ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 189


__ADS_3

Mira Yu tahu permohonannya tidak bisa terealisasikan sehingga dia berteriak seperti orang gila. “ Jika begitu, aku sudah berhasil menghancurkan hidupmu bukan? Lihatlah sebentar lagi kau juga akan merasakan kehilangan seperti yang aku rasakan! Kudengar putramu tengah sekarat! Bahkan jika dia siuman pun dia tidak akan bertahan lama.” ucapnya sambil berteriak.


Bella menghela napasnya, dia setengah berlutut tangannya menyentuh dagu Mira, dengan sekejap menaikkan wajahnya hingga Mira berhadapan dengan tatapan tajam Bella.


“ Seharusnya, jika kau merasakan banyak sakit di hatimu karena perlakuan orang lain, maka belajarlah dari sakit itu. Untuk tidak memberikan rasa sakit pada orang lain. Putrimu meninggal bukan karena salahku, itu karena mentalnya lah yang lemah karena Mario menceraikannya. Ayahku sudah di kremasi, sehingga kau tidak memiliki dukungan apa-apa lagi.” Mira Yu termangu kala Bella memberitahunya bahwa Lian Xia telah mati.


“ Tidak, tidak mungkin. Itu tidak mungkin Bella!” Mira berteriak.


“ Sekarang aku tahu, aku harus membalasmu lebih pedih dari apa yang kau berikan pada kedua putraku. Dan ingatlah aku tidak akan berbelas kasih padamu.” Bella menyeringai jahat di depannya. Nelson hanya melihat di sampingnya, dia bahkan bisa merasakan keputusasaan yang di rasakan oleh istrinya.


Mira di seret kembali, dia di lemparkan ke dalam mobil dengan kepala di tutupi kain hitam, sehingga dia tidak melihat sekitarnya. Dirinya terus mencoba untuk berontak namun semuanya sia-sia.


Di rumah utama.


Pada malam yang sama Linny yang tengah berada di mansion utama keluarga Hongli, di seret paksa oleh polisi setempat karena bukti yang kuat sudah di kantongi sehingga Nelson pun mulai bertindak.


“ Ada Apa ini?” Kakek Hongli berteriak karena kegaduhan yang terjadi di kediamannya. Semua orang yang tengah berada di mansion ikut terbangun.


“ Tuan besar, Nona Linny Su di tangkap karena dia ikut terlibat dalam insiden penculikan yang menimpa kedua putra Tuan Nelson Hongli.” Seketika suasana rumah menjadi suram, raut wajah Kakek Hongli menggelap, dia tidak percaya jika cucu menantunya melakukan hal yang mengerikan.


“ Aku tidak melakukannya Kakek! Ibu itu bukan ulahku. Sungguh!” Linny terus berteriak berusaha mencari perlindungan. Namun, tak satu pun dari mereka yang membantunya. Bahkan Kenzo suaminya sendiri tidak membelanya sedikit pun di hadapan keluarganya. Dengan pasrah Linny melangkah pergi meninggalkan mansion.


Keesokan paginya berita penangkapan Mira Yu dan Linny Su pun menjadi topik hangat di pusat kota Jincheng. Perusahaan milik keluarga Su yang baru bangkit lagi karena di bantu oleh Kenzo kini terkena imbas dari perbuatan yang di lakukan oleh Linny. Saham mereka anjlok bahkan sudah di ambang kebangkrutan. Baik Mira maupun Linny di penjara di sel terpisah, setiap malam Linny maupun Mira mendapatkan penindasan dari tahanan lain. Membuat mereka bagaikan hidup di neraka, tentu saja Nelson tidak akan membiarkan mereka begitu saja.

__ADS_1


Satu minggu setelah penangkapan. Dion telah keluar dari rumah sakit, akan tetapi Dean masih berada di sana dalam keadaan tidak sadarkan diri. Walau Dion pulih lebih cepat akan tetapi psikisnya sulit untuk sembuh, dia selalu berada di kamarnya jarang sekali Dion bermain keluar, setiap harinya Dion akan datang ke rumah sakit untuk mengunjungi Dean yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Dari siang hingga malam dia dan Oliver menunggui Dean.


Hari ini adalah hari perayaan ulang tahun Kakek Hongli, di sana banyak sanak saudara jauh yang datang. Bella sudah berada di sana, dia menunggu Nelson yang masih belum datang. Samar-samar kumpulan wanita tengah bergosip bahwa anak dari Nelson Hongli menderita gangguan mental dan juga takut akan kehadiran orang-orang yang ada di sekitarnya. Mereka bahkan mengira Nelson malu untuk membawa anaknya yang sakit itu.


Bella bangkit dari duduknya dengan tatapan yang dingin, dia berjalan dengan elegan di hadapan wanita yang tengah bergosip itu.


“ Berhentilah bicara omong kosong atau aku perlu menghubungi Nelson? Untuk membuatmu menghilang tanpa jejak, itu bukanlah hal yang sulit untuknya.” Bella menatap dengan tatapan yang sangat tajam bagaikan binatang buas yang ingin menerkam mangsanya. Sebelum pergi meninggalkan mereka Bella melirik mereka sekali lagi, memastikan mereka tertunduk dan patuh. Setelah merasa cukup puas dia melangkah pergi.


“ Ya, ampun, siapa dia?” Ujar seorang wanita yang berang karena melihat sikap Bella yang angkuh.


“ Bukankah dia adalah Nyonya Hongli?”


“ Ya, kau benar aku pernah melihatnya sekali saat bersama Nyonya Sandra.”


“ Bagaimana ini? Suamiku bahkan datang ke sini untuk memulai bisnis dengan Tuan muda Nelson.” Seorang wanita begitu gelisah.


Dion mengenakan setelan Tuxedo dari desainer terkenal, membuatnya tampak elegan dan juga bagaikan seorang bangsawan tengah menghadiri pesta. Semua orang yang menyadari kedatangan Nelson beserta putranya itu langsung menjadi pusat perhatian, setiap orang ingin melakukan kerja sama dengannya.


Nelson menghampiri istrinya, mereka pun berjalan berdampingan menuju Aula di mana Kakek Hongli berada. Bella tidak banyak bicara begitu pula Dion, dia hanya sesekali melirik pada sekelilingnya. Di saat Nelson dan yang lainnya menghadiri pesta, Dean sedang di jaga oleh Oliver yang dengan setia tidak meninggalkannya.


Nelson membawa keduanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan hadiah yang telah di pilih sesuai selera Kakeknya.


“ Kakek.” Nelson memberi hormat pada sesepuh keluarga Hongli.

__ADS_1


“ Kau sudah datang.” ucap Kakek Hongli, Nelson hanya tersenyum padanya. Lalu Nelson dan Bella mengucapkan selamat ulang tahun padanya.


“ Semoga Kekek di berkahi umur yang panjang.” ucap Nelson dan Bella bersamaan.


“ Apa cicitku sudah baikan?” Sorot matanya berbinar kala pandangannya tertuju pada Dion yang tengah berada di dekatnya.


Dion hanya membungkuk memberi hormat pada kakek buyutnya. Lalu berlalu meninggalkannya.


Melihat sikap Dion yang di bilang agak sulit di atur itu mengerti bahwa rasa sakit yang di derita oleh cicitnya sangat besar dan juga mengerikan. Bahkan trauma dari insiden itu masih membekas dalam ingatannya dengan jelas tanpa terlewat sedikit pun.


Di rumah sakit.


Dean yang masih tidak sadarkan diri di jaga oleh Oliver dan Andre, sedangkan Yohan menemani Robin untuk mencari Gisel.


Perlahan kedua mata Dean terbuka sedikit demi sedikit, dia menatap langit-langit rumah sakit, dengan susah payah Dean berbalik, napasnya masih cukup lemah akan tetapi telah sadar. Andre yang berdiri karena ingin membeli kopi itu tercengang kala mendapati Dean telah siuman.


“ Paman.” Suaranya terdengar lirih. Andre segera menghampiri Dean yang masih terbaring lemah.


“ Oliver cepat panggil dokter.” Teriaknya. Oliver berlari menyusuri koridor untuk mencari Dokter Kevin.


*


*

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih.🙏🥰❤️🫶🌹🌹🌹🌹


Bersambung


__ADS_2