ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 150


__ADS_3

Anita yang bersandar di dada Andre, semakin tak terkendali. Napas maskulin pria yang kuat, membuat hasrat di tubuhnya berapi-api. Seakan membakar seluruh tubuhnya, dia sudah tidak bisa menahannya lagi.


Tubuh Anita yang lemah tak berdaya menempel padanya, menciumi leher Andre, semakin bernafsu menikmati setiap inci kulitnya. Di balik mantel yang menutupi dirinya. Dia semakin melekat pada tubuh Andre, pria yang menyelamatkannya yang baru di temuinya hari ini.


“ Tubuhku rasanya panas sekali, aku merasa sangat tidak nyaman,” ucapnya lirih.


Andre membawa Anita pada ruangan sebelah tempat mereka bermain mahyong tadi, di ikuti dengan Robin yang menemaninya.


Anita turun dari pangkuan Andre, dia berteriak panas seraya menarik-narik pakaiannya, yang sebelumnya telah kacau balau.


Bagian tubuh yang terbuka itu seakan membangkitkan hasrat Andre, tanpa sadar memeluknya erat, dalam pelukannya Anita semakin menggila.


Dia menggunakan tubuhnya yang tegap itu untuk menutupi tubuh Anita. Kemudian, melirik ke arah Robin.


Robin sangat pengertian, segera memberinya muka, dia pun segera meninggalkan Andre.


Anita yang di beri obat, sudah cukup baik dia dapat bertahan sampai detik ini. Sekarang ada seorang pria di depannya, dia pasti terburu-buru mencari obat pereda. Walaupun pria itu tidak dikenalnya setidaknya dia menyelamatkannya dari pria brengsek itu.


Sebelum pergi, Robin tidak lupa mengingatkannya, “ Kau harus ingat, ini adalah tempat orang lain, kau dan wanita itu harus agak lembut.


“ Pergilah!” Andre melemparkan sebuah kata dengan dingin.


Robin segera pergi menutup pintu. Dia juga memerintahkan dua bawahan untuk menjaga di luar pintu. Agar tidak ada yang mengganggu keduanya.


Saat pintu ditutup, Anita benar-benar kehilangan kendali, dia segera menempel pada Andre, dengan ganasnya Anita merobek pakaian Andre.


Andre terlihat buruk, dia memiliki perasaan seolah-olah dirinya yang akan di perkosa oleh wanita yang baru di temuinya ini.


“ Nona, jangan terburu-buru. Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan ini? Nona, sadarkan dirimu,” Andre mencoba menenangkannya, karena takut wanita itu akan menyesal menyerahkan hidupnya pada pria yang baru saja bertemu dengannya, Andre juga tidak ingin membuat hidup wanita ini hancur.


Mata Anita memerah karena marah, hatinya berpikir sejenak, napasnya begitu tersengal saat bicara. “ Co-coba kamu yang di beri obat, dan kamu juga yang merasa tidak nyaman! Aku tidak peduli apa pun lagi! Aku mohon keluarkan aku dari neraka ini, aku mohon padamu,” wajah Anita benar-benar membuat Andre sedikit menginginkannya.


Andre berbisik. “ Apa kau yakin dengan perkataanmu barusan? Jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari.” Anita menganggukkan kepalanya. Andre menghela napas beratnya.


Anita tidak berhenti mencium lehernya, bahkan dia semakin berani menggerayangi tubuh Andre. Dia mendorong Andre ke ranjang kayu solid di belakangnya.

__ADS_1


Punggung Andre menabrak ranjang yang dingin, dia mengerutkan keningnya, dia merasakan sakit di punggungnya, Andre mencoba untuk bangun tapi malah didorong kembali oleh Anita.


“ Diam di sana!” Teriaknya. Anita bergegas naik ke tubuhnya, tangannya menarik baju yang sudah compang-camping itu. Andre hanya ternganga ketika melihat tubuh indah Anita.


Saat ini, d luar ruang pribadi.


Dua anggota Robin sedang menjaga di luar pintu seperti apa yang di perintahkan. Mereka berdiri tegap siap untuk berperang.


Kedap suara di ruang peibadi restoran mewah pun umumnya tidak terlalu baik. Sayup-sayup mereka mendengar suara ******* orang bercinta di dalam ruangan, keduanya saling memandang, wajah mereka memerah. Bahkan lutut mereka terasa lemas seketika. Mereka tidak bisa berkata apa-apa.


“ Benar-benar Tuan Andre ini, begitu tangguh hingga wanita itu mendesah dengan begitu merdunya,” batinnya.


Di ruang pribadi sebelah, Yohan sedang menginterogasi pelayan itu, dan juga dua pria yang mengaku sebagai atasan Anita.


“ Ah. Bukankah ini adalah Tuan muda David Chen. Putra kedua keluarga Chen?” tanya Yohan pada Robin.


“ Ehm.. kau benar itu memang dia,” jawab Robin.


“ Aish.. kau ini bisa-bisanya mengacau di tempatku,” seraya menengadahkan kepala Tuan muda David.


“ Kakakku adalah pemilik tempat ini! Akan kuadukan kalian pada ayahku!” Dia mencoba mengancam Yohan


“ Kau benar-benar tidak tahu apa-apa soal dunia ini,” ejek Robin.


“ Baiklah panggil ayahmu ke sini atau siapa pun yang dapat menyelamatkanmu dari sini,” ejek Yohan.


Dengan tangan yang gemetar Tuan muda David menghubungi seseorang untuk membantunya.


Setelah menunggu beberapa saat seorang pria paruh baya serta seorang pria tua datang tak lupa juga mereka membawa orang, mereka marah kala melihat putra keduanya sedang berlutut di lantai.


“ Apa yang kau lakukan pada putraku,” teriaknya penuh emosi.


Yohan yang tengah menghisap rokoknya itu bangkit bersama Robin, betapa terkejutnya mereka berdua. Saat melihat kedua orang yang ada di depannya adalah Yohan dan Robin.


“ Tuan Yohan, ternyata kamu, maafkan ayahku yang sudah lancang berteriak padamu,” pria itu membungkuk hormat pada Yohan. Sedang pria tua itu tidak dapat bereaksi dia terpaku pada Yohan dan Robin yang berada di hadapannya.

__ADS_1


“ Mengapa tidak memberitahuku dulu. Kalau ada masalah seperti ini! Kami minta maaf, harap Tuan bisa memaafkan adik saya yang arogan ini,” Kakak David meminta maaf seraya membungkukkan tubuhnya di depan Yohan, dia tidak percaya bahwa adiknya sampai membuat masalah dengan mereka. Ini sungguh sulit dan runyam.


Yohan memegang rokok di satu tangannya dengan lembut dia mengembuskan kabut tipis dari mulutnya, dia menyeringai seraya berkata.


“ Adikmu mengatakan ini adalah tempatmu. Anak kucing yang kamu pelihara ini, bersikap seolah dirinya memiliki kekuasaan, dan hampir menerkam seorang wanita. Coba jelaskan bagaimana menyelesaikan masalah ini?”


“ Dia berani-beraninya mengatakan ini adalah tempatmu, sedangkan pada kenyataannya tempat ini adalah milikku,” Yohan menegaskan siapa yang paling berkuasa di sini.


Selesai berkata, Yohan mengangkat kakinya dan menendang perut Tuan muda David, dia ditendang tersungkur, dan menangis.


“ Ayah, kakak tolong aku. Ini sangat sakit,” teriaknya pilu.


Melihat ini, Kakaknya juga ikut menendangnya, ada amarah yang tersembunyi di dalam hatinya. Anak tidak berguna ini malah menyinggung orang yang seharusnya tidak di singgung.


“ Ayah, Ayah tolong bantu aku!” Tuan muda David memeluk kaki Ayahnya dengan air mata mengalir.


“ Untuk apa menangis, cepat katakan apa yang telah kamu lakukan, mungkin Yohan masih akan melepaskanmu,” dia menendangnya dan berkata dengan marah.


“ Aku sangat menyukai Anita Ayah, tapi entah mengapa dia selalu menolakku. Setiap kali aku bersikap baik padanya, dia selalu tidak menghargai aku, aku sangat sakit hati. Jadi tanpa berpikir panjang aku meminta temanku untuk membawanya ke sini, karena kakak juga memiliki kuasa di restoran ini.”


“ Aku dengan sengaja memberi obat di dalam makanan dan minumannya. Agar dia terangsang saat ku sentuh tubuhnya, sehingga dia tidak akan menolakku lagi. Aku ingin memberinya pelajaran karena sudah mengabaikan diriku,” penjelasan Tuan muda David itu membuat Kakak beserta Ayahnya sakit kepala.


Kakaknya berharap orang yang ada di depannya ini bukanlah adiknya. Dia sangat ingin menghajarnya sampai mati.


“ Tuan apakah kau keberatan jika aku mematahkan kaki dan kedua tangannya?” Yohan bertanya seraya menyeringai jahat.


Kakak David dan Ayahnya tidak bisa membantu adiknya dalam situasi ini, mereka hanya bisa menganggukkan kepala mereka dengan beratnya.


*


*


*


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih. 🙏🥰🫶🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2