ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 138


__ADS_3

Bella menatap kedua putranya, terlihat mereka begitu tenang. Mereka bahkan tidak gugup sama sekali. Di jalanan begitu lenggang tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang, sehingga mereka tiba di hotel lebih cepat.


Di pintu masuk mereka sudah di sambut sedemikian rupa, saat mereka berempat keluar dari mobil, semua mata terpanan pada ketampanan, dan kecantikan yang dimiliki oleh mereka. Salah satu staf segera membawa mereka ke Ballroom hotel tempat di mana pesta akan diadakan.


Dengan anggunnya Nelson menggandeng lengan Bella, terlihat mereka begitu mesra di khalayak ramai. Mereka menarik perhatian banyak orang. Satu tampan, dan satunya sangat cantik. Gaun putih dengan panjang selutut pun semakin menambah ke indahan Bella, perhiasan yang sederhana menghiasinya, tidak terlalu mencolok tapi terkesan elegan.


Saat pintu di buka, terlihatlah pemeran utama dari pesta ini, Nelson berjalan bersama Bella, di ikuti kedua putra mereka. Dean dan Dion dengan sopannya menyapa, serta memberi hormat pada orang yang lebih tua darinya.


Dean dan Dion menepi dari hiruk pikuk pesta, mereka lebih memilih duduk di pojokan agar mereka tidak menarik perhatian.


Nelson menyapa keluarganya bersama Bella.


“ Kakek. Kenalkan ini adalah cucu menantu kakek, dan juga istriku,” ujar Nelson.


Kakek menelisik Bella, menatapnya dari atas sampai bawah. Bella yang menyadarinya segera memberi hormat padanya. Dan seketika itu pula Kakek tersenyum. “ Kau wanita yang baik, dan santun.” ujarnya pada Bella.


“ Nelson kau yakin dia istrimu? Tanya seorang kerabat Nelson.


Nelson menatap sinis, dengan dingin dia berkata. “ Tentu saja, kau tidak bisa melihat istriku yang cantik dan jelita ini di matamu.”


“ Karena yang ada di pikiranmu hanyalah bagaimana menikmati tubuh wanita-wanita yang dekat denganmu,” dengan nada sedikit mengejek.


“ Kau… berani-beraninya kau berkata seperti itu padaku!” ujarnya dengan kesal. Seakan ingin memcekik Nelson.


“ Aku tidak membutuhkan komentar darimu, mau sejelek apa pun istriku. Aku tetap akan mencintai, dan melindunginya dari apa pun,” ujarnya, seraya menatap lembut pada Bella.


Bella merasakan kehangatan dari perlakuan lembutnya, semakin percaya diri kala berbaur dengan keluarga besarnya. Keluarga besar Nelson sudah mengetahui bahwa Nelson telah menikah dengan dirinya. Namun, mereka belum bertemu, dan bertatap mata dengan kedua putra kembarnya. Saat Bella tengah melamun dia mendengar keributan.


“ Dasar kau… kau anak siapa?” Teriaknya seraya ingin melayangkan tamparan pada Dion.


Dion berulang kali meminta maaf padanya. Namun, dia sama sekali tidak ingin melepaskan masalah ini.


Saat Dion tengah menutup mata karena bersiap akan terkena tamparan, Dean dengan sigap menahan tangan itu.


Dean menghela napasnya. Dia berkata. “ Maafkan kami Bibi, adikku memang salah. Tetapi tidak seharusnya Anda melakukan kekerasan terhadapnya,” ujarnya pada Linny Su.

__ADS_1


Linny Su adalah Ipar sepupu Nelson, menantu dari pamannya Nelson. Dia terkenal arogan karena terlahir dari kalangan atas. Bahkan suaminya saja Kenzo Hongli sudah lelah padanya. Namun dia sangat takut pada Nelson Hongli, karena Nelson bisa menghancurkan hidupnya, beserta keluarga besarnya sekaligus.


Tangan Dean yang kecil itu di hempaskan oleh Linny, hingga Dean terhuyung terjatuh, kepala belakangnya membentur dinding cukup keras.


“ Siapa kau? Berani-beraninya kau menyentuhku?” Linny berteriak seperti orang gila.


Sedangkan Dean sedikit mengalami sakit di kepalanya, matanya berdenyut-denyut, pandangannya sekilar kabur, tatapannya begitu kosong, darahnya seakan membeku. Dean sejenak tidak bereaksi, dia terdiam sejenak, detak jantungnya berdetak perlahan.


Dion yang melihatnya segera menghampirinya, dia mencoba meraihnya.


“ Dean…” panggilnya. Seraya menggoyang-goyangkan tubuh kecil kakaknya.


Dean sedikit lambat bereaksi, motoriknya lambat merespons kerena syok. Namun, sedetik kemudian dia tersadar kembali, namun saat Dean tengah lemah dengan kasarnya Linny menarik Dion dan menyeretnya. Dia membawanya ke tengah kerumunan di tengah pesta. Pandangan semua orang tertuju pada mereka berdua.


“ Siapa yang membawamu ke sini? Siapa?”


“ Yang mana orang tuamu? Cepat katakan!” Teriaknya lagi.


Dion yang syok sedikit bergetar bukan karena takut padanya. Namun pikirannya tertuju pada Dean yang terdiam di pojok sana sendirian tanpa ada yang membantunya. Dion marah, sangat marah, darahnya mendidih sampai ke ubun-ubun. Namun, dia tidak ingin mempermalukan Ayah dan Ibunya di sini.


Dean dengan lemah membelah kerumunan yang ada di hadapannya. “ Bibi. Adikku hanya menumpahkan anggur pada gaunmu. Apakah Anda harus melakukan hal seperti ini padanya? Bahkan Adikku sudah berulang kali meminta maaf padamu,” ujarnya pada Linny.


“ Kau pikir hanya dengan meminta maaf akan menyelesaikan masalah ini!” Teriaknya lagi.


“ Lalu apa yang kau inginkan sekarang? Tanya Dean.


“ Lihatlah gaunku sudah rusak, bahkan jika aku minta ganti rugi. Kalian tidak akan mampu membayarnya?” Teriaknya.


Dean bertanya. “ Berapa yang kau inginkan ?” tanyanya.


“ Gaunku adalah limited edition, aku menginginkannya kembali persis seperti ini!” Pintanya.


“ Baiklah, sekarang lepaskan adikku,” pinta Dean.


Semua memandang rendah pada keduanya. Bahkan orang-orang mulai berbisik membicarakan mereka. Bella yang mendengar keributan pun segera membelah kerumunan di depannya. Betapa terkejutnya dia kala mendapati kedua putranya yang sedang di maki oleh seorang wanita.

__ADS_1


“ Dean, Dion,” panggil Bella pada kedua putranya.


Dia berlari menghampiri mereka, mendapati tubuh Dion yang bergetar Bella segera memeluknya, dia menenangkannya. “ Dion tenanglah ada ibu di sini,” ucapnya dengan lembut.


Dia mengangkat wajah Dion, agar dia bisa menatap wajahnya. Saat Dion menatap mata ibunya. Dia menjadi sedikit lebih tenang. “ Ibu, Bibi itu mendorong Dean, hingga jatuh,” ujar Dion pada ibunya Bella.


Saat Bella mendengarnya, dia begitu marah, sangat marah. Dia bahkan tidak pernah melakukan hal yang menyakiti putranya.


“ Ah. Jadi kau ibunya!” Teriak Linny.


Bella dengan marah berkata. “ Apa yang telah kau lakukan pada kedua putraku? ucap Bella setengah berteriak.


“ Aku? Aku hanya memberikan sedikit pelajaran pada mereka berdua,” dengan angkuhnya dia bicara.


“ Ah. Pantas saja anaknya tidak tahu sopan santun, ibunya saja seperti ini!” ujar Linny memaki Bella.


Bella sangat marah, darahnya seakan mendidih sampai ke ubun-ubun, rasanya dia ingin menampar bibir wanita yang ada di hadapannya ini. Sedetik kemudian Bella menghampiri Linny dan terjadilah tampar menampar dan jambak menjambak satu sama lain, sedangkan orang-orang yang hanya menonton, dan merekam dengan ponsel mereka masing-masing tanpa melerai mereka berdua.


Dean menghela napas beratnya, dia tidak mengerti mengapa keduanya malah berkelahi di depan umum. Dia berjalan dengan lemah mencoba melerai keduanya. Namun, nahas Dean malah terdorong ke belakang.


“ Awww…” Dean mengaduh kesakitan karena terjatuh, kepalanya terasa berputar. Sampai akhirnya Dean mencoba bangkit lagi dan kembali menghampiri keduanya, dia pun kembali terpental karena Linny mendorong tubuh kecilnya. Saat dia akan terjatuh Nelson dengan sigap menangkap tubuh Dean .


“ Apa kau tidak apa-apa?” Tanya Nelson pada Dean.


Dean menganggukkan kepalanya. Seraya berkata. “ Ibu,” ucapnya lemah.


Nelson menurunkan Dean, dia setengah berteriak. “ Berhenti…” teriaknya.


*


*


*


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih.🙏🥰🫶🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2