ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 49


__ADS_3

Di dalam apartemen Bella yang baru saja pulang kerja merasa kesepian, mengingat biasanya kedua putranya ada di rumah menunggunya. Tapi hari ini mereka pergi untuk menginap di rumah seorang paman yang baik pada mereka.


Bella bergegas membersihkan dirinya, dia menuju kamar mandi dan segera mandi. Bella yang baru selesai mandi pun memanggil-manggil nama putranya menanyakan hidangan apa yang disajikan di meja makan. Namun tak ada yang menjawabnya.


“ Ah aku lupa, mereka tidak ada di sini,” ucapnya. Dirinya baru sadar jika di rumah hanya ada dirinya seorang.


Bella merasa kesepian, dia kemudian kedapur membuka kulkas melihat ada beberapa makanan dan mengeluarkannya, memasukkannya ke dalam oven seraya menunggu makanan siap.


Bella melihat sekeliling rumahnya yang sudah bersih dan rapi, di dalam benaknya. “ Ah. Aku benar-benar melahirkan anak yang genius.” Batinnya. Bagaimana tidak? Kedua putranya lah yang mengurus Bella. “ Sepertinya aku tidak bisa hidup tanpa mereka.”


“ Bagaimana jika mereka benar-benar meninggalkanku?” Bella yang masih termangu kembali tersadar ketika oven mengeluarkan sebuah peringatan bahwa makanan sudah siap.

__ADS_1


Dia memindahkannya ke meja dan memakannya selagi hangat, Bella sungguh menikmati makanannya. “ Putranya benar-benar tanpa kekurangan,” batinnya. Seraya tersenyum.


Bella kembali menuju kamarnya menyelesaikan pekerjaan yang belum sempat selesai di kantor, jadi dia membawanya pulang. Bella yang sedang meninjau pekerjaannya itu pun tertidur. Di meja kerjanya.


❤️❤️❤️❤️❤️


Menjelang pagi, Nelson mendapati Dean tidak ada di tempat tidur. Nelson mendengar suara air di dalam kamar mandi. “ Dean… apa kau di dalam?” Nelson mencoba memanggil Dean namun tidak ada jawaban sama sekali.


“ Aku baik-baik saja,” ucap Dean seraya menahan rasa sakitnya. Kemudian membuka kamar mandi. Nelson mendengar suara Dean yang sangat lirih. Dean berdiri sejenak dan berkata. “ Ayah apakah kau bisa menggendongku? sepertinya kakiku tidak bisa lagi menopang beban tubuhku!” Dean menyodorkan tubuhnya pada Nelson.


Entah apa yang terjadi? Namun Nelson tak kunjung mengerti dengan situasi seperti ini! Nelson yang menggendong Dean mendengar apa yang sedang di gumamkan olehnya yaitu. “ Aku sakit, aku ingin pelukan darimu, bisakah kau memelukku sebentar? Dan menjadi ayahku.”

__ADS_1


Nelson hanya menganggukkan kepalanya dia memeluk Dean dengan erat seolah Dean akan pergi, ada perasaan bahagia dan juga kesedihan yang di rasakan Nelson padanya.


Dean sedari tadi tertidur di pelukan Nelson, di baringkan kembali ke tempat tidurnya. Nelson melihat Dean amat kesakitan dalam tidurnya wajahnya berkeringat sangat banyak.


Nelson berpikir jika dia harus membawa Dean ke rumah sakit yang bagus untuk mengatasi sakitnya. Pukul 6.00 pagi Dion terbangun, dia melihat Dean masih tidur, perlahan dia bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya kemudian mengganti pakaiannya dengan pakaian baru yang sudah tersedia, lalu meninggalkan Dean yang masih tertidur.


Dion tidak ingin mengganggunya, dia sudah rapi dengan memgenakan pakaian kasual yang sangat cocok dengannya. Di ruang keluarga sudah ada Nelson yang sedang duduk di sofa. Yang sibuk dengan laptopnya, Dion yang melihat Nelson langsung menghambur ke pelukannya.


Nelson hanya tersenyum dan membelai lembut kepala Dion seraya bertanya. “ Apakah tidurmu nyenyak? Apakah kau nyaman menginap di sini?” Ucapnya.


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih. 🙏🥰🫶🌹🌹

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2