
Namun, pada akhirnya air mata itu jatuh membasahi wajahnya yang kuyu, perlahan dia mengusap air matanya sendiri. Mencoba bersikap tegar, dan tabah.
Dion memeluk erat Dean. Dia tidak ingin melepaskan pelukannya, Dean mencoba mengusap punggung adiknya seraya berkata. “ Aku akan berjuang untuk kesembuhanku.”
“ Kuharap kau akan selalu menemaniku hingga akhir perjuanganku. Aku ingin kita melewati suka dan duka bersama.” ucap Dean.
Dion hanya mampu menganggukkan kepalanya, tak mampu berkata-kata lagi, dia menangis dalam pelukan kakaknya.
Evan yang melihat interaksi keduanya merasa terharu, anak-anak mencoba mengerti situasi yang sedang mereka hadapi. Entah itu kebahagiaan ataupun rasa sakit yang begitu menyakitkan yang akan mereka lalui. Tak ada seorang pun yang bisa memprediksi masa depan.
Di setiap doanya Evan selalu menyematkan nama keduanya, berharap agar keduanya senantiasa dirahmati oleh Tuhan. Berharap tidak ada lagi penderitaan yang akan mereka hadapi di masa yang akan datang.
Nelson dan Bella pun tiba di hotel, mereka memasuki kamar. Di sana masih banyak orang. Mereka menunggui Dean, karena tidak ingin kejadian sebelumnya terjadi lagi.
“ Kalian masih ada di sini!” ucap Bella. Seraya berjalan melewati mereka semua. Sedangkan Nelson tidak bicara apa pun. Namun, raut wajahnya begitu baik. Mereka pikir sudah terjadi sesuatu yang baik hari ini.
“ Apakah kau menikmati harimu bersama kakak ipar?” tanya Yohan.
Bella menunduk seraya menganggukkan kepalanya. Jika mengingat kejadian panas di mobil, wajahnya memerah, dia begitu tersipu malu.
“ Cie,” semua orang bersorak kala Bella menganggukkan kepalanya.
Sebuah ketukan di meja membuat semua orang terdiam. Ya itu adalah suara ketukan jari telunjuk Nelson. Dia ingin semua orang berhenti menggodanya.
Bella yang masih menunduk segera masuk ke dalam kamar, dia tidak tahan di goda oleh teman-teman suaminya.
“ Berhentilah,” seru Nelson dengan nada sedikit mengancam.
Semua orang segera menghentikan candaan mereka. Andre yang baru saja masuk pun berkata. “ Jangan terlalu keras pada mereka,” ucapnya.
“ Aku tahu itu, ucapnya. Seraya melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.
Nelson menghela napasnya. Dia masuk ke dalam dan terlihatlah tubuh polos istrinya yang begitu indah, Nelson ternganga darah di tubuhnya seakan mendidih, mengalir begitu derasnya sampai ke ubun-ubun. Jantungnya berdegup kencang. Dengan pelan dia menutup, dan mengunci pintunya.
Sedetik kemudian dia memeluk Bella, dengan rakusnya dia menciumi leher jenjang Bella. Bella sedikit kaget karena tidak menyadari kehadiran Nelson.
“ Ah. Nelson,” erangnya. Selagi Nelson terus menggerayangi setiap inci tubuhnya.
“ Apa yang kau lakukan?” ucap Bella tertahan.
“ Tentu saja ingin menikmatimu,” suaranya sedikit tertahan, dan begitu menggoda.
Bella yang merasakan sentuhan lembut dari jemari Nelson, menggelinjang seketika, darahnya mendesir begitu cepat, jantungnya tiba-tiba berdebar. Sentuhan demi sentuhan pun di rasakan olehnya, erangan demi erangan pun keluar dari mulutnya tanpa sadar.
“ Ah, Nelson,” erangnya.
Nelson yang mendengar erangan istrinya, malah makin bernafsu bermain di atas kulit putih dan halusnya itu.
__ADS_1
“ Ini salahmu sendiri, mengapa kau di dalam kamar tidak memakai sehelai benang pun pakaian?” bisiknya di telinga Bella.
“ Apa kau menginginkan yang lebih dari ini?” Nelson sengaja memggoda Bella.
Bella yang sudah di ambang kenikmatan pun hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Nelson yang sudah mendapat lampu hijau dari Bella, dengan sukarela melepas semua penghalang pada tubuhnya. Kemudian segera menghampiri istrinya menciumnya dan melakukan penyatuan.
“ Ah..” Hanya teriakan dan erangan yang menggema di dalam kamarnya.
Entah sudah berapa kali Bella sudah mencapai puncaknya, Nelson terus mengerjainya. Sedangkan Nelson masih belum mencapai puncaknya.
Setelah dua jam berlalu. dengan berbagai pose yang cukup mereka saja yang tahu, akhirnya Nelson mencapai puncaknya.
“ Apakah kau lelah?” Nelson bertanya dengan napas yang masih tersengal-sengal.
Bella sudah tidak mampu berbicara, dia bahkan hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.
Perlahan Nelson melepaskan dirinya dari tubuh Bella, dia beranjak memgambil sekotak tisu, dengan cekatan dia membantu Bella membersihkan hasil percintaan tadi.
Perlakuan kecil itu membuat hati Bella begitu hangat, dia merasa begitu di hargai oleh suaminya. Bella tersenyum seraya mengucapkan “ Terima kasih,” ucapnya.
Nelson tersenyum hangat. “ Seharusnya aku yang berterima kasih padamu istriku, karena kau adalah candu bagiku, aku tidak bisa berhenti menikmati tubuh indahmu. Kulit lembutmu seakan menarikku untuk masuk lebih dalam, bisiknya.
Wajah Bella begitu merah, seperti sebuah tomat, dia bahkan tak dapat bereaksi kala suaminya melontarkan bisikannya di sebelah telinganya.
“ Istirahatlah, selagi aku menyiapkan air hangat untukmu mandi,” pintanya pada Bella.
Dengan lembut Nelson menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya, sedangkan dia berjalan tanpa busana, sedikit pun tidak merasa malu.
Terdengar air mengalir di dalam kamar mandi, Bella menghirup wangi shampo yang sedang di pakai Nelson. “ Bahkan wangi shamponya saja membuatku nyaman,” batinnya.
Tak berapa lama Nelson pun keluar dari kamar mandi, hanya sebuah handuk sepinggang yang melilit di tubuhnya. Bella ternganga kala menatap dada bidang Nelson yang begitu atletis, aliran air yang menetes dari rambutnya semakin menambah kesan seksi.
“ Ada apa? Mengapa kau menatapku seperti itu?” tanya Nelson.
“ Ah, mengapa kau begitu seksi,” tanpa sadar Bella berkata seperti itu.
“ Mandilah, aku aku sudah menyiapkan air hangat untukmu,” ucapnya.
Bella menganggukkan kepalanya, dia mencoba untuk beranjak dari tempat tidur. Namun, saat dia akan melangkah tiba-tiba kedua kakinya tidak bisa menahan beban tubuhnya, Bella hampir terjatuh, untungnya Nelson segera menangkap tubuhnya.
“ Apakah sakit?” tanya Nelson dengan cemas.
“ Aku hanya lelah saja,” jawab Bella.
“ Biar aku yang memandikanmu,” seraya menggendong Bella menuju kamar mandi.
__ADS_1
Di masukkannya tubuh Bella ke dalam jacuzzi, dengan perlahan dia menggosok bagian tubuh Bella. Sepuluh menit kemudian Bella telah berpakaian, Nelson membantunya untuk mengeringkan rambutnya yang basah, perlakuan Nelson yang sederhana ini, membuat dia tersipu. Rasanya begitu beruntung dirinya memiliki Nelson.
Di penjara.
Setelah diceraikan Mario, Yeni lebih sering melamun, raut wajahnya selalu muram. Dia merasa Mario sangatlah jahat. Dia bahkan meninggalkan Yeni sendirian, tanpa berusaha mengeluarkannya dari sana.
Di dalam penjara dia harus bisa bertahan. Yeni yang notabene nya adalah seorang Nona di Keluarga yang kaya. Tidak mengerti bagaimana melawan orang-orang yang satu sel dengannya? Mereka yang pernah membunuh serta merampok bank pun ada.
Dia kini pasrah, terkadang dia berpikir ingin mengakhiri hidupnya saja di sini.
PRANG..
“ Awww…” Yeni mengaduh.
Sebuah tempat makan aluminium terbang mengenai kepala Yeni. Dia sedikit marah. Dengan lantangnya dia bicara. “ Apa yang kau lakukan?” tanyanya.
Seorang wanita yang di panggil bos itu segera maju ke depan.
Bug…. Bug… seketika Yeni tersungkur karena memdapat tinju darinya.
“ Aw..” Yeni mengaduh seraya memegangi perutnya yang sakit, dahinya mengernyit menunjukkan betapa sakitnya dia.
Bos pun menghampiri Yeni dengan senang hati dia memginjak pergelangan kaki miliknya hingga berbunyi. “ Krreeeek,” seakan kakinya patah.
“ Aaaahhhh…” Yeni berteriak sekuat tenaga. Ekspresi wajahnya menunjukkan rasa sakit yang luar biasa untuknya.
Napasnya tersendat, lidahnya tak mampu berkata , kala sakit di kakinya menyerang.
“ A-ku mohon am-puni aku,” ucapnya, dia memohon dengan sangat. Suaranya begitu bergetar. Wajahnya pucat pasi menahan kakinya yang di injak tanpa ampun.
Yang lain merasa kasihan pada Yeni. Namun, mereka takut padanya. Mereka hanya memperhatikan Yeni dari sudut.
“ Urus dia, dan ajari dia dengan benar soal pekerjaan yang harus dilakukan olehnya,” perintahnya, dengan nada yang sedikit mendominasi. Sebelum wanita yang jadi bos di tahanan tersebut pergi.
Sementara yang lainnya membantu Yeni bangkit. Terlihat pergelangan kakinya sudah membengkak.
Yeni mengernyitkan dahinya. “ Aww..” teriaknya.
“ Sudah ku bilang bukan, kau seharusnya menurut saja,” pinta seorang wanita.
*
*
*
Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih.🙏🥰🫶🌹🌹
__ADS_1
Bersambung