ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 66


__ADS_3

Dari dulu Mario ingin menceraikan Yeni, namun dia tidak bisa melakukannya begitu saja mengingat kedua keluarga sangat akrab, sekarang dia bisa mengajukan perceraiannya. Mario berharap Bella akan memaafkannya jika dia bercerai dengan Yeni.


Di sisi lain Nelson sedang berjalan menuju kamarnya, sekilas dia mendengar suara di kamar Dean, Nelson segera masuk ke kamar Dean, namun Dean tidak ada di tempat tidurnya, di dalam kamar mandi terdengar suara air dan seseorang yang sedang muntah berkali-kali.


Nelson memanggil Dean namun tidak ada jawaban, Nelson segera masuk ke kamar mandi dan melihat pemandangan yang menyakiti hatinya, Dean memandang Nelson dengan wajah pucat pasi dan mengatakan.


“ Aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir.” ucapnya namun Nelson tahu, itu adalah efek atau gejala dari penyakit kanker otak yang menyerangnya.


“ Apa kau perlu bantuanku?” tanya Nelson seraya mengulurkan tangannya pada Dean.


“ Ehmm..” Dean menganggukkan kepalanya dan menerima uluran tangan Nelson, Nelson melihat banyak cairan yang terciprat di pakaian Dean, dia pun mengganti pakaian Dean dengan yang bersih.


“ Apakah sakit?” Nelson bertanya padanya.


“ Tidak, tidak sakit sama sekali,” Dean tersenyum mengatakannya.


“ Apakah kau sudah meminum obatmu, sepertinya gejalanya makin parah.” Perkataan Nelson membuat Dean sedikit merenung.


“ Apakah sebaiknya kau tinggal di rumah sakit? Agar mendapatkan perawatan yang mumpuni di sana? Nelson kembali meminta pendapat Dean, namun Dean berkata.


“ Tidak perlu, aku akan tinggal di rumah saja, aku tidak ingin menghabiskan waktuku hanya di rumah sakit saja.” Dean memberi penolakan.


“ Nak, sebaiknya kita memberitahu ibumu dan Dion tentang kondisimu, kita tidak akan tahu masalah kedepannya seperti apa?” Nelson mencoba kembali untuk membujuk Dean agar mau memberitahu Bella tentang segalanya.


“ Tidak Ayah… ini masih terlalu dini, saat ini ibuku sedang di landa asmara, dia sedang berada pada masa kebahagiaannya bersamamu, bagaimana bisa aku merusak kebahagiaannya? Dengan memberitahunya dengan kondisiku ini.”


“ Aku tidak ingin membuatnya sakit dan sedih, sudah lama ibuku tidak merasakan kebahagiaan seperti sekarang, jadi aku mohon jangan beritahu ibuku sekarang, jika waktunya sudah tepat aku akan memberitahunya sendiri.


Nelson hanya bisa menuruti keinginan Dean sampai akhir, dia menyemangati Dean.

__ADS_1


“ Kau adalah salah satu anak yang spesial di mata Tuhan, Dean anak baik, hebat, kuat. Percayalah Tuhan sangat menyayangimu, dan aku akan selalu menjagamu sampai akhir. Jangan menyerah Nak.” ucap Nelson seraya memeluk dan mengecup kening Dean.


Nelson membicarakan kepergiannya ke Kanada minggu ini pada Dean. nelson menjelaskan bahwa dia akan berada di luar negeri selama dua pekan ke depan, dan otomatis tidak bisa menjaga dirinya.


Dean mengerti apa yang di maksud Nelson, jika Nelson tidak ada di sini kemungkinan besar ibunya akan mengetahui kondisinya akan semakin besar, Dean pun memutuskan untuk ikut bersama Nelson. Setelah menyelesaikan pembicaraan dan Dean juga sudah tertidur, Nelson melangkahkan kakinya keluar kamar Dean, sebelum menutup pintu Nelson menatap wajah Dean dan bergumam.


“ Kenapa anak itu berlagak sok kuta dan tegar, namun di balik itu ada rasa sakit tak tertahankan, sungguh anak yang spesial.”


Nelson kembali ke kamarnya melihat Bella tertidur pulas, setelah membersihkan tubuhnya Nelson pun beranjak naik ke tempat tidur dan mencium pipi Bella seraya memeluk tubuhnya sampai akhirnya Nelson tertidur.


❤️❤️❤️❤️❤️


Sinar mentari pagi mulai menembus jendela kaca kamar Nelson, di sana Nelson dan Bella masih tertidur. Kala cahaya matahari mengenai wajah Bella dirinya pun terbangun karena merasakan silau di matanya.


Saat Bella terbangun dia melihat pemandangan pagi hari yang sangat menggoda, dan memesona yaitu Nelson yang masih tertidur. Dia menatap Nelson begitu dalam, Bella memberanikan diri untuk menyentuh wajah Nelson dengan lembut.


Dan tiba-tiba Nelson terbangun, Bella menatap sepasang manik berwarna hijau zamrud itu sangat memukau. Bella bahkan tidak bisa menopang dirinya kala Nelson menarik lengannya, hingga wajah Bella sangat dekat dengan wajah tampan Nelson.


Satu jam berlalu namun mereka berdua masih bergelut di tempat tidur, dengan penuh gairah Nelson terus menggempur Bella tanpa ampun.


Untungnya kamar Bella kedap suara sehingga jika Bella berteriak pun orang lain tidak akan mendengar aktivitas mereka.


Setelah pergulatan panjang, akhirnya Nelson mencapai puncaknya, dia menyudahi aktivitas bercintanya dengan Bella.


Nelson mengecup lembut Bella, dan menggendongnya ala bridal menuju kamar mandi, mereka berdua berjalan tanpa pakaian.


Nelson dengan lembut memasukkan Bella ke dalam bak mandi yang sudah di isi air hangat. Dia dengan lembut menggosok tubuh Bella, saat tangannya bersentuhan dengan kulit Bella rasanya Nelson mendapatkan kembali getaran gairahnya yang sempat padam.


Dia pun kembali di landa gairah yang menggebu-gebu, Nelson kembali bercocok tanam di kamar mandi.

__ADS_1


“ Bella, kau benar-benar membuatku bergairah.” Nelson kembali mencium Bella.


Setelah puas dan mencapai puncaknya dia membawa Bella kembali ke bak mandi untuk di bersihkan tubuhnya, Bella kelelahan karena ulah Nelson.


Nelson yang selesai mandi pun, mengangkat Bella dari bak mandi menuju wardrobe, Nelson mendudukkan Bella, dan membantunya memakai gaun rumahan selutut yang sangat indah.


Gaunnya berwarna hijau zamrud sangat cocok dengan kulit putihnya. Selera Nelson memang tinggi bahkan baju-baju Bella yang ada di lemari merupakan pemberian Nelson.


Tok… tok… tok.


Suara pintu Nelson di ketuk.


“ Tuan muda makanan sudah siap, semua orang telah berada di meja makan!” ujar seorang pelayan memberitahu Nelson.


“ Apa kau ingin turun?” Jika tidak aku akan meminta pelayan untuk mengantarkan makanan ke sini!” tanya Nelson seraya mengusap lembut kepala Bella.


“ Tidak, sepertinya aku akan berada di sini, aku cukup kelelahan karena ulahmu, jadi biarkan aku berada di dalam kamar!” ucap Bella.


“ Baiklah.. aku akan turun ke bawah.” Nelson pun meninggalkan Bella sendirian di kamar.


Dia merasa sedikit tidak nyaman di bagian sensitifnya karena Nelson mengerjainya tanpa ampun. Dia berpikir sudah berapa kali dia mencapai puncaknya kala bercinta dengan Nelson. Dia berniat untuk istirahat sebentar lagi, karena hari ini juga hari libur, membayangkan Nelson seharian akan berada di rumah, Bella bergidik ngeri.


“ Loh.. Bella mana nak?” Sandra bertanya pada putranya Nelson.


“ Dia sedikit tidak nyaman, sehingga dia memilih untuk tinggal di dalam kamar.” Jawab Nelson.


“ Tolong buatkan sup sarang burung walet dan makanan yang menambah energi untuk Bella, dan antarkan ke kamarku.” Seraya memberi perintah pada para pelayan.


Kedua orangtua Nelson tersenyum mendengar permintaan putranya itu. Mereka memaklumi karena mereka juga pernah muda.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih.🙏🥰🫶🌹🌹


Bersambung


__ADS_2