
Robin yang tengah fokus bermain mahyong itu seketika menghentikan aktivitasnya. Dia menatap Yohan dengan dingin. “ Ada apa? Apa kau ingin dihajar sampai mati,” sebuah ancaman keluar dari mulut Robin. Membuat teman dari Yohan itu tercengang. Dia menutup mulutnya saking kagetnya.
Andre yang mendengarnya hanya mengulas senyum padanya. Dia tahu jika Robin memiliki sifat yang dingin. Terlebih jika seseorang menyentuh batasnya. Ya, batasnya adalah perempuan yang bernama Gisel, dulu sebelum dia menghilang dia adalah seorang prajurit khusus seperti Robin. Namun, karena sebuah insiden wanita itu menghilang tanpa jejak.
Robin bahkan meminta pada Nelson untuk membantunya mencari Gisel. Namun sampai sekarang dia tidak menemukannya, dia menghilang bersama ibu dan kakak laki-lakinya.
Semenjak Gisel menghilang Robin seperti kehilangan akal sehatnya, dia menggila. Bahkan dia terlihat lebih seperti anak ayam kehilangan induknya, terombang-ambing di lautan darah.
“ Ok… Ok… aku tidak ingin memperpanjang masalah ini, aku katakan aku minta maaf padamu,” ucap Yohan dengan sedikit menyesal, dia tidak bermaksud menorehkan garam pada lukanya.
Andre menepuk bahu Robin, seraya berkata. “ Tidak apa-apa jika kau masih belum menemukannya. Yang terpenting adalah usahamu untuk mencarinya tanpa menyerah sedikit pun. Biarkan orang lain berbicara tentangmu, yang jelas kau sangat mencintainya. Tiga tahun ini kau habiskan untuk mencarinya, tanpa lelah.” Andre mencoba menguatkan Robin.
Dia sedikit tertunduk. Jika saja dulu dia tidak melakukan hal bodoh mungkin saja dirinya tidak akan kehilangan seperti ini! Robin memijat dahinya yang pening.
Andre menepuk bahunya. Dia menghentikan aktivitas bermain mahyongnya, dia sudah cukup kesal karena selalu kalah dari Robin.
“ Aku akan mencari udara segar sebentar, aku akan segera kembali,” ucap Andre. Lalu berjalan keluar meninggalkan ruangan tersebut.
Di ruangan sebelah Anita tengah waspada dengan situasi apa yang akan terjadi selanjutnya. “ Hei Anita, kau berpakaian seksi tapi kau berlagak jual mahal,” ujar teman satu kantornya.
“ Ya kau benar dia bahkan berlagak sok suci di sini, dia tidak mau di sentuh oleh Tuan muda David,” balas wanita di sebelahnya.
Sesaat kemudian seorang waiters datang menghampiri ruangan di mana Anita berada, mengantarkan anggur yang begitu tua dan mahal. Waiters menuangkan sedikit anggur itu pada gelas Anita.
Anita menelisik teliti dengan apa yang di berikan padanya. Namun, dia tak menemukan apa pun hingga dia akhirnya mengendurkan pertahanannya pada pria brengsek seperti mereka.
“ Minumlah kau harus menghargai Tuan muda David, karena dia sudah berbaik hati padamu,” perintah seorang atasan pada Anita.
Mau tidak mau Anita meminum anggur tersebut. Sesaat kemudian Anita merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya, tubuhnya terasa begitu panas, dadanya seakan ada api yang membara dalam tubuhnya. Sungguh begitu menyiksa.
Anita menatap teman serta atasannya menyeringai, seakan mereka puas dengan sesuatu. Tenggorokannya begitu kering, rasanya gairah bangkit seketika.
“ Apa ini? Apa yang terjadi pada diriku ini?”napas begitu memburu, Anita berusaha bangkit dan beranjak pergi dari ruangan itu. Namun atasan yang kurang ajar itu menarik lengan Anita hingga dia terduduk kembali.
__ADS_1
“ Lepaskan aku… lepaskan aku,” Anita setengah berteriak, dia merasa aneh dengan tubuhnya itu.
“ Ah rasanya mereka memasukkan sesuatu pada minumanku, sehingga tubuhku begitu aneh,” batinnya.
Saat atasannya itu menyentuh kulitnya, napasnya semakin memburu, Anita tersengal-sengal, darahnya mengalir begitu deras dalam tubuhnya, jantungnya berdetak dengan cepat, dan tak beraturan.
Tuan muda David sangat puas kala melihat Anita yang begitu terangsang wajanhnya merah, kala atasan akan memeganginya, agar dirinya tidak kabur.
“ Aku mohon, jangan seperti ini,” Anita sedikit memohon pada mereka.
Anita mencoba bertahan, dia tidak ingin kesuciannya di rebut oleh orang yang brengsek seperti Tuan muda David. Jika sampai terjadi hidupnya akan hancur.
“ lepaskan aku.. lepaskan. Dasar kau pria brengsek,” umpat Anita. Dia terus memberontak, dengan penuh perjuangan dia berteriak sekuat tenaga melawan hasrat yang semakin besar karena sebuah sentuhan kecil.
Bug… Anita menendang ************ Tuan muda David. “ Aw…” dia berteriak karena kesakitan. Tuan muda David terhuyung kedua tangannya memegangi senjatanya yang sakit.
“ Ya… kau, beraninya kau melakukan itu! Pegangi dia,” Tuan muda David berteriak dengan marah.
Lihatlah dengan kedua matamu, apa yang akan kulakukan padamu?” Tuan muda David bicara penuh dengan ejekan pada Anita.
Breekk.. breekk.. kemeja yang di kenakan oleh Anita di robek dengan kasar, sehingga memperlihatkan bagian dada yang begitu menggoda, kulit putihnya semakin menambah daya tariknya. Tuan muda David seakan penuh kemenangan. Lidahnya sudah siap menikmati ranumnya dada Anita.
“ Aarrrggg… lepaskan aku, lepaskan aku,” Anita berteriak putus asa.
Di luar Andre yang tengah merokok itu mendengar keributan di ruangan sebelah, dia mendengarkan asal suaranya, teriakan itu terdengar begitu pilu. Sedetik kemudian Andre mendobrak pintu ruangan itu.
Brraakk…. Pintu di dobrak, David dan dua atasan Anita tercengang kala mendapati orang asing sedang menerobos masuk, dan mengganggu kesenangan mereka.
“ Siapa kau? Apa kau tidak tahu siapa Tuan muda David Chen?” teriak seorang pria yang bertubuh tegap itu. Namun Andre tidak bersuara.
Andre melihat seorang wanita, yang terbaring di atas meja, wajahnya begitu berantakan, pakaiannya sudah setengah terbuka. Anita yang melihat Andre seakan menemukan sang penolong. Wajahnya yang sudah pasrah itu, memohon pada Andre.
Anita menatap nanar Andre. “ Aku mohon selamatkan aku, selamatkan aku,” dia memohon dengan putus asanya. Air mata yang telah membasahi wajah cantik Anita semakin membuatnya menyedihkan.
__ADS_1
“ Lepaskan wanita itu,” teriak Andre dengan begitu lantang.
“ Tuan muda David mengisyaratkan seorang pria untuk menghajar Andre. Seorang pria maju mencoba melawan Andre.
Bug… Bug… Bug… pria yang maju tadi sudah terkapar dihajar oleh Andre.
“ Ya! Mengapa kalian diam saja, cepat lakukan sesuatu!” Perintahnya.
Bug… prang.. bug… brakk.. kedua pria itu di tinju, dilempar hinga meja kaca itu pecah berserakan. Pria yang mencoba melawan Andre itu semuanya sudah terkapar di lantai. Kini yang tersisa hanya Tuan muda David, yang sudah ketakutan. Memohon agar Andre tidak menyakitinya.
“ Aku mohon jangan sakiti aku,” Tuan muda David tengah berlutut di hadapan Andre.
Brraaakkk… diangkatnya tubuh Tuan Andre dan dilemparkan pada sebuah meja kaca hingga kaca pecah berserakan bersama tubuhnya. Andre menghampirinya.
Kreeekk… kreeekk… “ Aww.” David berteriak dengan pilu. Wajahnya mengatakan rasa sakit yang tak tertahankan menyerang pergelangan tangannya yang di patahkan oleh Andre.
Yohan dan Robin yang mendengar keributan pun segera menghampiri Andre. Saat mereka datang, keadaan ruangan sudah benar-benar hancur tak terkendali. Andre menyadari jika sudah semakin banyak orang yang datang. Dia berkata.
“ Untung kalian datang, sisanya tolong kalian bereskan. Maafkan aku sobat karena aku menghancurkan bisnismu, kirim saja tagihan perbaikannya padaku, aku akan menggantinya untukmu.” ucapnya pada Yohan.
Keduanya hanya bisa melaksanakan permintaan Andre untuk membereskan kekacauan yang terjadi.
Andre melepaskan mantel serta jasmya, sejenak dia menatap Anita yang sangat berantakan itu, wajahnya yang merah padam itu di penuhi air mata, Andre yang iba lalu menutupi wajah serta bagian tubuhnya yang sudah terekspos dengan mantel dan jas Andre, dan membawanya pergi.
Pada saat ini Yohan dan Robin sedikit tercengang karena tidak biasanya Andre mencampuri urusan orang lain.
Yohan menghela napas beratnya, lalu membereskan kekacauan yang Andre perbuat di tempatnya.
*
*
*
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya. Salam sayang dan sehat selalu.🙏😇🫶🥰🌹🌹🌹🌹
Bersambung