ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 113


__ADS_3

Selesai mandi Nelson pun segera mengangkat Bella dari bak mandi menuju ruang ganti, di dudukkannya Bella di sebuah kursi.


Kemudian Nelson mengambil baju untuk Bella. Diambilnya gaun selutut berwarna Cream untuk Bella.


“ Pakailah ini, kau akan terlihat begitu cantik kala memakainya,” ucap Nelson.


Bella mengambil gaunnya. Saat Bella ke luar dari ruang ganti. Dia terlihat begitu menawan kala memakai gaunnya.


Nelson terpana kala memandang Bella. “ Kau begitu cantik istriku,” ungkap Nelson.


Bella tersipu malu kala mendengar pernyataan suaminya.


“ Kau pasti lapar? Ayo kita turun ke bawah. Semua orang pasti sudah menunggu kita,” ucap Nelson.


Bella dan Nelson pun segera turun kebawah.


Dalam hatinya Nelson berkata. “ Hanya dengan riasan setipis itu. Wajahmu sudah begitu cantik.”


“ Sungguh kau membuat diriku tak bisa berpaling darimu,” bisiknya di telinga Bella.


Bella yang mendengar bisikan Nelson pun tanpa sadar melewatkan satu anak tangga, hingga membuatnya hilang keseimbangan.


Di saat Bella hamoir terjatuh, dengan sigap Nelson segera meraih pinggang Bella, hingga membuatnya tidak terjatuh.


Nelson dengan cemas berkata. “ Mengapa kau tidak hati-hati? Jika aku tidak meraih tubuhmu. Kau pasti sudah terluka di bawah sana,” ucap Nelson.


Bella termangu, mencerna situasi apa yang terjadi.


Nelson hanya tersenyum kala menatap Bella yang terdiam seraya menarik tangannya dengan lembut.


“ Sungguh kau begitu menggemaskan istriku,” batinnya.


Seiring berjalannya waktu perasaan cinta semakin tumbuh tak terkendali. Bella bagai candu baginya hingga membuatnya tidak bisa lepas darinya.


Di hari ini Nelson bertekad untuk memberitahu Bella tentang penyakit yang di derita oleh Dean.


Walaupun sebenarnya dia tak kuasa kala ingin memberitahunya. Namun, demi kebaikan semuanya dia harus memberanikan dirinya.


Ada pergolakan dalam dirinya. Nelson membayangkan bagaimana dirinya saat pertama kali tahu Dean sakit. Itu sangatalah menyakitkan. Apalagi rasa sakit yang akan di rasakan oleh Bella nantinya.


Nelson menguatkan hatinya. Mencoba untuk tetap tenang kala mengatakan kebenaran pada Bella.


“ Nelson. Apa yang kau pikirkan?” ucap Bella, membuyarkan lamunan Nelson.


Nelson segera tersadar, dan menatap nanar Bella yang berada di ambang pintu.


Nelson berkata. “ Kemarilah ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu,” ucapnya.


Bella sedikit bingung, dengan heran dia berjalan menghampiri Nelson yang berada di depan jendela.

__ADS_1


“ Ada apa?” Tanya Bella yang sedikit kebingungan.


“ Apakah kau menyayangi Dean?” tanya Nelson


“ Mengapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja aku sangat menyayanginya lebih dari apa pun, sama seperti aku menyayangi Dion,” jawab Bella.


“ Bukankah Dean akan pulang minggu depan?” ucap Bella.


Nelson tersenyum kala mendengar perkataannya.


“ Aku ingin bertanya sesuatu padamu. Apakah kau tahu apa yang di sukai Dean, dan Dion?” tanya Nelson


Bella terdiam, dia tidak bisa menjawab pertanyaan Nelson.


“ Aku-aku tidak tahu,” ucap Bella.


Nelson terdiam sejenak, lalu berkata. “ Aku tahu. Kau tidak tahu karena sibuk bekerja sehingga tidak tahu apa yang anak-anak sukai,” ucapnya.


Bella kembali terdiam.


Nelson kembali berbicara. “ Dean sangat menyukai kue keju sedangkan Dion lebih menyukai kue coklat. Mereka sama-sama menyukai jus apel. Keduanya elergi buah stroberi.”


“ Mereka suka sekali pergi ke taman bermain, jalan-jalan di pusat perbelanjaan. Permainan yang Dean. Sukai adalah puzzle, sedangkan Dion lebih suka merakit sesuatu.”


“ Dean hanya menyukai warna hitam dan putih, berbeda dengan Dion yang menyukai banyak warna.”


“ Dion sangat suka buku cerita, setiap malam ketika menginap di sini. Dean lah yang membacakan ceritanya, walau tanpa ekspresi yang benar.”


“ Berpikir apakah mereka berdua ini kehilangan masa kecil mereka? Atau mereka tidak sempat menikmatinya?” ucap Nelson.


Bella kembali terdiam, kala mendengar perkataan Nelson. Perlahan matanya kini berkaca-kaca. Air matanya kini telah berkumpul di sudut matanya yang indah itu.


“ Aku bahkan tidak tahu apa yang di sukai putraku, lalu bagaimana aku bisa di katakan seorang ibu? Sedangkan aku tidak terlalu memperhatikan keadaan mereka berdua,” ungkap Bella.


Nelson yang menyadari Bella mulai murung pun segera menghampirinya. Dia memeluk erat tubuhnya, seraya mengusap kepalanya seraya berkata. “ Jangan menangis. Kau sudah berusaha dengan baik,” ucap Nelson.


Nelson bertanya. “ Apakah kau siap mendengarkan yang selanjutnya?”


Bella menguatkan hatinya, seraya menganggukkan kepalanya tanda dia setuju.


Rasanya begitu berat untuk menjelaskannya pada Bella. Namun, dengan tekad yang kuat Nelson pun memberanikan dirinya untuk mengatakan kebenarannya.


“ Istriku. Aku ingin kau tidak marah, atau pun kecewa padaku, karena aku pun baru tahu belakangan ini,” ucap Nelson.


Bella semakin penasaran dibuatnya.


Nelson menggenggam tangan Bella, memintanya untuk kuat.


“ Istriku. Aku tahu ini berat untukmu. Namun pada dasarnya kau harus bisa menerimanya. Ini semua adalah ketentuan Tuhan.” ucap Nelson.

__ADS_1


“ Apa yang sebenarnya terjadi?” Bella bertanya dengan heran.


Nelson menghirup napas beratnya seraya berkata. “ Istriku. Putra sulung kita, Dean sakit,” ungkapnya.


Bella terdiam sejenak, lalu berkata. “ Apa yang kau bicarakan? Aku bahkan tidak mengerti?” ucapnya.


“ Istriku. Dean sedang sakit. Dan itu membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh,” ucap Nelson seraya menahan tangisnya.


“ Ada apa? Dean sakit apa?” ucap Bella cemas.


Dengarkan baik-baik. Aku akan memberitahumu tentang kebenarannya.


Bella menatap intens pada Nelson. Berharap apa yang di katakannya bukanlah kabar buruk.


Nelson menghirup napas panjangnya. Dia menguatkan hatinya sebelum bicara pada Bella.


Nelson menggenggam erat tangan Bella seraya berkata. “ Aku harap kau bisa menerimanya. Aku ingin kau tahu bahwa Dean menderita penyakit yang cukup parah.”


Bella yang mendengar perkataan Nelson pun semakin terdiam. “ Apa yang kau katakan? Jangan menakutiku seperti itu! Itu semua tidak lucu,” ungkap Bella.


“ Kau jangan bersikap seperti itu padaku. Apa yang sebenarnya terjadi?” Bella semakin resah.


Nelson menyerahkan beberapa berkas rekan medis milik Dean. Bella mencoba membuka amplop coklat serta melihatnya secara seksama.


Terlihat ada beberapa lembar hasil pindaian kepala Dean, beserta hasil biopsi milik Dean. Saat Bella membaca hasil tesnya, dia pun terdiam.


Nelson berkata begitu hati-hati. “ Istriku putra sulung kita Dean. Menderita kanker otak stadium dua..” Nelson tidak meneruskan perkataannya.


Sejenak Bella tak dapat berkata apa pun. Dia mencoba Mencerna kembali perkataan Nelson. Beserta berkas yang telah di lihatnya saat ini.


Perlahan butiran crystal bening jatuh di wjah cantik Bella. Tatapannya begitu kosong. Air matanya tak henti-hentinya mengalir.


Bella bertanya. “ Nelson apakah ini kebenaran yang ingin kau ungkapkan padaku?”


Nelson memejamkan matanya seraya menganggukkan kepalanya.


Bella merasa dunianya runtuh seketika. Anak yang selalu di rasa baik-baik saja. Nyatanya sakit parah.


Bella kembali bertanya. “ Sejak kapan kamu tahu Dean sakit?”


“ Aku mengetahuinya sejak dua bulan terakhir,” ungkapnya.


Bella kembali ambruk ke lantai. Kedua kakinya tidak dapat lagi menopang beban tubuhnya.


Bella menangis. “ Mengapa kau tidak memberitahuku? Mengapa?” Bella setengah berteriak.


Author ikut sedih, jadi kita lanjut besok aja. Salam sayang dan sehat sll untuk semuanya🙏❤️


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih. 🙏🥰🫶🌹🌹🌹

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2