ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 74


__ADS_3

Dean dengan lembut berkata.“ Dion ada kalanya aku lelah, selelah-lelahnya, seakan aku ingin berhenti saat itu juga. Namun, Tuhan terlalu baik bukan? Dia memberikan sesuatu yang sangat spesial padaku, yang membuatku seakan ingin mengakhirinya. Setidaknya berilah aku semangat, katakanlah hal-hal baik padaku!”


Dion, dengan mata berkaca-kaca segera memeluk saudara kembarnya, dengan lembut berbisik di telinga Dean, “ Berjuanglah, sampai kau tidak bisa bangkit lagi, dan ingatlah kau tidak sendirian di sini, ada aku, ibu dan juga ayah. Mari kita jalani masa kanak-kanak kita seperti anak lainnya, di sini kita tidak perlu menjadi dewasa, dan mandiri. Kita hidup layaknya anak yang butuh perhatian, dan ingin di manja.” Seraya tersenyum Dion melontarkan perkataannya pada Dean, sedangkan Dean hanya mampu menyunggingkan sedikit senyumnya yang manis dan mempesona itu.


Di sisi lain Nelson dan Bella sudah berada di dalam kamar, dengan suara yang sedikit cemas Bella bertanya, “ Anak-anak ke mana? Apakah sudah tidak ada yang bisa menyelamatkanku?


Nelson dengan suara yang sedikit berat dan bergairah pun sedikit berbisik di telinga Bella. “ Tidak ada yang bisa menyelamatkanmu kali ini, bahkan anak-anak mengerti, hingga meninggalkan kita. Jadi persiapkan dirimu! Jangan pernah mencoba untuk kabur dariku, aku akan mandi terlebih dahulu.”


Bella bergumam. “ Akh, habislah sudah . Nelson tidak akan menggarapku habis-habisan kali ini, mengingat dia akan pergi keluar negeri sementara waktu. Dia tidak akan melepaskanku begitu saja.


Kemudian terdengar suara air mengalir telah berhenti, pertanda Nelson telah selesai mandi, dan seketika Nelson telah berada diambang pintu, membuat Bella begitu terperanjat di buatnya.


Nelson berkata, “ Ada apa? Kenapa kau kaget begitu? Apakah aku ini hantu bagimu? Semenakutkan itukah diriku?


Bella dengan sedikit gugup berkata. “ Tidak, tidak bukan begitu! Aku hanya sedikit gugup.”


Nelson dengan tatapan menyelidik berkata, “ Lalu, apakah kau menginginkanku juga?”


Bella kembali menjawab. “ Ya, tentu saja. Aku juga menginginkannya! Tapi bisakah kau sedikit lebih lembut padaku?”


Nelson tanpa aba-aba segera menghampiri Bella, suara napas yang berat dan memburu itu membuat Bella bergairah tanpa disadari, Nelson sedikit berbisik di sebelah telinga Bella dia berkata. “ Tentu saja, aku akan bersikap lembut padamu istriku.”

__ADS_1


Dengan segera Nelson ******* bibir Bella, dengan lembut dan perlahan Nelson terus memagut bibir Bella, perlahan membuat Bella bergairah napas keduanya semakin memburu, kini keduanya diliputi hasrat yang membuncah, Bella kini terbawa permainan Nelson. Kini Bella telah polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya yang menggoda , Nelson yang sedari tadi mengenakan bathrobe pun segera melepaskannya, dengan gencar Nelson mengerjai Bella. Yang terdengar kini hanya ******* yang menggema di dalam ruangan, Nelson menggempur Bella tanpa henti.


Nelson dengan cepat semakin memacu dirinya pada Bella, peluh semakin bercucuran pada tubuh keduanya, bahkan dinginnya AC tidak bisa memadamkan api gairah keduanya, hingga akhirnya Nelson dan Bella mencapai puncaknya, Nelson yang lelah pun ambruk di atas tubuh Bella. Setelah sepuluh menit membiarkan bagian tubuhnya berada pada tubuh Bella, Nelson mengecup lembut kening Bella seraya menyelimuti tubuh polosnya serta berkata, “ Terima kasih istriku, kau adalah candu bagiku.” Bella yang merasa lelah, hanya mampu tersenyum, kala melihat bayangan Nelson yang memasuki kamar mandi. Bella menghela napas panjang, dalam hatinya berkata. “ Sungguh dirinya tak mampu menolak pesona Nelson.”


Suara air mengalir telah berhenti, dengan rambut yang masih meneteskan air, Nelson keluar dari kamar mandi, dia terlihat begitu mempesona, bahkan ketika air dari rambutnya turun semakin membuatnya terlihat seksi dan menawan. Nelson memakai pakaian casual tapi tetap saja terlihat tampan.


Nelson menghampiri Bella yang masih terbaring di tempat tidur. Nelson berkata, “ Malam ini aku akan berangkat bersama Dean, bisakah kau mengemas pakaianku?”


Bella bertanya. “ Kenapa malam ini? Bukankah harusnya besok pagi?”


Nelson pun memberi pengertian pada Bella, “ Ya, ada sedikit perubahan jadwal, aku harus tiba di sana lebih awal. Ku harap kau dapat mengerti!”


Nelson pun menjawabnya. “ Tidak perlu, keperluannya sudah di siapkan oleh Evan. Jadi kau tidak perlu memikirkannya, istirahatlah. Jika kau mencariku aku berada di ruang kerja.”


Bella dengan sedikit malas pun kembali membaringkan tubuhnya yang lelah. Berharap jika Nelson dan Dean batal pergi ke luar negeri. Namun kenyataannya mereka tetap pergi malam ini, dengan enggan Bella bangkit ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, agar bisa segera mengemas pakaian Nelson untuk dibawa nanti.


Di halaman belakang mansion Dean dan Dion masih asik bermain.


“ Dion, berhentilah.” Teriak Dean.


Namun, Dion tidak menanggapi teriakan Dean. dan terus berlarian ke sana kemari. Dean sangat lelah menemani adiknya bermain. Karena pada dasarnya Dean tidak seaktif Dion. Melihat adiknya semakin menjauh, Dean lebih memilih untuk duduk di tepi sungai kecil, dia menatap air yang tenang, terlihat anak ikan berenang di bawah sana. Sungguh indah air yang jernih menampakan dasar sungai yang bersih. Dean mencoba untuk turun ke sungai, kakinya merasakan dinginnya air, sesekali dia mencipratkan airnya. Entah kenapa itu terasa menyenangkan baginya, seketika Dion datang seraya berkata.

__ADS_1


“ Kakak, itu terlihat menyenangkan! Aku ingin mencobanya.”


Dengan segera Dion menggulung celananya, dan dia pun memasukkan kedua kakinya ke air. Dengan sedikit menggoda Dion mencipratkan air dingin itu ke wajah Dean. Dan reaksi yang diberikan Dean sungguh tidak terduga! Dean membalas perbuatan adiknya. Terdengar suara tertawa yang sangat renyah di sana, bahkan Nelson yang berada di ruang kerjanya itu mendengar suara tawa mereka.


Nelson dengan sedikit penasaran pun mencoba mencati-cari suara itu berada. Dan saat dia mengedarkan pandangannya, terlihat dua sosok yang terlihat begitu gembira di aliran sungai kecil dibelakang rumah. Sungguh indah kala melihat pemandangan itu, mereka terlihat seperti anak normal lainnya! Dean juga tidak terlihat sakit sama sekali. Nelson tersenyum, dia dengan segera pergi menuju ke tempat anak-anak berada.


Kepala pelayan dan Roy yang melihat tuan muda nya keluar dari ruang kerjanya dengan sedikit berlari kecil itu, terheran-heran! Mereka merasa aneh melihat tingkah tuan muda yang biasanya terlihat dingin dan angkuh itu, dua pasang mata itu mengikuti ke mana Nelson pergi. Hingga akhirnya dia berhenti di sungai kecil di mana Dean dan Dion bermain air di sana.


Nelson bertanya, “ Apakah ayah bisa ikut bergabung dengan kalian?”


Dean dan Dion yang baru menyadari kehadiran Nelson membuat mereka sedikit terkejut.


“ Ehmm.. tentu saja.” ucap Dion.


Nelson menggulung celananya, dan bergegas memasukkan kedua kakinya ke dalam air yang dingin.


Dean dan Dion bersekongkol, mereka berdua menarik lengan Nelson hingga seluruh tubuhnya masuk air. Setelah melihat ayahnya basah kuyub kedua anak itu tertawa terbahak-bahak. Nelson sedikit termangu kala mencerna situasinya, hingga pada akhirnya dia pun tertawa bersama anak-anak. Sungguh pemandangan yang sangat langka bukan? Nelson terlihat sangat bahagia, Nelson seperti ayah kandung bagi Dean dan dion. Nelson ingin menanamkan kenangan manis untuk anak-anak, agar mereka tumbuh dengan kasih sayang walaupun nanti dirinya akan sibuk dengan pekerjaannya.


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih.🙏🥰🫶🌹🌹


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2