ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 123


__ADS_3

“ Ya. Nak, Ayah sudah kembali, bagaimana keadaanmu?” ucap Nelson cemas.


Dean bicara dengan susah payah. “ Emm. Aku merasa baik Ayah,” jawab Dean.


Tak lama dokter beserta perawat pun tiba di ruangan.


Dean masih sadarkan diri saat di periksa.


Karena keadaannya sudah stabil, Dean di pindahkan ke kamar rawat inap.


Bella bernapas lega kala mendengar Dean telah siuman, dan di pindahkan ke kamar rawat VVIP.


Semua orang bernapas lega kala mendengar kabar baik. Mereka juga mengikuti ranjang Dean yang di dorong oleh perawat ke kamar VVIP.


“ Sayang. Bagaimana keadaanmu? Bagian mana yang sakit?” tanya Bella.


“ Jangan khawatir ibu. Ini hanya luka kecil. Tenanglah,” ucap Dean, dengan suara yang pelan.


“ Kau sudah berjuang dengan baik, terima kasih Nak. Karena sudah bertahan,” ungkap Bella.


Dean hanya berkata dengan lemah. “ Jangan menangis, aku bahkan baik-baik saja,” seraya mengusap air mata di wajah Bella ibunya.


Nelson berusaha untuk tegar. Dia tak banyak bicara. Namun, dia akan melakukan perhitungan pada sahabatnya kala nanti kembali ke hotel.


“ Aku kira ibu tidak akan datang ke sini,” tanya Dean.


“ Tentu saja ibu harus datang ke sini. Putra ibu sedang terluka, bagaimana bisa ibu tidak datang?” Jawab Bella.


Dean hanya tersenyum seraya bertanya. “ Apakah ibu sudah makan?”


Bella menggelengkan kepalanya.


Dean yang melihatnya berkata. “ Ibu pergilah makan. Agar ibu lebih bertenaga, jika tidak makan ibu akan jatuh sakit. Aku tidak ingin ibu sakit.”


Bella tiba-tiba terisak kala mendengar perkataan putranya Dean.


“ Tidak apa-apa. Aku tidak apa-apa ibu,” ucap Dean. Seraya mengusap lembut puncak kepala ibunya.


Dean mencoba mengalihkan pembicaraan. “ Aku dengar Dion juga datang kemari, lalu di mana dia sekarang?” tanyanya.


Bella mengusap wajahnya, seraya berkata. “ Dion ada di luar. Apakah kau ingin bertemu dengannya?”

__ADS_1


Dean menganggukkan kepalanya.


Tak lama kemudian Dion pun datang menghampiri. Awalnya dia ragu mendekat pada Dean. Namun rasa rindunya sudah tak tertahankan.


Dengan cepat Dion memeluk erat kakaknya. Hingga yang lain berteriak. “ Hati-hati kakakmu masih sakit.”


Dion tidak menghiraukannya. Dengan erat dia memeluk Dean. “ Aku sangat rindu padamu,” ungkapnya.


“ Dion. Aku tidak bisa bernapas,” ucap Dean lemah.


Dion yang menyadari dirinya berlebihan pun segera melepaskan pelukannya.


“ Ah. Maafkan aku. Karena aku terlalu bahagia melihatmu,” ucapnya.


Dean hanya tersenyum kala melihat tingkah adiknya itu.


Bella termenung kala melihat senyuman Dean. “ Kau sungguh kuat Nak, aku sangat malu padamu,” batinnya.


Nelson yang melihat Bella termenung pun segera mendekatinya. Dengan lembut dan erat dia memegang tangan Bella yang sedikit bergetar.


“ Aku harap kau bisa tegar. Seperti apa yang dilakukan oleh putra kita. Kita pasti bisa melewati ini semua, percayalah Tuhan selalu bersama kita,” ucap Nelson memberi semangat pada istrinya.


Bella menganggukkan kepalanya seraya membenamkan wajahnya pada dada bidang suaminya. Sedangkan Nelson mengusap lembut puncak kepala Bella.


Di bawah langit-langit rumah yang telah tua Mira Yu meratapi nasibnya.


“ Ah. Kenapa hidupku jadi seperti ini? Apakah aku harus menguras uang simpananku agar bisa mengeluarkan putriku Yeni? Jika aku mengeluarkan semua uangku, bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku? Mengapa urusan hidupku semakin pelik?” batin Mira Yu yang tidak menyadari kesalahannya.


Mira Yu memejamkan matanya, telinganya sudah tidak tahan dengan lingkungan sekitar rumahnya yang berisik.


“ Aaahhhss. Mengapa berisik sekali. Rasanya aku ingin pindah dari sini,” umpatnya.


Mira Yu menatap suaminya Lian Xia. Setengah berteriak dia berkata. “ Mengapa kau diam saja seperti ini?”


Lian Xia kesal mendengar perkataan istrinya itu. Dengan napas berat dia membalas perkataan istrinya itu. “ Lalu kau ingin aku seperti apa?”


“ Aku bahkan masih di kejar-kejar rentenir. Jika saja kau mengurus putrimu dengan baik, nasib kita tidak akan seperti ini!” Dengan marah dia menggebrak meja yang ada di hadapannya.


Mira sangat terkejut. Dia bahkan tidak bereaksi kala mendengar perkataan suaminya.


“ Ah. Aku tahu jika saja Yeni tidak melakukan hal yang bodoh. Mereka sekeluarga tidak akan sesusah ini.”

__ADS_1


Mira mencoba menghirup napasnya yang berat. Seakan Tuhan telah memberikan karma padanya.


Dia terduduk lemas di sofa tuanya. Memijat dahinya yang pening. Sedangkan Lian Xia suaminya pergi meninggalkan dirinya sendirian di rumah.


“ Apa yang harus aku lakukan? Aku bahkan terlalu malu untuk bertemu rekan-rekanku .” ungkapnya. Seraya memijat dahinya yang pening.


Namun tiba-tiba dia sadar. Semua kekacauan ini di mulai ketika mereka bertemu dengan Bella. Anak yang selalu ingin dia singkirkan dalam rumahnya.


Agar putrinya yang mendapatkan semua hak waris dari suaminya. Namun kini gara-gara anak itu dia kehilangan segalanya, bahkan dia juga harus rela putrinya mendekam di balik jeruji besi.


Mira terduduk kembali, memikirkan bagaimana dia membalaskan dendamnya. Namun ketika di pikirkan lagi. Di belakang Bella adalah Tuan muda Nelson Hongli. Orang yang sama sekali tidak bisa di sentuh olehnya. Atau siapa pun tidak akan berani jika berhadapan dengannya langsung.


“ Ah. Ini membuatku frustrasi,” ungkapnya. Seraya mengacak-acak rambutnya.


Uang yang dia simpan tidaklah banyak. Jika ketahuan memiliki simpanan, Lian Xia akan mengambilnya untuk menutupi hutang-hutangnya yang tersisa.


“ Aaahh… rasanya aku ingin kabur keluar negeri,” umpatnya seraya menjatuhkan barang-barang yang berada di dekatnya.


“ Aku sangat muak hidup seperti ini, aku ingin kembali pada kehidupanku yang mewah dan glamor,” ungkap kekesalannya. Mira duduk sendirian di sofa, dia menangis sesegukan meratapi kemalangan nasibnya sekarang.


Dia merasa Tuhan Tuhan tidak adil pada hidupnya. Namun sebenarnya Tuhan itu adil seadil-adilnya. Jika di ingat kembali bagaimana gayanya dia saat datang ke vila Bella.


Dengan bangganya dia memamerkan Yeni yang berusia delapan tahun kepada ibunya Bella, bahwa dia adalah anak dari ayah Bella.


Betapa terpukulnya ibu Bella kala mengetahui suaminya berselingkuh, dan telah melahirkan seorang anak.


Ibu Bella bahkan menderita depresi kala itu, hingga akhirnya Belinda ibu Bella mengakhiri hidupnya. Karena sang suami membawa selingkuhannya untuk tinggal bersama di vila.


Dan sejak kepergian Belinda. Hidup Bella di penuhi dengan penderitaan, seakan rumahnya adalah neraka baginya.


Bella yang saat itu masih muda pun sudah sangat membenci Mira. Karena wanita itu adalah wanita bermuka dua, munafik, dan penuh tipu muslihat.


(Sekarang rasakan apa yang kau tanam dulu Mira yu, kalau masih g sadar, author kasih hukuman lebih berat lagi.😡)


Di sisi lain.


Anita yang telah putus dengan tunangannya pun kini melajang. ( gimana kalau author jodohkan sama Andre😁) dia tidak mencari pengganti tunangannya. Yang dia pikirkan hanya bagaimana agar kariernya tetap gemilang.


Hari-harinya cukup gelisah. Dia yang selalu menunggu kabar dari Bella. Namun tak ada kabar sama sekali darinya.


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih. Salam sayang & sehat sll.🙏❤️🌹

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2