
Yohan menyeret David dan menyerahkannya pada anak buahnya. “ Patahkan kedua kaki dan tangannya.” Perintah Yohan.
Setelah mengatakannya dengan jelas, Yohan dan Robin melangkah keluar dari ruangan itu.
Tuan muda yang arogan itu begitu pucat dia sangat ketakutan. “ Maafkan aku, Ayah selamatkan aku,” dia berteriak minta tolong, hingga suaranya berganti dengan teriakan yang menggema di seisi ruangan, jeritan pilu itu terdengar sangat menyakitkan.
Dan saat ini, pintu ruang VVIP yang di tempati Andre dan Anita masih tertutup rapat, kedua anak buahnya masih berdiri tegap menjaga pintu.
Yohan menyalakan sebatang rokok, dia mengisapnya perlahan bertanya. “ Masih belum keluar? Di dalam mereka pasti bersemangat.”
Wajah kedua anak buahnya memerah dan berdehem mereka tidak percaya bosnya berkata seperti itu. Hanya Yohan yang berani berkata seperti itu. Karena dia sangat dekat dengan Andre.
Setelah Yohan mengisap rokoknya, pintu VVIP pun terbuka.
Andre menggendong Anita keluar. Tubuhnya ditutup mantel serta jas milik Andre. Seluruh tubuh Anita bersandar dalam pelukannya, hanya mengeluarkan sepasang kaki jenjang yang putih bersih.
“ Pingsan?” Yohan membuang puntung rokoknya, seraya bertanya.
Pengaruh efek stimulasi obat ditambah dengan kelelahan setelah bercinta, membuat Anita lemah tak berdaya, tidak aneh kalau Anita tidak sadarkan diri.
“ Ya.” Andre mengangguk, alisnya semakin mendalam. Menatap wanita yang telah membuatnya merasakan kembali nikmatnya bercinta setelah sekian lama dia tidak merasakannya.
Andre hanya mengenakan kemeja, beberapa kancing di bagian dadanya jatuh menghilang, memperlihatkan dadanya yang berotot.
“ Lumayan seru ya, hati-hati tubuhmu tidak sanggup menahannya.” Yohan tersenyum jahat, mengulurkan tangan merapikan kemeja di bagian dada Andre yang terekspos.
Andre tidak punya tenaga lagi untuk melayani ocehan Yohan, dia menggendong Anita, seraya bertanya. “ Kau sudah menyiapkan mobilnya?”
“ Tentu sudah, kau mau membawanya kemana?” tanya Yohan.
“ Tentu saja ke rumahku!” ucap Andre tegas.
Yohan masih berusaha mencerna perkataan Andre, tidak dapat di percaya dia akan membawa pulang wanita itu ke rumahnya.
Di dalam rumah Andre.
Dia membaringkan Anita yang masih terlelap, perlahan dia membawanya ke kamar mandi dan memandikannya sendiri. Anita masih saja terlelap hingga dia mengganti pakaiannya dengan gaun tidur milik mendiang istrinya.
Drrrttt… Drrrttt… ponsel Andre bergetar. Terlihat dari layar adalah nama Yohan, dia pun mengangkatnya.
Terdengar dari seberang telepon. “ Aku sedang mengendarai mobil ke tempatmu,” Yohan berkata dalam telepon.
“ Ya, bawakan aku sekotak obat kontrasepsi yang ampuh,” ucap Andre dan langsung menutup telepon.
__ADS_1
Satu jam kemudian, Yohan datang membawa sekotak obat di tangannya, dia langsung melemparkannya ke arah Andre,” cara penggunaan ada di belakang kotak, lihatlah sendiri.
Andre meletakkan obat di atas nakas, dia masuk ke dapur mengambil sebotol bir dingin dan menyerahkannya pada Yohan.
Yohan menerima birnya, dia duduk di atas sofa seraya menyilangkan kakinya. “ Masalah hari ini aku sudah mengurusnya, bahkan Nelson sudah tahu tentang keributan hari ini.”
Andre membungkukkan tubuhnya, mengambil kotak rokok dan macis di atas meja, lalu bertanya dengan dingin. “ Mengapa sampai mengadu padanya. Padahal hanya masalah kecil saja.”
“ Jangan salahkan aku, sebelum di beri tahu Nelson sudah tahu lebih dulu masalah ini,” ucapnya. Seraya menyesap birnya.
“ Tenanglah, lagi pula Nelson tidak marah. Apa yang akan kau lakukan dengan wanita itu?” Tanya Yohan dengan sedikit menelisik sikap Andre.
“ Aku hanya akan menjelaskan apa yang terjadi hari ini, lagi pula aku sangat merasa bersalah padanya,” jelas Andre seraya menghisap kembali rokoknya.
“ Ada apa? Mengapa kau merasa bersalah? Bukankah wanita itu yang menawarkan diri, dengan suka rela memberikan tubuhnya padamu?”
“ Ehm, jika saja aku tahu dia masih perawan aku tidak akan menerimanya.”
Yohan tercengang, karena biasanya sebagian wanita yang di temuinya kebanyakan sudah melakukan hal itu.
“ Jadi wanita itu baru pertama kali melakukannya denganmu?” tanyanya.
“ Ya.” Andre menjawab.
“ Wah kau sangat beruntung,” ucapnya seakan mengejek Andre yang sudah lama menyendiri.
“ Aku tahu diri, kau tidak perlu mengusirku seperti ini,” ucapnya dengan sedikit kesal, lalu Yohan meninggalkan kediaman Andre.
Setelah Yohan pergi, Andre mengambil obat di nakas, dan berbalik ke lantai atas menuju kamarnya.
Pagi hari di kamar Andre.
Ketika bangun Andre duduk di tepi ranjang sambil merokok.
Anita perlahan membuka matanya, dia memandangi langit-langit kamar, dia tersadar ini bukanlah kamarnya.
“ Aaahhh…” Anita berteriak saat mendapati seorang pria satu kamar dengannya, teriakannya bahkan menggema di seisi ruangan. Dia yang terperanjat kaget berusaha bangkit dari tempat tidur.
“ Aahhh,” Anita ambruk. Kedua kakinya tidak mampu menopang beban tubuhnya saat ini.
Andre yang melihat Anita terduduk di lantai pun segera menghampirinya, dia menggendongnya kembali ke tempat tidur.
Anita mencoba mencerna situasi apa yang sedang di hadapinya saat ini? Dia mengingat kembali kejadian semalam, wajahnya memerah, dia sangat malu pada dirinya sendiri. Dia menundukkan kepalanya.
__ADS_1
“ Apa sesakit itu?” Andre bertanya seraya meletakkan tubuh Anita ke tempat tidur.
Anita hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan. Dengan suara pelannya dia berkata. “ Maafkan aku karena sudah melibatkanmu Tuan.”
“ Aku yang harusnya minta maaf, tidak seharusnya aku menidurimu. Jika aku tahu kau baru pertama kali melakukannya. Aku tidak akan menyentuhmu,” ucapan Andre menyentuh hati kecil Anita.
“ Setidaknya pria yang mengambil kesucianku adalah pria yang baik,” batinnya.
“ Tidak apa-apa, setidaknya aku selamat dari pria brengsek itu,” ucap Anita. Namun kedua matanya berkaca-kaca, dia baru kehilangan kesucian dan harga dirinya.
Hal yang selalu di jaga olehnya mati-matian kini sudah terenggut darinya, oleh pria yang baru di temuinya.
Andre yang tahu kesedihan dan kekecewaannya itu, segera menghampirinya, dia duduk di samping Anita, dia mencoba meraih kepalanya, didekapnya ke dalam dada bidangnya, di usapnya lembut puncak kepala Anita lalu berkata.
“ Aku tahu, walau kau berkata tidak apa-apa. Namun hati kecilmu menangis. Menangislah padaku, dan katakan apa yang ingin kau katakan saat ini. Aku dengan senang hati mendengarkanmu, dan jika kau mau aku akan bertanggung jawab padamu mulai hari ini,” ucapnya.
Saat Anita mendengar perkataan Andre air matanya pecah, dia menangis dengan tersedu-sedu di dalam pelukan Andre. Yang bisa di lakukan oleh Andre hanya mengusap lembut puncak kepala Anita berusaha menghiburnya.
Selesai menangis Anita kembali tertidur karena kesadarannya belum pulih sepenuhnya, saat bangun kembali dia merasa seluruh tubuhnya sangat pegal dan sakit. Tenggorokannya juga sangat kering, suaranya terdengar parau.
“ Tuan, aku haus. Apakah Anda bisa membantuku?” Dia memejamkan matanya. Namun setengah melirik padanya.
“ Andre, panggil aku Andre,” pintanya.
Andre berdiri, lalu berjalan ke samping meja, dia menuangkan setengah gelas air hangat untuknya.
Anita memaksakan dirinya untuk bangkit dari tempat tidur. Andre menyerahkan segelas air pada Anita. Anita menerimanya, setelah meminum setengah gelas air, kesadarannya akhirnya kembali pulih.
Alisnya berkerut, tangannya mengepal, dan menepuk-nepuk dahinya dengan telapak tangan beberapa kali. Perlahan-lahan mengingat apa yang terjadi sebelumnya, adegan yang muncul di kepalanya adalah adegan saat dirinya di kerumuni oleh pria brengsek.
“ Bagaimana dengan orang-orang itu?” Tanya Anita sedikit cemas.
Andre tidak menjawab, dia mengambil obat di atas meja dan membukanya, mengeluarkan obat dari dalam bungkusnya. Seraya menyerahkan pada Anita.
Anita tahu itu obat apa, dia langsung menelannya tanpa berpikir panjang, obatnya agak pahit, dia mengerutkan kening seraya meminum setengah gelas air.
“ Mereka sudah mendapatkan balasan atas perbuatan mereka padamu. Jadi kau tidak usah mengkhawatirkan mereka lagi, mereka tidak akan mengganggumu lagi,” ujarnya pada Anita.
*
*
*
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya ya guys. Salam sayang dan sehat selalu. 🙏🥰🫶🌹🌹🌹🌹
Bersambung