ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 165


__ADS_3

Dengan nada suara yang tertahan dia berbisik di antara telinga istrinya. “ Tidak apa-apa, jika menangis bisa meluapkan emosimu maka menangislah,” bisik Nelson.


“ Semuanya akan membaik, Dean akan baik-baik saja. Kita akan berjuang bersama, aku bahkan tidak akan pernah meninggalkanmu. Kamu harus ingat, di rumah masih ada Dion yang tengah menunggumu.” Crystal bening itu turun tanpa sadar telah memenuhi wajah tampan Nelson.


Anita tengah berdiri menatap sepasang suami istri yang tengah berpelukan, dengan tangisan yang menggema.


Kedua matanya telah berkaca-kaca, seakan dia juga merasakan lesedihan yang di alami oleh keduanya. “ Kenapa sangat sakit? Sakit sekali! Bagaimana mereka berdua bisa bertahan? Aku saja begitu hancur, bagaimana dengan mereka?” Anita bertanya pada Andre yang berdiri di sampingnya.


Andre menarik tubuh Anita, seraya mendekapnya, memberikannya sebuah kenyamanan dan juga ketenangan berharap, kecemasannya dapat sedikit berkurang.


“ Kau tahu betul bagaimana Bella, begitu pula dengan aku yang mengenal Nelson. Percayalah mereka pasti bisa melewati ini semua. Mereka berdua akan berpegangan tangan apa pun yang terjadi. Mereka akan bersama-sama melawan kesulitan yang di hadapinya.” Dengan lembut Andre mengusap punggung Anita yang tengah terisak.


“ Sebaiknya kita pergi dari sini, suasana hati mereka sedang tidak baik. Jadi biarkan saja mereka berdua, kita pergi ke atas saja, seraya menunggu jam besuk.” ucap Andre.


Anita menghentikan tangisannya, walau masih terisak. Namun dia mencoba untuk tegar.


Andre yang melihat wanitanya tengah menangis itu perlahan mengangkat lengannya yang kekar dan besar itu, mengusap lembut butiran bening di wajah wanitanya, walau jari-jarinya terkesan kasar. Namun, Anita menikmati perlakuannya.


“ Ayo,” Andre menggenggam tangan Anita, seraya membawanya menuju rooftop rumah sakit. Sesampainya di sana, mereka duduk di sebuah kursi di mana di kelilingi oleh bunga dan tanaman hijau lainnya, seakan memberikan kesan penyembuhan bagi mereka yang penat.


“ Aku tidak pernah berpikir jika hari ini akan begitu cepat menimpa mereka berdua. Aku bahkan bisa merasakan bagaimana sakit dan sedihnya mereka berdua. Rasanya begitu menyakitkan, sangat menyakitkan,” ujarnya pada Andre seraya memegangi dadanya yang terasa sesak.


Andre menatapnya dengan dalam, dia juga merasakan hal yang sama, rasa sakit, kecewa, dan takut kehilangan itu menjelma menjadi sebuah rasa takut yang sangat besar.


“ Aku tahu bagaimana rasanya berada di posisi mereka berdua. Aku jauh lebih dari mengerti tentang apa yang di rasakan oleh mereka berdua. Aku juga pernah berada dalam jurang keputusasaan. Namun, aku yakin mereka pasti bisa melewati semuanya. Walau kemungkinan terburuknya sudah terlihat. Namun kemungkinan untuk sembuh juga tetap ada. Dean begitu muda, bahkan hidupnya baru saja di mulai, tetapi dia harus mengalami ini semua.” Andre berkata dengan suara yang tertahan, mencoba untuk bersikap tegar. Namun nyatanya dia tidak bisa, perlahan butiran bening itu turun membasahi wajahnya.

__ADS_1


Anita yang melihat keadaan Andre pun kini yakin dengan apa yang di katakan oleh Nelson. Walau dia bersikap keren dan dingin, di balik itu semua dia memiliki jiwa sangat lembut.


Dia mengulas senyuman, pelan-pelan Anita menghampiri tangan Andre yang menutupi wajahnya. Di genggamnya dengan lembut seraya berkata. “ Jika kau memgerti rasa sakit yang mereka berdua alami, itu berarti kau juga pernah mengalami luka yang begitu dalam dan pedih.”


Andre menatap Anita dengan intens, kedua matanya bersinar kala bertemu pandang dengannya. Terlihat seutas senyuman timbul di sudut bibir Andre. Begitu tenang. Namun tetap memesona, hingga membuat dirinya tak mampu berpaling dari tatapan yang dalam itu.


“ Jadi apa kau akan tinggal di sini lagi?” Anita mencoba mengalihkan perhatiannya, berusaha untuk tidak terus memandangi wajah Andre.


Andre yang menyadari kecanggungan Anita pun hanya mengulas senyum lembut padanya, seraya menjawab. “ Aku akan menemani, dan membantu urusan Nelson, bersama dengan Evan nantinya. Kemungkinan, aku akan berada di sini lebih lama, aku tidak mungkin meninggalkannya.”


Andre tersenyum tipis, mengingat apa yang telah dilakukan Nelson untuknya di masa lalu.


“ Aku rasa kau pasti sangat dekat dengan Nelson,” ucapnya seraya wajah menatap Andre.


Andre mengalihkan pandangannya, di tatapnya langit yang luas itu. “ Ehm…” seraya menganggukkan kepalanya. Lalu dengan begitu anggun dia menyesap minuman yang berada di tangannya.


“ Kami awalnya tidak dekat. Namun, suatu insiden terjadi hingga akhirnya aku dan Nelson menjadi dekat. Pertempuran, dan misi penyelamatan pun kami lakukan bersama dengan ketiga anggota lainnya. Dia sangat luar biasa, hingga suatu hari aku tidak bisa lagi meneruskan karierku dalam militer. Karena aku, tidak bisa lepas dari tragedi yang merenggut mendiang istriku. Aku mengalami trauma Psikis yang sangat berat, bahkan aku melupakan kenyataan bahwa aku memiliki seorang putri yang sedang sakit.”


“ Di saat aku terpuruk, dia lah orang pertama yang menemuiku, merawat putriku yang sakit, dan juga merawat diriku yang sudah seperti oang gila. Dia bahkan mengejar pelaku pembunuhan mendiang istriku, hingga dia menyerahkan keparat itu padaku. Aku sangat bersyukur pada Tuhan karena bisa mengenalnya. Dia bahkan menemaniku hingga akhirnya putriku kembali menghadap Sang kuasa.” Andre tersenyum, kembali menatap langit.


Anita sangat takjub, saat mendengar kenyataan bahwa Nelson memiliki peran yang besar dalam hidup Andre. “ Benar-benar orang yang sangat istimewa,” batinnya.


“ Nelson pasti sangat berarti bagimu,” ucap Anita pelan, seraya menundukkan kepalanya.


Andre hanya mengulas senyum menanggapi perkataan wanitanya.

__ADS_1


“ Tentu saja kau juga sangat berarti bagiku.” Andre berkata seraya berdiri dari tempatnya. Di lihatnya jam yang ada di pergelangan tangannya. Dia tersenyum seraya mengulurkan tangannya pada Anita. “ Ayo, bukankah kau ingin melihat Dean?” Ajaknya pada Anita.


Anita menatap jamnya, yang sudah menunjukkan pukul sebelas siang, sudah waktunya membesuk Dean. Mereka berdua meninggalkan rooftop rumah sakit, menuju tempat Dean di rawat.


Di saat keputusasaan menghinggapi keduanya, sebuah keajaiban pun datang.


Saat Bella tengah menangis seraya memegang tangan kecill Dean, dia merasakan pergerakan yang begitu intens dari jari-jari mungilnya.


Bella sejenak terdiam mencoba merasakan kembali pergerakannya. Dan ternyata memang kembali bergerak. Lalu dia berteriak. “ Dokter… Dokter..” Bella keluar dengan tatapan yang berkaca-kaca.


Nelson yang sedang berbicara dengan Dokter pun sedikit terkejut, seketika dia langsung menghampiri istrinya. “ Ada apa? Apa yang terjadi?” Nelson bertanya dengan cemas.


“ De-Dean…” Bella sedikit terbata-bata kala menjawab pertanyaan Nelson.


“ Ada apa dengan Dean?” Nelson kembali bertanya.


“ Suamiku, aku merasakan pergerakan darinya, aku yakin jika Dean sudah sadar,” ucapnya setengah berteriak pada Nelson.


*


*


*


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih.🙏🥰🫶🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2