ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 84


__ADS_3

Di kediaman Xia.


Mira Yu mulai ketakutan kala dirinya mendapati beberapa orang sedang mengintai rumahnya.


Mira Yu berkata. “ Apa yang harus kita lakukan? Di luar ada beberapa orang yang menungguku keluar, aku cukup takut!”


Lian Xia berkata. “ Apa yang sedang terjadi? Memangnya kau berbuat apa hingga kau di ikuti orang lain?”


Mira dengan sedikit gugup berkata. “ Aku tidak melakukan apapun! Aku hanya menemui Bella, agar membantu Yeni keluar dari penjara.”


Lian Xia bertanya, “ Lalu apa lagi yang kau lakukan?”


Mira dengan takut berkata. “ Aku tidak sengaja menarik rambut Bella.”


Lian Xia dengan marah memaki istrinya itu, “ Apa! Kenapa kau begitu gegabah? Masalah perusahaan saja belum selesai, bagaimana bisa kau menambah masalah?”


Mira denga takut berkata. “ Aku hanya meminta keadilan untuk putriku! Aku tidak bisa berdiam diri kala putriku berada di balik jeruji besi. Aku tidak sepertimu yang bisa tidak peduli pada anak! Kau bahkan tidak berusaha melakukan apapun deni Yeni. Sungguh kau benar-benar tidak punya hati nurani.”


Lian Xia geram, seraya berkata. “ Berani-beraninya kau bicara seperti itu padaku? Setelah apa yang telah aku lakukan dan berikan untuk kalian ? Bahkan aku meninggalkan putriku Bella untuk mendukung putrimu, lalu ini balasanmu padaku? Putrimulah akar dari segala masalah ini! Kau mengerti tidak?”


Mira sedikit terdiam. Namun, dia menimpali perkataan suaminya itu, “ Bukan, bukan seperti itu! Aku hanya…”


Lian Xia berkata. “ Sudahlah, aku tidak ingin berdebat lagi denganmu. Bukannya menyelesaikan masalah, malah membuatnya bertambah semakin rumit. Sebaiknya kau pergi dari pandanganku.”


Mira Yu sangat kesal, dia cukup marah. Rasanya dia ingin merobek dan mencaci maki suaminya itu, lagi pula kini mereka tidak memiliki apa-apa lagi.


Dia mencoba tidur dikamar Yeni, Mira selalu memeriksa keadaan diluar rumah. Dia sedikit lega kala mengintip di jendela dia tidak menemukan orang-orang yang sebelumnya mengintai rumahnya.


Mira bergumam. “ Ah, mereka hanya main-main saja, buktinya ketika tengah malam mereka tidak ada. Hah, ternyata mereka hanya sekedar menggertak, jika begitu aku juga bisa. “ Seraya menghentakkan tubuhnya ke tempat tidur.


Dalam benak Mira masih memikirkan cara untuk mengeluarkan putrinya Yeni. “ Bagaimana pun caranya, aku harus bisa mengeluarkan Yeni, jika perlu akan ku culik putranya untuk di tukar dengan Yeni.


Dikamar lain Lian Xia sedang memutar otak memikirkan bagaimana solusi terbaik untuk melunasi hutang-hutangnya, yang makin membengkak. Kini dia harus merelakan villa tempatnya tinggal untuk menutupi hutangnya, sebelum bank menyita villanya. Dirinya telah putus asa, dia harus merelakan perusahaan bangkrut hanya semalam saja. Lian Xia memasang villanya pada situs properti, menunggu orang yang mau membeli rumahnya. Dan berharap villanya dapat terjual dengan cepat.


Kini dirinya tidak memiliki apa-apa lagi, jika rumahnya terjual dia akan meninggalkan rumahnya. Dalam hatinya bergumam, “ Sungguh hidupku hancur karena ulah anak bodoh itu, jika saja dia tidak membuat ulah, aku tidak akan merasakan penderitaan seperti ini. Bukan hanya Yeni mendekam di penjara, namun dia juga harus kehilangan perusahaan, dan juga villa yang telah dia tinggali bersama istri pertamanya, yaitu ibu kandung Bella.”

__ADS_1


Perlahan Lian Xia kembali mengenang masa indahmya bersama Bella, Bella lahir dan tumbuh besar di villa ini. Sebelum Mira Yu dan Yeni menampakkan diri mereka dihadapan ibu Bella, semuanya berjalan lancar tanpa hambatan, dirinya juga bisa meluangkan waktunya untuk selingkuhannya. Namun, karena ketidak sabaran Mira yang ingin tinggal di villa, dan tidak ingin tinggal dipinggiran kota lagi, dengan sembrono mereka datang begitu saja bertemu ibu Bella. Membuat rencana awalnya hancur begitu saja, sungguh bila dipikirkan lagi, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya itu nyata, dan benar adanya, begitupula dengan Mira dan Yeni yang sama-sama ceroboh dan gegabah dalam sesuatu. Mereka memiliki sikap, dan sifat yang sama, yang membuat mereka hancur


❤️❤️❤️❤️❤️


Di Quebec, Kanada.


Di hotel semua staff sangat sibuk, bahkan para pengunjung hotel di buat bingung oleh tingkah para staff hotel, mereka begitu sibuk dan panik.


Manager mengumpulkan semua staff hotel di lobi dan bertanya. “ Apakah kamar, makanan ringan, buah, dan minuman kesukaan Tuan muda sudah di siapkan?”


Salah satu staff hotel menjawab. “ Sudah Manager, semuanya telah kami siapkan.”


Manager berkata. “ Bagus, ingat kita semua harus menjaga Tuan muda selama berada di sini! Jangan sampai kejadian itu terulang kembali, jika kesalahan itu terulang kalian tahu bukan bagaimana sifat Presdir? Presdir tidak akan pernah memaafkan siapapun yang menyakiti putranya! Sekalipun orang itu tidak bekerja lagi padanya, dia akan terus mengejarnya. Apa kalian mengerti?”


Dengan serentak staff hotel berkata. “ Baik Manager.”


Manager hotel kembali berkata. “ Bagus, sebentar lagi Presdir akan datang, kalian harus siaga.”


“ Siap Manager.” Semua orang pun meninggalkan lobi hotel, kembali mengerjakan pekerjaan mereka sebelum Presdir mereka datang.


“ Ya, dia benar-benar beruntung. Apakah kau pernah melihat wajah Tuan muda secara langsung?”


“ Aku pernah melihatnya beberapa kali, kala itu Presdir membawanya pergi keluar. Tuan muda sangat tampan, wajahnya sama persis seperti Presdir.”


“ Apakah sangat tampan?”


“ Tentu saja, bahkan aku pernah mendapati Tuan muda sedang duduk di cafe hotel dengan pakaian casual saja sudah sangat tampan!



Visual Dean


“ Kau sangat beruntung bisa melihat Tuan muda secara langsung, sedangkan aku, hanya melihatnya saat wajahnya dipenuhi dengan darah.”


“ Tenanglah, kau akan melihat bagaimana tampannya Tuan muda hari ini.”

__ADS_1


“ Apakah benar?”


“ Tentu saja.”


Di rumah sakit, Nelson masih menunggu Dean bersiap.


Seorang pria berpakaian perawat masuk ke kamar Dean, seraya berkata. “ Permisi Tuan, perkenalkan saya adalah Oliver.” seraya mengulurkan tangannya pada Nelson.


Nelson sedikit tersenyum dan membalas uluran tangan Oliver.


Oliver berkata. “ Selamat siang Tuan, saya adalah perawat yang ditugaskan untuk merawat, dan menjaga Tuan muda Dean.”


Nelson berkata. “ Apakah kau sudah menyiapkan segala keperluan putraku, selama dirawat dihotel.”


Oliver berkata, “ Sudah, Tuan.”


Nelson menganggukkan kepala tanda kepuasan Nelson kepadanya.


Nelson bertanya pada Evan. “ Evan, apakah semua sudah selesai?”


Evan menjawab, “ Sudah Presdir.”


Nelson dengan lembut menghampiri Dean seraya berkata. “ Apakah kita bisa pergi sekarang? Apakah tubuhmu baik-baik saja?”


Dean menganggukkan kepalanya seraya berkata. “ hmm… tentu.”


Mereka berempat pun pergi meninggalkan kamar, menuju lobi rumah sakit. Seraya menunggu Evan mengambil mobil diparkiran, Oliver mengambil kesempatan untuk mencoba mengenal anak yang akan dia jaga.


Oliver dengan lembut berkata. “ Tuan muda, perkenalkan saya adalah Oliver, Anda bisa memanggil saya Olaf. Semoga kita bisa cocok. Jangan sungkan pada saya Tuan muda.” Seraya mengulurkan tangannya pada Dean.


Dean menjawabnya dengan suara lembut dan berkata. “ Dean, terima kasih karena sudah mau menjadi perawatku.”


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih.🙏🥰🫶🌹🌹


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2