ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 38


__ADS_3

Nelson tidak membiarkan itu terjadi namun dia meminta anak-anak agar memanggilnya ayah. Dean sedikit kaget namun dia berusaha menerimanya.


“ Bagaimana kalau kau tidur?”


“ Ini sudah lewat jam malam anak-anak, Dean hanya menganggukkan kepalanya. Nelson menggendongnya menuju kamar agar dia tidur bersama dengan Dion.


Nyonya besar dan Tuan besar turut bahagia melihat kedekatan putranya dengan anak-anak itu, melihat putranya begitu penuh kasih sayang pada keduanya. Seandainya anak-anak itu adalah anak Nelson, betapa bahagianya dia.


Menjelang pagi Nelson terbangun dari tidurnya, dia masuk ke kamar melihat anak-anak yang masih tertidur.


Nelson pun menaiki tempat tidur, dia berencana untuk melanjutkan tidurnya bersama anak-anak. Nyonya besar datang ke kamar Nelson namun dia tidak menemukan putranya.


Dia pun berpikir bahwa putranya pasti ada di kamar anak-anak, dan setelah Nyonya besar mendatangi kamar anak-anak, dia tak hentinya memandangi wajah-wajah yang sangat tampan, walaupun mereka bertiga sedang tidur, namun pesonanya masih terlihat.


Nyonya besar dengan sangat pelan membangunkan Nelson dari tidurnya. Agar tidak mengganggu anak-anak, Nelson sedikit enggan berpisah dengan anak-anak itu, namun dia harus tetap bangun dan meninggalkan mereka berdua. Nelson mengecup kening mereka berdua bergantian

__ADS_1


Di ruang tamu, sudah ada kedua orangtua Nelson. Mereka berbincang tentang seputar anak-anak.


Nelson datang menghampiri mereka kemudian bertanya kepada kepala pelayan. “ Apakah anak-anak telah bangun?” Tanyanya.


Kepala pelayan pun menjawab. “ Belum bangun tuan muda,” ucapnya.


Nelson segera bangkit dan menuju ke kamar anak-anak, dia melihat Dion yang masih tertidur sedangkan Dean sudah menggunakan bathrobe.


Ketika Dean membuka lemari dia bertanya pada Nelson. “ Apakah aku bisa meminjam pakaian yang ada di dalam lemari? Ucapnya.


Nelson kembali membangunkan Dion dengan lembut, dia mengecup pipi dan keningnya seraya memanggil namanya dengan lembut di telinganya.


“ Dion putraku, bangunlah,” Nelson terus menerus memanggilnya. Hingga akhirnya Dion terbangun.


Di meja makan semua orang telah berkumpul, seketika mereka menatap ke arah tangga di mana anak-anak sedang menuruni anak tangga. Mereka sangat tampan dan berkarisma, bahkan aura mereka sangat mendominasi. Benar-benar sempurna.

__ADS_1


“ Maaf kami terlambat,” seraya Dean dan Dion membungkukkan tubuh mereka. Tanda hormat pada orang yang lebih tua. “


“ Mari duduk, makanan sudah siap,” ucap Nyonya besar.


Dean san Dion duduk di samping Nelson, mereka benar-benar terlihat sebagai sepasang ayah dan anak.


Melihat anak-anak makan mereka kagum, Dean dan Dion makan dengan anggun dan elegan. Mereka sepertinya mendapatkan pendidikan yang sangat mumpuni.


Di meja makan tidak ada yang bersuara, hanya ada suara dari sendok dan piring yang saling bergesekan. Hingga saat makanan penutup, anak-anak diberikan kudapan manis dengan stroberi tapi mereka berdua menolaknya. “ Maafkan kami jika lancang tidak memakan makanan dari nenek, karena kami elergi dengan stroberi.”


Nelson dan kedua orang tuanya tercengang betapa tidak? Nelson juga elergi terhadap buah stroberi, Nelson pun meminta kepala pelayan untuk mengganti kudapannya agar tidak memakai stroberi.


Setelah selesai sarapan, mereka berdua pamit untuk pulang kerumahnya. Nelson dengan sigap mengantarkan Dean dan Dion bersama dengan hadiah yang mereka dapatkan semalam.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara; like, vote, dan komen ya guys. Jika masih ada salah tulis atau typo, tolong di maafkan. Terima kasih🙏🥰🫶🌹

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2