
Membuat Anita jijik dan tak segan-segan menyiramkan seember air pada kekasihnya dan juga selingkuhannya, dengan berani dia menarik dan menampar pria brengsek yang ada di hadapannya.
“ Ya! Berani-beraninya kau menamparku dan membuang air itu ke tubuhku?” Suara kemarahan terdengar menggelegar di dalam kamar.
“ Aku rasa, hubungan kita tidak bisa di pertahankan lagi. Mungkin aku yang salah menilaimu, mungkin aku juga yang tak memahami keinginanmu saat bersamaku.”
“ Setelah semua perjuanganku untuk pergi bersamamu, bahkan aku rela meninggalkan keluargaku untuk bisa bersamamu.”
“ Namun aku sadar sekarang kau tidak lebih baik dari pria yang pernah bersamaku, tak bisakah kau bersabar sebentar?”
“ Aku bahkan sedang meyakinkan ayahku, agar dia bisa menerimamu. Tapi apa yang aku dapat adalah sebuah pengkhianatan, tega-teganya kau memperlakukanku seperti ini! Setelah apa yang kuberikan padamu.” Anita dengan berlinang air mata berlari melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat terkutuk ini. Anita berlari tanpa arah hingga menuju parkir, dia menangis sejadi-jadinya, dia merasa sangat terpuruk dengan kejadian ini, Anita ingin menghubungi Bella, namun dia enggan melakukannya.
Dia malu karena sempat bertengkar hebat dengan Bella karena Bella sangat tidak menyukai kekasihnya itu, hingga Anita meninggalkan Bella dan anak-anaknya di Eropa. Namun setelah beberapa tahun, hubungan mereka telah membaik.
Di saat Anita menangis tiba-tiba ponselnya berbunyi, dari layar terlihat jika Dean lah yang menghubunginya. Dengan sedikit menahan tangisnya Anita menjawab teleponnya.
“ Halo, ibu baptis apakah kau senggang hari ini? Terdengar suara dari seberang teleponnya.
“ Ehmm, sepertinya aku akan sibuk. Maafkan ibu ya sayang.” Dia menahan tangisnya, suara Anita pun terdengar lirih dan berat.
Dean menyadari kejanggalan, dia terus bertanya pada Anita, hingga akhirnya tangis Anita pecah. Dean yang mendengar Anita menangis pun menutup teleponnya, dengan bergegas dia meminta sopir mengantarnya ke alamat yang diberikan oleh Anita padanya.
__ADS_1
Di mansion Nelson, Bella dan Nelson tidak mengetahui Dean pergi, yang mereka tahu adalah jika Dean pergi ke halaman belakang, namun kepala pelayan mengatakan bahwa, tuan kecil Dean pergi membawa seorang sopir bersamanya.
Di tempat lain Dean sudah sampai di area parkir di dalam gedung apartemen, Dean dengan seksama mencari mobil Anita, dengan susah payah dia mencari akhirnya Dean menemukan Anita.
Dia menghampiri mobilnya, dengan lembut mengetuk kaca jendela mobil, Anita mengangkat kepala kala melihat wajah Dean, dia tidak mengenali Dean. Karena Dean kelihatan kurus dan tinggi.
Namun ketampanan Dean tidak berubah. Dia tetap tampan dan dingin, namun di setiap raut wajahnya yang dingin terselip sebuah jiwa yang perhatian dan sangat hangat. Ya, Dean memang tidak pandai mengekspresikan sesuatu, bahkan dia jarang berkata terima kasih pada seseorang.
Walaupun usianya baru sembilan tahun, namun jiwanya sungguh dewasa, dia sudah memikirkan rencana masa depannya, sudah mengatur keuangan ibunya, sungguh sangat sempurna.
“ Apa kau baik-baik saja ibu?” Dia bertanya, ketika Anita menurunkan kaca jendela mobilnya, membuat Dean sedikit terluka. Bagaimana tidak? Melihat Anita yang notabenenya adalah sahabat ibunya dan juga ibu baptis baginya, dengan bergegas membuka pintu mobil, dia menghampiri Anita seraya berlutut Dean memegang tangan Anita dengan lembut, seraya berkata.
“ Apa yang terjadi? Katakan lah sesuatu padaku?” Dean memandang nanar wajah Anita. Dan tangis Anita pun pecah kala mendapat perlakuan yang hangat darinya, dengan cekatan Dean mengusap lembut wajah Anita yang telah basah oleh air mata, seraya berkata.
“ Tenang saja, sekalipun itu hal yang memalukan aku akan setia menjadi pendengar yang baik untukmu. Walau aku tidak pandai menghibur seperti Dion. Namun aku bisa meminjamkan bahuku yang kecil ini untuk tempatmy bersandar.” Seraya menepuk-nepuk bahunya yang kecil.
“ Jadi kau jangan takut. Aku, saudaraku dan ibuku akan selalu bersamamu dan tidak akan meninggalkanmu percayalah.”
Tangis Anita sudah sedikit mereda, dia merasa terhibur oleh kehadiran Dean, dia seperti malaikat pelindung, andai saja Dean adalah pria yang seusia Anita, dia akan mengejarnya hingga dapat bersamanya. Tapi kenyataannya dia adalah bocah genius sembilan tahun yang bisa mengerti akan rasa sakitnya, sungguh luar biasa.
Anita sudah sedikit tenang, dia mulai berbagi rasa sakitnya pada Dean. Anita menceritakan semua yang terjadi hari ini, Dean yan genius dengan cepat dapat mengerti apa yang di ucapkan oleh Anita. Dengan sedikit bersimpati pada Anita karena pengkhianatan yang di dapatkannya hari ini.
__ADS_1
Dean mencoba menghiburanya, bahkan Dean mengajak Anita untuk pergi ke taman hiburan agar mengobati patah hatinya. Anita dengan sedikit tenang pun mengiyakan ajakan Dean, siapa tahu jika dia pergi akan menghibur hatinya yang terluka sekarang.
Anita benar-benar tidak menyangka jika Dean memiliki jiwa yang hangat dan sangat peduli, dia bahkan dapat menenangkan hati Anita yang sedang risau. Sungguh anak yang luar biasa.
Di mansion Nelson.
Nelson sedikit khawatir karena menjelang malam Dean belum kembali, dengan tidak sabar dia menghubungi Roy supir pribadinya, menanyakan keberadaan Dean. Setelah mendapat kabar bahwa Dean berada di taman hiburan pun, membuat Nelson sedikit lega. Nelson menyadari jika Dean pergi tidak membawa obatnya, dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Dean entah kenapa dia merasa jika dirinya semakin terikat dengan Dean. Dia merasa seakan memiliki hubungan dengan mereka. Jika dipikirkan lagi, tidak mungkin secara kebetulan jika kedua anak itu sangat mirip dengannya.
“ Nelson.. Nelson…” panggil Bella.
Nelson yang masih termangu tidak merespon panggilan Bella.
“ Ada apa? Apakah sesuatu telah terjadi?” Tanya Bella dengan suara sedikit cemas
“ Ah. Tidak ada yang terjadi, aku hanya menghubungi Roy bertanya keberadaan Dean.”
“ Lalu?” Tanya Bella bingung.
“ Dia sedang berada di taman hiburan bersama dengan Anita Ye.” Nelson menjawab dengan sedikit menggoda, dia berbisik di sebelah telinga Bella yang membuatnya bergidik ngeri.
“ Bagaimana kalau kita melakukannya terlebih dahulu sebelum anak-anak kembali ke sini.” Bisik Nelson. Bella yang sudah bergidik ngeri berusaha untuk meninggalkan Nelson, tapi Bella kalah cepat dengan tangan Nelson yang menarik lengan Bella hingga membuatnya jatuh kepelukan Nelson, Bella mencoba melepaskan dirinya dari cengkeraman Nelson tapi semua sia-sia saja, bahkan Nelson tidak bergeming kala Bella meronta. Dengan gerakan yang cepat Nelson segera menggendong Bella ala bridal menaiki anak tangga, menuju kamarnya.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih. 🙏🥰🫶🌹🌹
Bersambung