ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 133


__ADS_3

Bella terkejut kala Dean memperlihatkan sebuah hadiah untuknya. Mulutnya terbuka tidak percaya dengan apa yang di lihatnya ini.


“ Cantik bukan?” tanya Dean.


Bella menganggukkan kepalanya, dia tak mampu bicara, matanya berkaca-kaca. Dia begitu terharu karena perbuatan putranya.


“ Jangan menangis,” ucap Dean. Seraya mengusap air mata ibunya.


“ Aku membelinya untuk ibu, ini sangat indah bukan?” ucap Dean.


“ Ya ini sangat indah, kau sangat pandai memilih,” ucap Bella.


“ Apakah ibu ingin memakainya?” tanya Dean.


“ Tentu saja,” ungkap Bella.


Dean mencoba memakaikan kalungnya di leher ibunya. Setelah terpasang kalung itu begitu berkilau dan indah di lehernya.


“ Ini sangat indah, sayang apakah sebelum membeli kau mengerti tentang makna dari tulisan yang tertera di sini?” tanya Bella.


“ Tentu saja, Destin dalam bahasa Prancis adalah ‘ Takdir’, takdir yang di tetapkan oleh surga,” ucapnya. Dengan tersenyum Dean menjelaskan makna dari kalung yang di pakai Bella.


“ Aku harap kita akan selalu bersama-sama,” ungkap Dean.


Bella tiba-tiba terisak, dia memeluk putranya begitu erat. Dia berkata. “ Terima kasih sayang, terima kasih,” ucap Bella tiada henti.


“ Kita akan selalu bersama-sama. Ibu, ayah beserta adikmu Dion tidak akan pernah meninggalkanmu. Kami akan menemanimu, berjuang bersamamu, hingga kau benar-benar sembuh. Ibu yakin kau akan bisa melewati ini semua, kau adalah anak yang spesial bagi Tuhan.”


“ Kau adalah anak yang kuat, ibu sangat berterima kasih atas kehadiranmu. Sangat-sangat berterima kasih.”


Nelson yang mendengarkan percakapan keduanya, begitu terharu. Putranya yang dingin itu ternyata memiliki sisi yang hangat, dan juga romantis terhadap ibunya. Dia sungguh malu pada dirinya sendiri. Nelson terisak tanpa suara di balik pintu kamar Dean sendirian.


“ Ayah.. kemarilah, aku tahu ayah ada di sana,” panggil Dean.


Nelson yang mendengar suara Dean pun segera mendorong pintu, dan tampaklah tubuh tinggi Nelson.


Bella yang sedang terisak, bergegas memghapus air matanya. Nelson memandang Bela, terlihat sebuah kalung cantik yang menghiasi leher jenjangnya.


“ Kau terlihat sangat cantik,” seraya memegang lembut tangan Bella.


Bella hanya tertunduk malu, menghadapi pujian dari suaminya.


Dean berkata. “ Ayah ajaklah ibu pergi, ajaklah ibu membeli sesuatu. Temanilah ibu jalan-jalan, selagi masih berada di sini,”


“ Habiskan waktu kalian bersama, aku tahu semenjak di sini, ayah dan ibu tidak memiliki waktu bersama. Maka pergilah, jangan ajak Dion. Nikmati waktu kalian,” pinta Dean.


“ Kenapa masih di sini? Pergilah!” ucapnya seakan mengusir mereka dari kamarnya.


Dean bahkan turun dari tempat tidurnya, dia berdiri dan mendorong ayah beserta ibunya untuk keluar. “ Ayolah kalian pergi. Jangan sampai aku melihat kalian berdua masih berada di sini,” dengan nada sedikit mangancam dia meminta kedua orang tuanya pergi.

__ADS_1


Nelson dan Bella hanya bisa pasrah. Mereka meninggalkan kamar Dean dengan kebingungan.


“ Jadi bagaimana?” Nelson bertanya.


Bella menggelengkan kepalanya, Nelson berjalan meninggalkan Bella, dia pergi menghampiri Evan.


“ Berikan aku kunci mobil,” pintanya pada Evan.


Evan memberikan kunci mobilnya. Dan kembali menghampiri Bella, di raihnya lengan Bella kemudian membawanya pergi mencari udara segar.


“ Ayo,” ajak Nelson pada istrinya.


Semua orang yang berada di sana, hanya terdiam. Hingga Nelson beserta Bella berlalu.


“ Hei. Apa yang terjadi?” tanya Yohan.


“ Aku bahkan tidak mengerti?” ucap Evan.


“ Tentu saja mereka akan berkencan, lagi pula mereka akan kembali besok. Sehingga meluangkan waktu untuk bersama.” ucap Robin.


“ Suasana di sini begitu indah, bagaimana mungkin mereka melewatkannya?” ungkap Ronald.


Evan hanya tersenyum, kala melihat Nelson. “ Akhirnya dia menemukan kebahagiaannya.” batinya.


Sedangkan Dean kembali membaringkan tubuhnya di tempat tidur. “ Ah. Rasanya begitu lelah, sebaiknya aku tidur lebih dulu.”


“ Mungkin setelah istirahat sejenak, tubuhku akan lebih baik,” ucapnya.


Tak lupa juga dia membeli beberapa hadiah untuk ibunya.


Andre menatap intens wajah Dion, dia tersenyum lembut. Es krim tertinggal di hidung Dion, dengan lembut Andre mengusap hidung Dion membersihkan es krim yang menempel itu, seraya berkata. “ Ah. Ternyata kau masih anak-anak,” ucapnya.


Dion ternganga kala mendapati perlakuan seperti itu dari Andre.


“ Eh. Tentu saja aku anak-anak, hanya gelarku saja yang sama seperti orang dewasa,” ungkapnya. Dengan nada manjanya.


“ Sekarang kita akan pergi ke mana paman?”


“ Aku masih ingin berjalan-jalan sebentar lagi, apakah bisa paman?” tanya Dion.


Andre menjawab. “ Tentu saja, kau bebas ke mana pun yang kau mau. Aku akan senantiasa menemani ke mana pun kau pergi,” ucapnya.


“ Yeay..” Dion bersorak gembira. Karena dia bisa berjalan-jalan sepuasnya sebelum mereka kembali ke Jincheng.


Kini di Quebec, musim gugur telah tiba, dedaunan pohon maple terlihat begitu indah, dari warna kekuningan, hingga menyala menghiasi kota.


Nelson membawa Bela menuju sebuah taman yang di penuhi oleh pohon maple yang dedaunannya telah berubah warna.


Ya, saat musim gugur tiba pohon maple menjadi daya tarik tersendiri di Quebec, Kanada. Hamparan daun maple yang berguguran semakin memikat pengunjung yang datang ke sana. Begitu pula dengan Nelson dan Bella.

__ADS_1


Dia begitu takjub dengan pesona yang di sajikan. Tak hanya indah. Tetapi mereka benar-benar sangat cantik.


Nelson dan Bella duduk di sebuah kursi panjang di tengah-tengah pohon maple, daunnya yang berguguran berserakan di bawah kaki keduanya. Saat ada sebuah daun gugur di depannya, Bella segera menangkap daun tersebut, di tatapnya begitu intens, benar-benar cantik warna merah menyala semakin menambah daya tariknya.


” Ini adalah tempat yang romantis,” ucap Bella.


Nelson terdiam sejenak, dia merasakan aroma lembut angin yang melintasi dirinya. Begitu sejuk, dengan perlahan dia menguatkan dirinya untuk melamar ulang Bella.


Di sini di tempat ini, tidak terlalu buruk justru kabalikannya, dia merasa di sini indah, dan memiliki kesan yang begitu romantis.


“ Bella ada yang ingin aku katakan padamu,” ucap Nelson.


Bella yang sedari tadi menikmati keindahan pohon maple pun, segera menghampiri Nelson.


“ Ada apa?” tanyanya.


Saat Nelson menggenggam tangannya. Tiba-tiba dia merasa darahnya berdesir, jantungnya berdebar-debar. Tiba-tiba Nelson setengah berlutut. Di depannya. Dirinya tak bereaksi kala Nelson melakukan hal itu padanya.


Nelson merasa gugup, seakan darahnya membeku, dia diam sejenak, sebelum melanjutkan perkataannya.


“ Apa yang kau lakukan? Jangan seperti ini,” pinta Bella.


Nelson berkata. “ Sejujurnya aku tidak tahu harus berkata seperti apa? karena aku tidak romantis!”


“ Aku juga tidak tahu harus berbuat bagaimana?”


“ Namun yang aku tahu adalah, aku mencintaimu, sangat nyaman bersamamu.”


“ Aku ingin selalu bersamamu, melewati hari-hari yang indah bersamamu bersama kedua putra kita.”


“ Bella kau adalah harta karun yang terindah yang di kirimkan Tuhan untukku, sebenarnya kata-kata ini sudah telat untuk di ucapkan karena kita sudah menikah tapi aku ingin membuat kenangan indah untukmu cintaku.”


“ Istriku menikahlah kembali denganku,” ucapnya. Seraya mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku jasnya.


Nelson membuka kotak kecilnya, dan terlihatlah sebuah cincin begitu bersinar di tempatnya, sebuah cincin berlian sederhana di berikannya untuk melamar kembali Bella.


Sejenak Bella tidak bisa berkata-kata, dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, mata indahnya kini telah berkaca-kaca, dia begitu terharu atas perbuatan Nelson.


Bella menelan salivanya, dia mengatur napasnya sejenak, dia berkata. “ Apakah kau bahagia memilikiku?” tanyanya.


Nelson menjawab dengan mantap. “ Hanya dengan memilikimu di sampingku. Menghabiskan hari dengan senyuman, dan menangis bersama. Hal itu kini menjadi makna dalam kehidupanku.” ucapnya.


*


*


*


Author g bisa romantis juga, jadi gimana dong!?😁🙏

__ADS_1


Maaf jika banyak kurang dan salahnya, happy dan sehat sll readerku ter sayang, yang masih setia mengikuti kisah Si kembar Family🙏🥰❤️🌹


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih. 🙏🥰🫶🌹🌹🌹


__ADS_2