
Roy segera memasang badan untuk melindungi Bella. Dengan sedikit garang dia mengancam Mira Yu. Dengan bengis dia berkata, “ Nyonya jika Anda terlalu kasar seperti ini, Tuan muda tidak akan segan-segan membawa kejadian ini ke ranah hukum. Anda mengerti!”
Mira Yu tanpa takut menantang Roy untuk melaporkan dirinya ke kantor polisi. Dia berkata, “ Silahkan, bahkan aku sendiri tidak takut!”
Roy sedikit tersenyum sinis, dia menghubungi seseorang untuk mengurus wanita di hadapannya. Terdengar dari seberang telpon suara seorang pria berkata. “ Halo, apa ada yang kau butuhkan?”
“ Ya, aku membutuhkan bantuanmu. Tolong kau urus wanita yang bernama Mira Yu, dia adalah istri dari Lian Xia, apa kau mengerti!” Seru Roy dengan sedikit melemparkan senyuman sinisnya pada Mira Yu.
Mira Yu yang melihatnya merasa bulu kuduknya berdiri, dia seperti ngeri sendiri kala menatap wajah Roy. Dengan seketika wajah Mira Yu menjadi pucat pasi. Seraya berlari ke dalam mobilnya dia berteriak. “ Bella tunggu pembalasanku, aku kembali bukan karena takut, tetapi aku akan melakukan yang lebih kejam dari ini.”
Mira Yu pun pergi mengemudikan mobilnya melesat ke jalanan.
Roy bertanya. “ Nyonya bagaimana dengan luka Anda?”
Bella menjawab, “ Ini hanya luka kecil, lagi pula tidak sakit sama sekali!”
Roy kembali berkata. “ Tetapi Nyonya, Tuan muda tidak akan membiarkan ini berlalu begitu saja, Anda tahu bukan sifat Tuan muda seperti apa? Membayangkannya sudah membuatnya bergidik ngeri.”
Bella masih termangu kala mencerna situasi yang sedang terjadi, Bella sedikit takut dengan ancaman ibu tirinya, dia takut jika Mira Yu akan mencelakai kedua putranya. Takut akan sesuatu yang buruk akan terjadi.
Di Quebec, Kanada.
Nelson mendapatkan kabar yang tidak mengenakkan dari sopir pribadinya, Roy mengabarkan bahwa Bella mendapatkan perlakuan kasar dari ibu tirinya.
Drrrttt… drttt..
Phonsel Nelson bergetar, terlihat di layar tertulis nama Roy, dengan segera Nelson menjawab panggilannya.
Nelson menjawab. “ Halo..”
__ADS_1
Di seberang telpon Roy berkata. “ Tuan muda, maaf mengganggu di jam malam seperti ini.”
Nelson menjawab. “ Ada apa? Apakah telah terjadi sesuatu?”
Roy kemudian menjelaskan permasalahannya, dia berkata. “ Begini Tuan muda, tadi saat jam pulang kerja, Nyonya Bella mendapatkan masalah dengan seorang wanita yang mana itu adalah ibu tirinya. Wanita itu menarik, menjambak, dan mengancam Nyonya dan Tuan kecil. Jika Nyonya tidak membebaskan Nona Yeni dari penjara Tuan. Apa yang harus saya lakukan?” Roy bertanya.
Suara Nelson sedikit panik, dia bertanya. “ Apa Bella terluka?”
Roy menjawab, “ Iya Tuan muda, Nyonya mendapatkan beberapa gores luka di kulitnya. Namun tidak terlalu parah.”
Tidak terdengar suara apapun dari Nelson, Roy sudah mengetahui watak dari Nelson yang tanpa ampun itu. Jika Nelson tidak bersuara berarti amarah telah meliputi dirinya.
Nelson berkata. “ Biarkan Ronald yang mengurusnya, dia tahu apa yang harus dilakukan saat ini, tak akan aku biarkan orang rendahan itu mengganggu istri, dan anak-anakku.”
Roy yang berada di seberang telpon pun mengiyakan perintah majikannya.
Nelson mencoba menghubungi Bella, setelah menunggu beberapa lama akhirnya Bella menjawab panggilan dari Nelson.
Bella menjawab. “ Halo.”
Nelson bertanya, “ Bagaimana kabarmu? Apakah harimu baik?”
Bella kembali menjawab. “ Ehm… Bisa di bilang hari yang cukup buruk, bahkan di perusahaan aku terkena banyak teguran.” Seraya menghirup napas panjang dia mengatakannya.
Nelson berkata. “ Aku sudah tahu apa yang terjadi hari ini padamu, kau pasti merasa ini tidak adil bagimu, dan juga masalah ini cukup berat untukmu. Maafkan aku karena sekarang tidak bisa berada di sampingmu.”
Bella terheran-heran mendengar perkataan Nelson, dia berkata. “ Bagaimana kau tahu? Aku baik-baik saja, tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Selesaikan saja pelerjaanmu di sana, agar kau dan Dean bisa segera kembali kesini.”
Nelson menghela napasnya. Dalam hatinya, Bella bahkan tidak memintanya untuk membereskan masalahnya.
__ADS_1
Nelson berkata, “ Aku memiliki banyak mata, walaupun aku tidak disisimu! Kudengar kau terluka! Apakah kau sudah memanggil dokter, untuk mengobati lukamu?”
Bella sedikit tersenyum seraya menjawab, “ Ini hanya luka Kecil, tidak separah yang kau pikirkan. Jadi tidak perlu memanggil dokter. Kapan kau kembali? Aku bahkan sangat merindukanmu dan Dean.”
Nelson berkata. “ Aku juga sangat merindukanmu, pekerjaanku sangat padat, aku tidak bisa mempredilsi kapan aku kembali. Mengingat pekerjaan yang sangat banyak dan tidak bisa aku tinggalkan, Bersabarlah sedikit lagi. Aku akan mempercepat pekerjaanku agar cepat selesai.”
Bella hanya menerima dengan pasrah, dan berkata, “ Baiklah aku mengerti.”
Nelson berpesan sebelum mengakhiri panggilannya dengan Bella, Nelson berkata. “ Jaga dirimu baik-baik, jika ada yang mengganggumu, jangan sungkan untuk menghubungiku.” Segera menutup panggilannya agar Bella tidak bertanya tentang Dean, seraya terdengar suara kecupan tidak langsung, yang membuat Bella tersipu malu.
Nelson menatap nanar putranya yang masih terbaring lemah tak berdaya, disana banyak alat medis yang terpasang pada tubuh kecil Dean. Sudah tiga hari Dean tidak sadarkan diri, sebelumnya dokter mengatakan bahwa keadaan Dean sudah stabil, dan dapat siuman dua hari kedepan. Namun, sampai sekarang tidak ada tanda-tanda Dean akan siuman, kenyataan itu membuat Nelson sedikit bingung, dan frustrasi. Di saat yang bersamaan dokter memanggil Nelson untuk masuk ke ruangannya.
Nelson bertanya. “ Dok, Anda memanggil saya?
Dokter menjawab. “ Tuan, hari ini hasil Tes DNa Anda telah keluar, ini adalah hasil dari Tes DNA Anda dengan Dean. Silahkan dilihat.”
Nelson dengan tangan yang sedikit gemetar membuka amplop putih berlogo rumah sakit di Quebec, Kanada. Dengan gugup menarik kertas yang terdapat banyak bahasa kedokteran, di bagian bawah terdapat angka 99.99% Cocok.
Dokter berkata. “ Dari hasil pemeriksaan terlihat dan tertulis bahwa DNA ananda Dean dan Anda 99,99% Cocok, dan identik dengan Anda. Jadi ananda Dean adalah anak biologis Anda, selamat pak, Anda telah menemukan putra Anda.”
Nelson keluar dari ruangan dokter dengan menggenggam sebuah amplop putih. Terlihat matanya berkaca-kaca, menyadari kesalahannya yang tidak bisa mengenali dengan cepat anak kandungannya sendiri.
Nelson kembali ke kamar Dean, di sana Nelson bersimpuh pada Dean yang masih tidak sadarkan diri, Nelson berkata seraya menangis tanpa suara, “ Nak, maafkan ayah yang tidak mengenalimu sejak awal, maafkan ayah yang tidak menemanimu tumbuh besar, maafkan ayah yang tidak bisa mengurangi rasa sakitmu, jika ayah tahu sejak awal kau adalah anak kandung ayah tidak akan ayah biarkan kalian menderita sedetikpun. Maafkan ayah, Nak! Sungguh ayah minta maaf yang sebesar-besarnya. Cepatlah pulih, Nak! Lekaslah siuman, agar ayah bisa menebus semua kesalahan ayah padamu, Nak.”
Saat Nelson menangis sesegukan, seketika Dean membuka matanya perlahan, dengan suara lemah dan paraunya Dean berkata, “ Ayah apa maksud dari perkataanmu itu?”
Jangan lupa like, vote dan komen guys. Terima kasih🙏🥰🫶🌹🌹
Bersambung
__ADS_1