ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 62


__ADS_3

“ Apakah Dean sudah bangun?” Tanya Bella.


“ Habiskan dulu makananmu, agar kau kuat dan bisa mengimbangiku.” Nelson tersenyum penuh kemenangan.


Setelah makanannya habis, dia kembali meminta jawaban dari pertanyaannya.


“ Dean sudah bangun tadi pagi dia juga sudah makan siang, tidak ada yang perlu di khawatirkan.”


Sekarang Dean di mana? Bella bertanya lagi.


“ Dia sudah kembali ke kamarnya, Dean memutuskan untuk melanjutkan tidurnya.” Jawab Nelson.


“ Tak bisakah kau membangunkannya? Dean sudah terlalu lama tidur.” Dean sedikit kesal dengan putra sulungnya karena dari kemarin Dean terus tidur.


“ Biarkan saja, Dean juga butuh istirahat dan jangan pernah datang untuk mengganggu tidur Dean.”


“ Sebaiknya sekarang kau mandi, airnya sudah siap, aku akan membantumu mandi.” Ujar Nelson. Bella hanya termangu mencerna ucapan Nelson.


Dengan sekejap mata tubuh Bella sudah di gendong oleh Nelson menuju kamar mandi. Setibanya di dalam sana, Nelson memasukkan tubuh Bella ke dalam bak mandi yang berisi air hangat..


Bagian tubuh Bella terekspos begitu saja di depan Nelson ketika gaun tidurnya terlepas, kini Bella tidak secanggung dulu ketika mandi setelah bercinta semalaman dengan Nelson.


Nelson membantu Bella menggosok punggungnya dengan sabun, saat Nelson membantunya menggosok lengan, Bella merasakan sebuah getaran yang membuatnya kembali bergairah, bahkan nafas Nelson begitu memburu dan penuh gairah, diangkatnya Bella dari bak mandi menuju westafel.


Nelson sudah tidak sabar, dia bahkan memasuki inti Bella dengan sedikit kasar dan penuh birahi, Bella hanya mampu mendesah kala Nelson menghantam dirinya, di dalam kamar mandi kini penuh dengan ******* kenikmatan yang bercampur dengan suara air.


Setelah beberapa lama akhirnya Nelson menghentikan aktivitasnya, melihat Bella yang sudah tidak berdaya dibuatnya, Nelson sedikit tersenyum bangga, Nelson kemudian membantu Bella untuk kembali membersihkan tubuhnya hingga memakaikan pakaian pada Bella, dan membiarkannya kembali tertidur.


Di dalam mansion hanya ada Nelson, Bella dan para pelayan dan juga Dean yang masih tak sadarkan diri di kamarnya. Dion dibawa pergi oleh kedua orangtua Nelson, sehingga di dalam mansion kembali sepi.

__ADS_1


Nelson berjalan masuk ke kamar Dean dan melihat, dia bahkan tidak bergerak sedikit pun, Nelson mencoba menghubungi dokter Kevin namun yang dikatakannya adalah.


“ Tetaplah sabar menunggu, mungkin malam ini Dean sudah bisa bangun.” hanya itu kata-kata dari dokter Kevin.


Nelson membawa laptop kerjanya, dia menyelesaikan pekerjaannya seraya menjaga Dean. Dia cukup lama berada di dalam kamar Dean hingga sore hari menjelang makan malam. Bella sudah terbangun saat dia bertemu Nelson dia bertanya.


“ Dion di mana?” Tanya Bella.


“ Dia sedang dalam perjalanan pulang ke sini, Mommy dan Papa mengajaknya jalan-jalan. Jadi jangan khawatirkan Dion.” Jawab Nelson.


“ Aku akan memanggil Dean agar turun untuk makan malam.” Bella bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju kamar Dean.


Nelson yang mendengar perkataan Bella pun terperanjat kaget. Nelson takut kala Bella membangunkan Dean, namun Dean tidak bereaksi akan menjadi masalah yang sangat besar, saat pikiran Nelson melayang. Terdengar suara dari arah tangga.


“ Aku sudah turun Bu.” Ucap Dean.


Dean terlihat tampan, dia berjalan menuruni anak tangga dengan anggunnya.


“ Aiiihhh… kau anak nakal, bisa-bisanya kau terus tidur tanpa menyapa ibumu ini!” Seru Bella kala dia ingin menepuk kepala anaknya itu. Namun dengan sigap Nelson menahan tangan Bella dan berkata.


“ Dean kan baru pulih dari sakitnya jadi biarkan saja dia istirahat sepuasnya. Lagi pula Dean tidak sekolah.” ucap Nelson seraya berjalan menghampiri Dean dan membawanya ke sofa di ruang keluarga. Sebenarnya Nelson tadi merasakan takut, dia takut Bella mengetahui kondisi Dean, dan lebih kaget lagi Nelson melihat Dean sudah berdiri di depannya.


Dean dan Nelson duduk bersama, menonton film aksi, Bella sedang membantu koki di dapur untuk menyiapkan makan malam.


Dean dan Nelson sangat akrab bahkan di lihat dari samping maupun dari depan Dean persis seperti Nelson, pembawaannya yang dingin, angkuh itu namun tetap terlihat memesona.


Di luar terdengar suara mobil datang, Dion dan orangtua Nelson sudah sampai tepat waktu. Ketika mereka memasuki mansion, pandangan mereka tertuju pada sofa di ruang keluarga di mana Nelson dan seorang anak kecil sedang duduk bersama menonton film.


Dion yang menyadari bahwa Dean telah bangun dari tidurnya pun, langsung berhambur ke pelukan Dean. Leo dan Sandra pun ikut berbahagia, melihat putranya tersenyum bersama anak-anak. Setelah menunggu 15 menit akhirnya makanan telah siap semuanya di meja makan.

__ADS_1


“ Anak-anak, makanan sudah siap ayo kemari.” Bella memanggil anak-anak. Orangtua Nelson sangat menyukai Bella karena dia termasuk menantu idaman menurut Sandra.


“ Ayo makan, makanannya masih banyak, jadi tidak usah khawatir kehabisan.”Ucap Bella.


Dean dan Dion makan dengan tenang dan anggun, tak ada suara sekecil apa pun kala mereka menyantap makanan. Setelah selesai makan malam. Dion menceritakan perjalanannya untuk pertama kali bersama kakek san neneknya. Dion berharap agar Dean bisa ikut berjalan-jalan keliling kota.


Dean sedang bersama Nelson, dia sangat menikmati perannya sebagai seorang Ayah yang sangat mencintai anak-anaknya. Mereka berdua mengobrol bersama, Nelson membawanya ke ruang kerjanya yang berada di lantai dua mansion ini.


Nelson memeriksa keadaan Dean, bahkam Nelson menanyakan banyak pertanyaan pada Dean. Namun yang dilakukan Dean adalah tidak menjawab satu pun pertanyaan dari Nelson. Malah berkata.


“ Ayah, terima kasih karena sudah menjagaku beberapa hari ini, aku sungguh beruntung bertemu denganmu. Ku harap ayah bisa terus menjaga ibuku serta adikku setulus hatimu ayah.” ucap Dean.


Nelson tidak tahu harus berkata apa pada Dean, yang jelas Nelson yang mendengarnya terharu, Nelson merasa begitu dekat dengan Dean, dia merasa ada ikatan batin diantara mereka berdua, walaupun dengan Dion sedikit berbeda dengan yang dirasakannya dengan Dean. Apakah mungkin mereka?


Saat tengah malam Nelson masih berada di ruang kerjanya. Dia melangkahkan kakinya menuju balkon. Di sana Nelson mengisap rokok seraya memandang langit, merenungi apa yang telah terjadi dalam waktu dekat ini.



Nelson bisa menjadi dingin dan kejam bahkan sangat menakutkan kala di luar rumah, namun ketika kembali kerumah dia akan menjadi seorang ayah yang baik, dan di impikan oleh anak-anak lain. Nelson begitu lembut kala menyangkut anak-anak dan Bella.


Tiba-tiba Dean masuk dan menghampiri Nelson ke balkon. Dia berdiri sejajar dengan Nelson, Nelson sedikit kaget melihat Dean. Nelson segera memeriksa Dean dan bertanya padanya.


“ Ada apa? Apakah ada yang sakit? Coba ayah lihat.” Nelson sedikit khawatir.


Selamat Tahun Baru Hijriah 1445 H.


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih. 🙏🥰🫶🌹🌹


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2