
Nelson tidak mengatakan sepatah kata pun, dia segera beranjak pergi menuju taman bunga di mana Bella berada.
Sesampainya di sana, Nelson mendapati pemandangan yang sangat indah, di mana Bella tersenyum lebar. Dia terlihat bahagia.
Nelson sejenak ragu, dia menggenggam erat berkas ditangannya. Apakah bisa dia mengatakan kebenarannya?”
Dengan segenap jiwa dan hatinya. Nelson memberanikan dirinya untuk menghampiri Bella.
Nelson berkata. “ Bella, kemarilah! Aku ingin bicara sebentar.”
Bella berkata. “ Kenapa Dean tidak ikut pulang?”
Nelson menjawab dengan lembut, dia berkata. “ Di sana masih ada urusan yang belum diselesaikan, aku pulang ke sini untuk mengurus sedikit masalah, aku akan kembali kesana tiga hari lagi.”
Bella sedikit menundukkan kepalanya, Bella yang memetik bunga pun menghentikan aktifitasnya. Dirinya mulai melangkah menghampiri Nelson, seraya berkata. “ Lihatlah, bunga ini begitu indah.”
Nelson hanya tersenyum menanggapi perkataan Bella.
Nelson berkata. “ Duduklah di sini, aku akan memperlihatkanmu sesuatu!”
Bella sedikit bingung, dia bertanya. Ada apa? Kenapa raut wajahmu serius seperti itu?”
Nelson menyerahkan sebuah berkas, di mana berkas itu adalah pernyataan hasil tes DNA miliknya, dengan Dean.
Nelson berkata. “ Buka, dan lihatlah dengan seksama.”
Bella membukanya secara perlahan, setelah dia melihat dan membaca isinya. Dia mulai tahu makna dari pernyataan tersebut. Bella begitu kaget kala mengetahui bahwa Nelson, adalah ayah biologis dari kedua putranya.
Bella tidak bisa bereaksi, dia begitu terkejut dengan hal tersebut. Bella merasa marah, sedih, dan juga kecewa. Dia tidak bisa mengungkapkannya. Perlahan butiran crystal bening mulai turun dan membasahi wajah cantiknya itu.
Bella dengan suara bergetar, dia berkata. “ Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan?”
Bella tiba-tiba menjauh dari Nelson, dia dengan cepat berlari meninggalkan Nelson.
Nelson tidak bereaksi. Dia terdiam melihat Bella pergi meninggalkannya. Dalam hatinya berkata. “ Ah, ternyata ini akhirnya. Bella meninggalkanku!”
Bella pergi hanya membawa sedikit uang di sakunya, dengan linglung dia menaiki taksi menuju rumah Anita Ye.
Ting tong…ting tong..
Suara bel berbunyi, dengan berlinangan air mata Bella menekan bel apartemen Anita.
__ADS_1
Cekrek… suara pintu di buka.
Dengan kaget Anita bertanya. “ Bella apa yang terjadi denganmu?”
Bella hanya menangis sesegukan, di depan pintu apartemen Anita.
Anita mencoba menenangkan Bella, dengan lembut dia berkata. “ Masuklah, kau pasti kedinginan!”
Anita Ye membawa Bella masuk, memberikan secangkir minuman hangat pada Bella, dengan lembut Anita kembali bertanya. “ Apakah sesuatu telah terjadi? Bicaralah padaku, mungkin aku bisa mengurangi bebanmu!”
Bella mencoba membuat dirinya tenang, setelah beberapa lama, akhirnya Bella mengeluarkan suaranya.
Dengan suara sedikit terisak dia bertanya. “ Apa yang harus kulakukan?
Anita kembali bertanya. “ Apa maksudmu? Jelaskan sedikit padaku, agar aku mengerti permasalahannya!”
Anita menjawab dengan lirih. “ Aku tidak tahu harus berbuat apa? Aku terlalu bingung dengan situasi sekarang!”
Anita sedikit tidak sabar, dengan lantang dia berkata. “ Apakah kau tidak akan memberitahu aku tentang ini?”
Bella yang masih sesegukan itu berkata. “ Hari ini aku di kejutkan dengan sebuah kebenaran, aku bahkan tidak dapat bereaksi kala aku mengetahuinya.”
Anita sedikit bingung dibuatnya. “ Kebenaran tentang apa? Apakah Nelson memiliki wanita lain? Atau dia menyakitimu? Apa yang sebenarnya terjadi? Jika kau tak bicara, bagaimana aku tahu semua itu?”
“ Anita, apakah kau ingat tentang pria yang meniduriku sepuluh tahun yang lalu?” Tanya Bella.
Anita menganggukkan kepalanya seraya berkata. “ Ya, tentu saja aku ingat tentang itu! Karena itu adalah titik balik hidupmu.”
Bella sedikit teraenyum pedih kala mengatakannya. “ Hari ini aku baru saja tahu jika Nelson adalah pria yang tidur bersamaku di sebuah kamar suite.”
Anita menyela perkataan Bella, dengan sedikit bingung dia berkata. “ Apakah laki-laki itu adalah Tuan muda, Nelson Hongli?”
Bella menganggukkan kepalanya, dengan lirih dia berkata, “ Ya, itu dia. Dialah yang telah merenggut kehormatanku, orang yang membuatku mengandung putraku! Aku tidak tahu harus berbuat apa sekarang, aku bahkan meninggalkan Dion di sana!”
“ Ibu macam apa aku ini? Tega-teganya aku pergi meninggalkan Dion di sana sendirian.” Seraya menepuk-nepuk kepalanya dengan keras.
Anita yang melihat Bella menyakiti diri sendiri pun mencoba menghentikan, seraya berkata. “ Bella berhentilah, kau menyekiti dirimu sendiri!”
Bella yang menangis pun bertanya. “ Anita, bantu aku. Aku harus bagaimana sekarang?”
Anita sedikit bingung, dia bertanya. “ Bella, sekarang bagaimana perasaanmu? Apakah kau membenci Nelson? Atau kau benar-benar jatuh cinta padanya?”
__ADS_1
Bella mencoba menghentikan tangisannya, dengan tenang dia memjawab. “ Awalnya aku tidak bisa menerimanya. Aku marah padanya!”
Anita kembali menyela perkataan Bella, “ Apakah kau membencinya sekarang?”
Bella menundukkan kepalanya, dia berkata seraya mengangkat kembali kepalanya. “ Mungkin aku membenci kejadian sepuluh tahun yang lalu itu. Namun, aku sadar aku tidak ada hak untuk membenci dirinya.”
Anita semakin mendekat pada Bella, dengan lembut dia menepuk pundak Bella yang bergetar, seraya berkata. “ Jernihkanlah pikiranmu. Jika kau membutuhkan tempat untuk sementara, tinggallah di sini bersamaku untuk sementara waktu.”
Bella berkata. “ Sepertinya aku membutuhkan waktu untuk menyendiri, aku butuh ketenangan, dalam menghadapi situasi ini.”
Anita berkata. “ Baiklah, kalau itu keinginanmu. Aku hanya perlu bisa menurutimu, dan mendengarkanmu!”
“ Lalu bagaimana dengan Dean dan Dion? Bukankah mereka berada di Mansion Nelson?” Tanya Anita.
Bella berkata. “ Dean sedang berada di luar negeri, bersama Evan.”
Anita kembali bertanya. “ Lalu bagaimana dengan Dion? Apakah Dion sudah tahu siapa sebenarnya Nelson?”
Bella berkata. “ Entahlah, aku pun tidak tahu!”
Anita mengembuskan napas beratnya, seraya berkata. “ Sebaiknya. kau istirahat.”
Saat menjelang malam, Bella duduk di balkon Apartemen milik Anita. Wajah cantiknya kini terlihat kuyu, mata indahnya kini sembab, tak kala Bella terus menangis.
“ Hatiku terluka kala mengingat kenangan pahit itu!”
“ Aku bahkan menjalani kehidupan yang cukuo sengsara karena kesalahan itu.”
“ Aku mendapat begitu banyak cacian, dan makian dari orang-orang yang mengataiku seorang wanita murahan.”
“ Merasakan hidup tanpa keluarga, bahkan ayah kandungku pun tega mengusirku, dan membuangku dari daftar keluarga.”
“ Aaaahhh, hidupku benar-benar hancur oleh kejadian itu, kejadian di mana dia tidur dengan Nelson Hongli.”
Bella mengingat kembali saat-saat menyedihkan itu. Seraya menangis sesegukan.
“ Bella, apa yang kau lakukan di sini?” Anita bertanya seraya mengambilkan sebuah selimut tebal untuk Bella.
Bella dengan cepat menghapus air matanya, seraya berkata. “ Ah, tidak. Aku hanya teringat sesuatu saja!”
Anita menghampiri Bella, dengan lembut dia memasangkan selimut tebal itu pada tubuh Bella. “ Bukankah kita sahabat? Kau bisa berbagi rasa sakitmu padaku, sekalipun aku tidak bisa membantumu. Namun, aku bisa menjadi pendengar yang baik untukmu!”
__ADS_1
Hai readersku sayang Jangan lupa like, vote dan komen ya, dukungan kalian jadi semangat buat author. Kalau readers g suka dengan karya saya, cukup jangan di baca, dan meninggalkan penilaian buruk yang membuat saya down sehingga g bisa mikir dan fokus. Terima kasih atas pengertiannya.🙏🥰🫶🌹🌹
Bersambung