ANAK KEMBAR JENIUS

ANAK KEMBAR JENIUS
Bab. 139


__ADS_3

Seketika mereka berdua berhenti, Linny segera melepaskan tangannya dari rambut Bella, begitu pula dengan Bella.


Nelson memijat dahinya yang pening, karena melihat penampilan keduanya semrawut tak karuan. Bella menundukkan kepalanya dia tahu kesalahannya kali ini begitu besar, dia sudah membuat malu wajah Nelson.


“ Nelson, untung kau datang kemari. Aku ingin kau melakukan sesuatu pada wanita dan anak-anak itu,” teriaknya, seraya menunjuk wajah Bella beserta kedua putranya.


“ Mengapa kau diam saja! Aku memintamu untuk melakukan sesuatu pada mereka,” Linny berteriak dengan gila.


Keluarga besar Hongli pun sudah berada di tengah kerumunan. Kenzo segera menghampiri istrinya, “ Apa yang terjadi padamu?”


“ Lihatlah ini semua karena wanita itu, dan anak-anak itu!” Hardiknya.


Kenzo menelisik siapa yang berurusan dengan istrinya. Sedetik kemudian Kenzo mendapati bahwa wanita yang berkelahi dengan istrinya adalah Bella. Istri dari Nelson, namun dia tidak tahu tentang kedua anak itu.


“ Sudahlah, ayo kita pergi!” Kenzo mengajak istrinya untuk meninggalkan tempat pesta.


“ Apa yang kau lakukan? Bukannya membelalu, kau malah memintaku untuk pergi!” teriaknya pada Kenzo. Dia bahkan berusaha meraih Bella lagi. Namun Kenzo mencegahnya.


Nelson menatap istri dan kedua putranya. Bella yang berantakan, Dion yang terdiam karena syok, sedangkan Dean wajahnya pucat pasi, entah apa yang telah Linny lakukan pada mereka.


Nelson menghampiri istrinya, dia melepaskan jasnya, dan memakaikannya pada istrinya, kedua mata Bella berkaca-kaca. Wajahnya begitu merah padam. Nelson mengusap air matanya dengan lembut, seraya bertanya. “ Apa yang terjadi?”


“ Apa kau tidak melihat,” Bella setengah berteriak, menunjuk pada kedua putranya yang sudah di temani oleh kedua orang tua Nelson.


“ Dean, apa yang terjadi?” tanya Nelson pada putra sulungnya.


Dean mencoba bangkit dari duduknya. Tubuhnya seakan melayang. “ Dion tidak sengaja menabrak Bibi itu, sehingga anggur yang berada dalam gelas itu tumpah dan mengenai gaunnya.”


“ Dion sudah berulang-ulang kali meminta maaf padanya.”


“ Namun, Bibi itu tidak melepaskan kami, bahkan dia hampir menampar Dion. ,” Dean menjelaskan duduk permasalahannya.


Wajah Nelson menggelap, aura di sekitarnya berubah mencekam, dinginnya AC tak mampu meredam amarah Nelson.


Perlahan pandangan Dean semakin kabur, matanya berdenyut, kepalanya serasa berputar. Kakek Hongli yang melihat kejadian ini pun marah besar pada Linny. Yang mana dialah asal muasal keributan ini.


Nelson menghela napasnya, dengan lantang dia berkata. “ Mungkin ini bukan waktu yang tepat mengenalkan anggota baru keluarga kami.”


“ Ini adalah istriku Bella Xia, sedangkan anak yang diduk di sana adalah kedua putraku.”


“ Apa? Ternyata itu istrinya.”

__ADS_1


“ Jadi wanita itu adalah Nyonya Hongli yang sebenarnya.”


“ Bagaimana ini? Nona Linny pasti sengsara!”


“ Kelak di lain hari jangan sampai menyinggung mereka.”


Semua orang saling berpandangan, mereka begitu terkejut di buatnya.


“ Aku harap di kemudian hari tidak ada lagi yang bekerja sama dengan keluarga Su.”


“ Dan barang siapa yang masih berhubungan bisnis dengan keluarga Su, aku akan memutuskan hubungan bisnis dengan semua orang yang terlibat dengan mereka,” ucapan Nelson terasa begitu mengancam. Dan Nelson tidak pernah main-main dengan perkataannya.


Mengingat keluarga Su telah menyinggung Nelson secara langsung, membuat semua orang yang hadir di dalam pesta pun segera menghentikan kerja sama mereka dengan keluarga Su.


Linny masih termangu kala mencerna perkataan Nelson. Dia masih tidak mengerti dengan situasi yang di alaminya saat ini. Kenzo memegangi dahinya yang sakit. Dia tidak menyangka jika Nelson akan berbuat sekejam ini.


“ Kenzo, sebenarnya siapa mereka?” Tanya Linny kepada suaminya.


“ Apa kau masih tidak mengerti? Wanita itu adalah istri Nelson, dan anak-anak itu adalah putranya!”


“ Sekarang kau sudah menyeret semua orang dalam masalahmu! Begitu pula aku!” Kenzo berkata dengan sangat marah.


Nelson membawa Bella dan kedua putranya meninggalkan ballroom hotel, Leo Hongli menggendong Dion, sedangkan Nelson menggendong Dean. Bella bersama Sandra Hongli, mereka berjalan keluar. Di luar Roy telah menunggu, raut wajah Nelson sangat muram, begitu pula dengan Bella penampilannya sudah tidak karuan.


Sesampainya di sana, Bella segera masuk ke kamarnya. Nelson yang melihat istrinya begitu murung pun berkata. “ Roy, tolong gendong Dion ke kamarnya,” pinta Nelson pada Roy.


“ Baik Tuan muda,” jawab Roy.


Nelson segera turun dari mobil sambil menggendong Dean, karena suasana hatinya yang tidak baik, dia melupakan keadaan Dean.


Saat Roy ingin menggendong Dion dia melihat bercak darah yang tersimpan di jok mobil. Roy berpikir sejenak menimang-nimang darah siapa yang tertinggal.


“ Jangan-jangan itu…” Roy segera berlari seraya menggendong Dion.


“ Tolong bersihkan tubuh Tuan muda,” pinta Nelson pada pelayan wanita.


“ Baik, Tuan,” jawabnya.


Nelson pun beranjak pergi dari kamar Dean. Dia menuju ke kamarnya untuk melihat keadaan istrinya, Roy yang berlari dengan tergopoh-gopoh seraya menggendong Dion, hingga Dion terbangun dari tidurnya.


“ Aaaahhh..” Teriak seorang pelayan yang menggema di seluruh rumah, hingga para pekerja menghentikan aktivitasnya.

__ADS_1


Nelson yang baru saja membuka pintu pun segera berlari di mana suara itu berasal. Roy yang baru sampai ruang keluarga pun segera membaringkan Dion di sofa. Roy berlari menaiki anak tangga dengan cepat. Terlihat seorang pelayan keluar dari kamar Dean dengan ketakutan.


Nelson segera masuk. “ Apa yang terjadi?” Dengan cemas dia bertanya.


“ Tu-Tuan, Tuan muda kepalanya mengeluarkan darah,” ucapnya dengan suara gemetar.


Roy setengah berteriak. “ Tuan muda, Tuan kecil,” ucapnya.


Nelson menghampiri Dean, dia mencoba membalikkan kepala putra sulungnya, dan betapa terkejutnya dia kala mendapati belakang kepala Dean terluka.


“ Bagaimana ini bisa terjadi?” ungkapnya. Seraya menekan luka di kepala Dean.


“ Cepat panggil Dokter Kevin kemari,” Nelson memberikan instruksi pada Kepala pelayan.


Kepala pelayan segera menghubungi Dokter Kevin. “ Halo Dokter Kevin, tolong segera datang ke Mansion. Tuan muda terluka,” ucapnya.


Nelson mengisyaratkan untuk memberikan telepon kepadanya. “ Aku ingin kau berada di sini secepatnya, jika tidak… kau akan tahu konsekuensinya nanti,” perkataan Nelson terdengar seperti sebuah ancaman.


“ Ambilkan aku kasa steril,” Nelson setengah berteriak.


Para pelayan pun segera berhamburan membawakan perban, beserta kotak P3K. Untuk memberikan pertolongan pertama pada Dean.


Bella yang selesai mandi mendengar dengan jalas keributan yang terjadi, dia melangkah menuju kamar Dean. Matanya membelalak kaget, dia tidak percaya dengan apa yang terjadi di hadapannya.


“ Dean, apa yang terjadi?”


“ Nelson, apa ini?” tanya Bella dengan gemetar dia menghampiri Dean yang terbaring lemah di tempat tidur. Butiran cyrstal bening putih berjatuhan membasahi wajah cantiknya. Dirinya tak bisa membendung kesedihan di hatinya.


“ Dean,” Bella memegang tangan kecil putranya yang dingin.


“ Jangan seperti ini, Nak! Bangunlah Dean,” Bella mencoba menggoyang-goyangkan tubuh Dean. Namun, tubuhnya tidak bereaksi. Nelson yang melihat istrinya hatinya begitu terluka, dia memerintahkan Roy untuk membawa Bella keluar.


“ Roy, bawa istriku keluar,” perintahnya.


Roy segera menghampiri Bella, dia berkata. “ Maafkan aku Nyonya,” Roy membawa paksa Bella agar keluar dari kamar. Bella meronta-ronta dia tidak ingin meninggalkan Dean.


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih.🙏🥰🫶🌹🌹


Bersambung


__ADS_2