
Yeni di dudukkan dikursi, dia sudah cukup putus asa dengan hidupnya. Mengingat bahwa dirinya diikat oleh Tuan muda Nelson Hongli. Dia tidak berharap bisa keluar dari penjara. Yeni hanya bisa menghela napas beratnya. Mencoba menenangkan pikirannya.
Rasa sakit yang menjalar di kakinya sudah tidak di rasakannya lagi, keputusasaan yang membuatnya tenggelam lebih dalam lagi. Kini dia sadar jika saja dirinya tidak arogan, dia tidak akan berakhir menyedihkan seperti ini.
Yeni hanya bisa menangis di pojokan, dia begitu terlihat menyedihkan sekali. Yeni sangat putus asa, seakan dia terjatuh ke dalam jurang yang dalam hingga dia tidak mampu melihat apa pun lagi setelah Mario menceraikannya.
Yeni terlihat lebih muram, dan pendiam. Kini dia tidak membantah lagi, dia menuruti perintah yang diberikan oleh wanita yang biasa di panggil bos itu.
“ Hei wanita manja, pijat aku,” serunya lantang.
Yeni segera datang menghampirinya, perlahan dia mulai memijit punggung wanita itu. Hingga detik berikutnya.
“ Jleb… jleb..”
Yeni menikam leher wanita itu dua kali dengan sikat gigi yang telah di asahnya. Suasana di dalam sel pun seketika penuh dengan teriakan-teriakan tahanan lainnya, dua orang mencoba untuk menekan luka di leher agar pendarahan dapat berhenti. Dan sebagian lainnya diam di pojokan karena takut akan Yeni yang kini menggila.
“ Hei wanita manja. Apa yang kau lakukan?” tanyanya dengan panik.
“ Lihatlah kau bisa membunuhnya!” teriak seorang tahanan.
“ Penjaga… penjaga… penjaga,” teriak seorang tahanan yang meminta yang meminta pertolongan.
“ Penjaga… seseorang terluka, tolong…” teriaknya putus asa.
Tiba-tiba Yeni menarik wanita yang berteriak itu.
“ Apa yang kau lakukan?” teriaknya.
Yeni hanya menyeringai. Dengan dingin dia berkata. “ Ini adalah balasan dariku,” bisiknya.
Wanita itu begitu ketakutan kala mendengar bisikan Yeni. Dia mencoba menjauh darinya. Namun, dengan sekali ayunan tangannya. “ Jleb… jleb..” sikat gigi yang rucing itu menancap di pahanya.
“ Aaaaa…” teriaknya terdengar pilu dan menyedihkan.
Tak ada seorang pun yang mau membantu keduanya. Mereka terlalu takut memghadapinya. Yeni memiliki tatapan yang begitu kosong, sepertinya dia sudah tidak memiliki alasan untuk bersikap baik di dunia.
Saat Yeni melihat wanita yang satunya lagi, dia menariknya tanpa ampun, saat dia melepaskan pegangannya pada leher bos tahanan itu, darah segar muncrat seperti aliran air yang kuat.
“ Ah tidak… tidak,” teriaknya. Kala Yeni tengah menyeretnya di lantai.
“ Ah… lepaskan aku… lepaskan…,” dia meronta-ronta. Namun sia-sia.
__ADS_1
“ Penjaga… penjaga… penjaga… ,“ teriaknya putus asa.
“ Kreeekk… kreeekk..,” tangannya di injak hingga patah oleh Yeni.
“ Aaaa..,,” teriakan itu menggema di dalam sel tahanan.
Tahanan yang lain bahkan tidak ada yang berani mengeluarkan suaranya, tubuh mereka gemetar hebat, mata mereka membelalak tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini. Bahkan lidah mereka begitu berat dan kaku saat itu.
Kepala sipir penjara beserta penjaga lainnya datang, mereka segera memasuki sel. Terlihat pemandangan yang membuat mata sakit. Darah tercecer di mana-mana.
“ Apa yang terjadi di sini?” teriaknya dengan lantang.
Terlihat Yeni yang berdiri memegang sikat gigi yang begitu tajam, pakaiannya berubah menjadi merah, wajah dan tubuhnya kini di penuhi oleh darah dari tahanan yang terluka. Bahkan darah dari wanita yang di tikam di leher begitu mengenang di lantai.
Seorang penjaga memeriksa keadaan wanita yang di tikam lehernya oleh Yeni. Namun, sangat di sayangkan wanita itu telah tewas, luka tikaman di lehernya begitu parah, hingga membuat pendarahan tidak bisa di hentikan, sedangkan dua lainnya hanya terluka, dan tidak membahayakan nyawa mereka.
“ Yeni. Letakkan senjata yang ada di tanganmu,” perintah penjaga sipir penjara.
Yeni menggelengkan kepalanya, bahkan dia mengarahkan senjatanya tepat pada lehernya.
“ Yeni,” sipir penjara berteriak memanggilnya dengan lantang.
“‘Yeni … sadarlah. Tidak seharusnya kau melakukan itu,” kepala sipir mencoba untuk membujuknya.
Kepala sipir mengisyaratkan penjaga yang lainnya untuk menangkap Yeni, selagi dia mengalihkan pandangannya.
“ Baiklah Yeni, Apa yang kau inginkan?” tanyanya, seraya melangkah berputar.
Yeni masih tidak bergeming, dia benar-benar kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri.
“ Bagaimana ini? Aku sangat takut.”
“ A-aku juga, aku bahkan tidak bisa bergerak,” ucapnya.
“ A-aku ingin keluar dari sini, tapi tubuhku tidak mau bergerak,” tangis mereka pun pecah.
Air mata telah membasahi wajah para tahanan yang berdiam diri di pojokan. Mereka bahkan menangis.
“ Diamlah,” perintah kepala sipir dengan tegas.
Semua tahanan seketika menutup mulut mereka, menahan tangisnya hingga tak terdengar suaranya.
__ADS_1
Kepala sipir pun mencoba mendekat, seraya mengajak Yeni untuk tetap focus padanya.
Sedetik kemudian Yeni bersiap menikam dirinya sendiri, dengan sikat gigi di tangannya. Dan saat semua orang kaget melihat apa yang akan terjadi di hadapan mereka. “ Ti-tidaaakkk,” teriak mereka bersamaan. Semua tahanan menutup mata, mereka tidak ingin melihat pemandangan yang mengerikan.
Namun, kejadian itu tak sempat terjadi, karena seorang penjaga segera menghentikan Yeni, dia meronta ingin melepaskan dirinya dari cengkeraman penjaga. Namun, sekeras apa pun dia melawan, dia tidak bisa melepaskan dirinya. Penjaga pun memborgolnya.
“ Bawa dia ke ruang isolasi, dan bawa ke ruang pengobatan untuk mereka yang terluka,” perintah kepala penjaga.
“ Baik,” dengan serentak mereka menjawab.
Dua orang penjaga mengamankan Yeni dan membawanya pergi. Yeni akan di masukkan ke ruang isolasi sendirian. Agar dia merenungi apa yang terjadi hari ini.
Cukup di sayangkan satu orang tahanan harus meregang nyawa di tangan Yeni. Dan itu akan semakin memberatkan hukumannya.
Yeni di jebloskan ke dalam sebuah ruangan yang begitu gelap. Yeni terdiam saat berada di dalamnya. Dia merenungi apa yang telah dia perbuat kali ini.
Di tkp petugas sedang membersihkan darah yang berceceran dan juga yang menggenang di lantai. Kini sel tahanan hanya berisi petugas saja, mayat pun sudah di bawa.
Kabar tentang Yeni yang membunuh tahanan pun terdengar sampai ke ayah dan ibunya. Begitu pula Nelson. Mereka tidak menyangka jika Yeni mampu menghabisi nyawa seseorang.
Semua tahanan yang berada di penjara yang sama kini mengenal sosok Yeni. Mereka bahkan tidak ingin berurusan dengannya.
Di pinggiran kota Jincheng.
Di sebuah rumah sederhana Mira Yu, beserta suaminya Lian Xia tinggal. Mereka berdua mendapat kabar bahwa putri mereka Yeni, telah melakukan pembunuhan dan itu terjadi pada teman satu selnya.
Mereka berdua syok bukan main, tubuh Mira Yu tiba-tiba merosot ke bawah, begitu pula Lian Xia, dia mundur beberapa langkah hingga akhirnya dia terduduk di lantai. Padahal Bella telah memutuskan untuk meringankan hukuman Yeni. Namun, siapa sangka kejadian ini terjadi.
“ Ti-tidak, tidak mungkin. Tidak mungkin putriku melakukan itu! Tidak mungkin,” teriaknya. Tidak percaya akan kenyataan yang menghampiri mereka.
Mira Yu tidak ingin mempercayainya, mulutnya ternganga, tatapannya begitu kosong, tubuhnya bergetar hebat, ekspresi wajahnya begitu sedih. Begitu pula dengan Lian Xia. Sangat terpukul kala mendapat kabar yang begitu menggemparkan, kini Yeni adalah seorang pembunuh, otomatis hukuman yang tadinya ringan, kini akan bertambah berat.
*
*
*
Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih. 🙏🥰🫶🌹🌹🌹
Bersambung
__ADS_1