
Di luar terdengar suara mobil yang bergemuruh, pertanda mobil Nelson telah kembali. Dan ya, benar saja Nelson telah kembali. Dion mencoba melihat keluar, dengan girang dan bersemangat dia berkata. “ Ibu, lihatlah ayah sudah kembali, kakak juga.” Dengan segera dia berlari ke lantai bawah untuk menemui saudaranya.
Bella berteriak, “ hati-hati sayang, kau bisa jatuh nanti,” Bella sudah tidak melihat bayangan Dion lagi, dengan menghela napas berat dia berkata.
“ Anak itu, selalu saja seperti itu.” Dan akhirnya Bella juga ikut ke luar turun ke lantai bawah.
Terlihat Nelson dan Dean berjalan masuk ke dalam ruang tamu. Melihat Dion sedang sedang bergelayutan pada Nelson, membuat Bella tersenyum. Benar-benar sudah menjadi bagian dari kedua putranya.
Bella berjalan mendekat, seraya berkata. “ Selamat datang.”
Nelson menatap Bella, dia memintanya mendekat. Dengan lembut dia berkata. “ Kemarilah, tidakkah kau rindu padaku istriku?”
Saat mendengar perkataan Nelson, pipi Bella tiba-tiba merah merona. Dia begitu tersipu malu kala Nelson menggodanya. Bella mendekat seraya berkata. “ Tentu saja, aku merindukanmu suamiku!”
Dean dengan kesal bertanya. “ Lalu, apakah kau tidak merindukanku ibu?
Bella tersenyum, menyadari kekesalan putranya, dengan lembut dia memeluk dan menciumnya, seraya berkata. “ Tentu saja, ibu sangat merindukanmu! Bagaimana kabarmu sayang? Apakah kau senang bersama Ibu Anita?
Dean menjawab. “ Ya. Disana cukup menyenangkan, apalagi jika Dion ikut bersamaku, pasti lebih menyenangkan!”
Seraya mengelus puncak kepala Dean, Bella berkata. “ Nanti, kalian berdua bisa menginap bersama di rumah ibu Anita, dan bersikap baiklah padanya.”
Dean menganggukkan kepalanya, dia mencoba memanggil Dion, “ Dion kemarilah! Tidakkah kau merindukanku? Kenapa kau hanya bergelayutan pada ayah? Apa kau tidak ingat padaku.”
__ADS_1
Dion berbalik, segera memeluk Dean seraya berkata. “ Eiihhh, kenapa kau berkata begitu? Aku, hanya ingin memeluk ayah. Bukan berarti aku tidak rindu padamu. Tentu saja, aku rindu!”
Dean berkata, “ Kemarilah aku membelikanmu kue, dan permen kapas kesukaanmu. Apakah kau suka?”
Dion dengan girang langsung menyambar permen kapas di tangan Dean. “ Sungguh kau sangat tampan, kau adalah kakak terbaik, terima kasih kakak.”
Dean dengan sedikit tersenyum dan menggosok puncak kepala Dion, dia menimpalinya, “ Dasar kau, ketika ada yang kau mau, kau berubah menjadi anak yang manis.”
Dion dengan tersenyum, kembali memeluk Dean. Seakan tidak ingin berpisah lagi dengannya. Dion merasa dirinya sangat merindukan kakaknya.
Dean berkata. “ Kau harus mencoba untuk menginap bersama Ibu Anita. Di sana cukuo menyenangkan.”
Dion cukup sedih kala Dean berbohong pada ibunya, dia bahkan memaksakan senyumnya pada Dean. Dengan berat hati dia berkata. “ Tentu saja, aku akan pergi ke sana bersamamu.”
Bella menepuk pundak Nelson, seraya memanggilnya. “ Nelson, Nelson apa kau mendengarkanku?” Nelson masih termangu kala Bella menepuk pundaknya, dia segera tersadar dari lamunannya, dan bertanya. “ Ya, apa yang kau inginkan dariku?”
Bella jadi tersipu kala matanya bertemu dengan mata Nelson, dengan sedikit grogi dia berkata. “ Tidak, tidak ada.”
Nelson yang menyadari gerak-geriknya semakin ingin menggodanya, dengan lembut dia berbisik di sebelah telinga Bella. “ Bagaimana kalau kita menuntaskannya di ranjang, aku akan melakukannya dengan lembut, tunggu anak-anak masuk kamar, aku akan segera menerkammu.”
Bella yang mendengar perkataan Nelson merasa gairahnya sedikit bangkit, wajahnya memerah, sepertinya dia termakan godaan Nelson, yang membuatnya bergidik ngeri.
Berbeda dengan keadaan mansion Nelson yang penuh suka cita.
__ADS_1
Di villa keluarga Xia penuh dengan duka. Di mana keluarga Xia telah bangkrut, terdengar kata makian terhadap Mira Yu. Lian Xia sangat murka mendengar bantahan Mira, karena selalu memanjakan Yeni. Kini bisnis yang telah di bangun puluhan tahun pun harus hancur dalam sekejap saja. Tagihan kartu kredit yang membengkak pun kini tak bisa lagi di bayar, semua hartanya kini hampir habis karena harus membayar ganti rugi pada pihak lain. Dengan terpaksa Lian Xia berniat untuk menjual propertynya seperti rumah, dan juga koleksi mobilnya. Keluarga Lian Xia benar-benar hancur sekarang, tidak mudah untuk mendirikan usaha kembali. Lian Xia harus mencari cara agar dia bisa mempertahankan bisnisnya.
Sedangkan Mario, setidaknya dia lebih beruntung dari keluarga Xia, perusahaan Fan Group mampu bertahan. Karena adik perempuan Mario mau membantunya menyelesaikan permasalahan yang menimpa perusahaan. Setidaknya setelah mengajukan perceraian pada Yeni, perusahaan Fan dapat stabil kembali. Jika dipikirkan lagi, kalau bukan karena tindakan gegabah Yeni mereka sekeluarga tidak akan mendapatkan masalah yang begitu besar. Dan tidak akan terlibat dengan tuan muda Nelson Hongli yang sangat angkuh dan kejam dalam dunia bisnis itu. Sungguh mengerikan jika sampai menyinggungnya di lain hari.
Kembali ke mansion Nelson, di mana Dion dan Dean berada. Dean mengajak Dion untuk pergi ke taman belakang rumah. Mereka mengerti, dengan senang hati memberikan waktu untuk ayah dan ibunya bersama. Mereka berdua beranjak pergi menuju halaman belakang. Di sana terlihat damai, angin yang berhembus terasa sejuk, pemandangan yang sangat indah tersuguhkan dengan baik, ada aliran sungai kecil yang mengalir dengan tenang, semakin membuatnya terlihat asri. Dean berjalan menuju pohon pinus yang besar, setelah sampai di bawah pohon keduanya berbaring di atas rerumputan hijau, menatap lagit yang sangat indah nan cerah. Di atas sana terlihat burung beterbangan, awan putih dan langit yang biru menghiasi keindahannya.
Seraya memandang langit Dean berkata, “ Apa kau menyukainya? Di sini terlihat indah bukan?
Dion hanya menganggukkan kepalanya seraya berkata. “ Ehm.. tentu sangat indah, hari ini begitu cerah sehingga kita dapat menikmati hari ini di luar.
Dean berkata. “ Dion, besok aku akan pergi dengan ayah, ku harap kau bisa menjaga ibu!”
Dion bertanya, “ Kenapa kau bicara seperti itu? Bukankah hanya pergi keluar negeri saja? Tidakkah bicaramu berlebihan?
Dean dengan lembut menjawab, “ Kau sudah tahu kondisiku saat ini? Mungkin sekarang lebih memburuk, mengingat aku lebih sering merasakan sakit kepala yang cukup hebat! Aku pergi karena tidak ingin ibu tahu tentang kondisiku, aku tidak ingin membuatnya sedih ataupun khawatir nantinya, jadi kau bisa bukan tidak memberitahu ibu, tentang kondisiku?
Dion kembali bertanya, “ Lalu kapan kau akan memberitahu ibu? Aku tidak ingin ibu terluka! Jika ibu mengetahuinya, bukankah itu lebih menyakitkan untuknya?
Dean menjawab, “ Dion, cepat atau lambat aku akan memberitahu ibu, tapi tidak sekarang, apa kau mengerti?
Dion dengan enggan menjawab, “ Ya, baiklah.
Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih. 🙏🥰🫶🌹🌹
__ADS_1
Bersambung