannya. “ Jangan lupa, bahwa aku yang mendesain mansion ini!” ucapnya. Seraya tersenyum penuh kemenangan.


Setelah selesai berbicara, dengan santaimya Nelson melempar kunci tersebut ke meja rias, lengannya yang kuat melingkar pada pinggang kecil Bella, dia menariknya sedikit lebih dekat dengan tubuhnya, seluruh tubuh Bella langsung jatuh ke dalam pelukannya. Nelson menerimanya dengan senang hati.


Bella sangat kesal, salah diri sendiri yang terlalu merendahkan saingannya. Ternyata dia bisa melakukan apa pun. Apa lagi cuma kunci, dia bahkan dapat membukanya dengan begitu mudah.


Sebenarnya Bella tidak ingin Nelson mencapai tujuannya dengan semudah itu, akan tetapi dia kurang berpengalaman dalam hal seperti ini, sedangkan Nelson sudah ahli dalam menggoda wanita, dengan lihainya dia memciumi Bella dan membawanya berpindah ke dalam kamar. Dan tidak sabaran langsung menekan Bella ke tempat tidur.


Padahal mereka hanya berpisah selama sepuluh jam saja, tetapi seakan mereka diliputi oleh kerinduan yang sangat besar. Setiap kalinya, saat bertemu lagi setelah Nelson pulang bekerja, Nelson akan menyiksanya dengan habis-habisan, seperti dia ingin mengisi kekosongan yang terlewat.


Pada Keesokan harinya, dengan kelelahan Bella tidak dapat bangun dari kasurnya. Sementara Nelson tetap berangkat kerja dengan segar dan bersemangat. Dia tidak terlihat lelah sama sekali setelah semalaman menggarap Bella tanpa ampun.


*


*


*


Terima kasih atas dukungannya, maaf jika masih banyak kurang dan salahnya🙏🥰🫶🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2