
Dengan dingin Nelson bertanya. “ Siapa tuan ini? Apakah kau mengenalnya?” Tanya Nelson Hongli.
“ Tidak, bahkan aku tidak mengenalnya sama sekali,” jawab Bella.
“ Apakah sudah selesai, mari kita pulang. Dion sudah menunggu kita di rumah,” ucap Nelson seraya menarik lengan Bella agar keluar.
Lian Xia yang melihat adengan itu merasa kesal. “ Kau siapa? Berani-beraninya kau membawa putriku pergi.”
“ Maaf tapi sekarang dia adalah istriku,” tegas Nelson.
Lian Xia syok mendengarnya sejak kapan Bella menikah dengan lelaki ini? Siapa laki-laki ini? Banyak pertanyaan yang melintas di benak Lian Xia.
“ Baiklah, jika kau adalah suami dari Bella berarti kau adalah menantuku, jadi aku adalah ayah mertuamu, kau tidak bisa tidak menghormati orangtua istrimu?” Lian Xia seakan-akan merasa dirinya yang akan menang.
“ Maaf tuan, istriku berkata bahwa kedua orangtuanya telah meninggal untuk waktu yang lama. Tidak mungkin orang mati bisa hidup kembali, jadi biarkan kami pergi dengan tenang karena kami tidak punya urusan denganmu lagi.” Nelson dengan suara tegas dan pelan mengatakan.
“ Jangan mengganggu istri dan anak-anakku lagi, atau aku akan menghancurkanmu tanpa tersisa!” Nelson tersenyum sinis seraya mengatakannya menandakan Nelson akan berburu mangsa yang baru.
Bella yang sedikit mendengarkan perkataan Nelson merasakan kengerian dalam kata-katanya, dia tidak berpikir Lian Xia akan baik-baik saja ketika dia pulang ke rumah.
Bella, Dean dan Nelson pun meninggalkan rumah sakit, mobil Rolls Royce milik Nelson sudah menunggu di depan rumah sakit. Bella dan Nelson serta Dean pun menaiki mobil dan melaju pesat di jalanan menuju mansion Nelson.
Di sudut rumah sakit Lian Xia melihat mobil mereka hingga menghilang di telan jalanan, dia berpikir bahwa dia harus mendapatkan simpatik Bella lagi agar dia bisa memanfaatkannya di masa depan, seraya tersenyum licik Lian Xia melangkah pergi meninggalkan rumah sakit.
Di Mansion Nelson
Semua orang sedang sibuk begitu pula dengan Dion, tuan dan nyonya besar. Mereka semua sedang membuat pesta perayaan untuk kepulangan Dean dan pernikahan Nelson dan Bella. Para pelayan sibuk membuatkan kudapan manis, sup sarang burung walet dan makanan lainnya. Semua orang bahagia melihat kebahagian keluarga Nelson Hongli.
Di dalam mobil Nelson memegang tangan Bella, dia menenangkannya lalu berkata. “ Semuanya akan baik-baik saja.” Bella hanya menatap keluar jendela mobil.
Nelson meliriknya sejenak akan tetapi hatinya seakan terluka, bahkan Bella lupa menanyakan keadaan Dean yang sedari tadi tertidur karena obat penenang. Dia tidak tahu siapa yang membuat Dean terjatuh? Namun dia tidak akan memaafkan mereka yang telah melukainya.
Suasana dalam mobil sangat hening, Bella tidak bersuara sama sekali begitu juga Nelson, Evan yang duduk di kursi depan bersama sopir merasakan kecanggungan, dan juga suasana di dalam mobil juga begitu mencekam. Evan juga tidak berani bersuara sampai mereka tiba di mansion Nelson.
__ADS_1
Setelah 35 menit berkendara akhirnya mereka sampai, Evan turun lebih dahulu untuk membukakan pintu untuk Nelson yang menggendong Dean, Evan merasakan ada yang aneh melihat Dean sedari tadi tertidur tanpa terbangun, namun dia tidak menanyakannya.
“ Apakah Dean masih tidur? Tanya Bella.
“ Hmmm… mungkin Dean mengantuk jadi dia tertidur pulas.” Jawab Nelson.
Nelson dan Bella menuju pintu masuk, seketika pintu dibuka dan terdegar.
“ Selamat Datang Kembali Dean, Selamat berbahagia Untuk Ayah Dan Ibu.” Itulah sambutan yang di buat oleh Dion.
Semua orang bersorak gembira, Bella terharu melihat semua orang. Bahkan para pelayan pun ikut merayakan acara hari ini.
Namun Dean masih tertidur, semua orang kira akan bahagia ketika sampai di rumah. Namun, Dean masih tertidur, mereka juga tidak ingin mengganggunya, jadi mereka membiarkan Dean.
“Aku akan membawa Dean ke kamarnya, sebaiknya kau menemani mommy, papa dan Dion saja.” Ujarnya pada Bella.
Bella menganggukkan kepalanya, kemudian menghampiri Dion dan orangtua Nelson.
Nelson melepaskan jaket, sepatu dan kaus kaki Dean. Nelson mencoba untuk membangunkannya namun Dean masih saja memejamkan matanya.
Nelson menghela napasnya, dia menyelimuti Dean dan mengecup keningnya sebelum melangkahkan kakinya pergi. Setelah memeriksa obat-obatan yang di butuhkan Dean. Nelson pun keluar dan menutup pintu.
Di tangga Nelson menatap Bella yang sedang mengobrol bersama Sandra Hongli ibu Nelson, mereka terlihat begitu bahagia, Dion juga sedang bermanja pada Bella karena dia jarang ketemu Bella semenjak Dean sakit.
“ Nelson, kemarilah!” Ujar Leo ayah Nelson.
Nelson yang mendengar suara ayahnya yang tengah memanggilnya, segera mengalihkan pandangannya kepada Leo. Dia mengikuti ayahnya masuk ke ruang kerja..
“ Ada apa?” Tanya Nelson.
“ Ada hal-hal yang ingin papa tanyakan,” jawabnya.
“ Apa yang terjadi pada Dean? Kenapa dia terus tertidur?” Nada suaranya terdengar cemas.
__ADS_1
“ Entahlah aku juga tidak tahu kejadian pastinya, saat aku menemukan Dean di koridor rumah sakit, dia sudah meringkuk kesakitan. Aku dan dokter Kevin memberikannya obat penenang namun, hingga sekarang dia juga belum siuman.”
“ Aku harap tidak akan terjadi hal yang tidak diiginkan Nelson.” Ujar Leo pada Nelson putranya.
“ Jika papa senggang tolong tinggal di sini lebih lama untuk membantuku menjaga Dean. Aku tidak ingin Bella mengetahui kondisi Dean sekarang.” Pinta Nelson.
“ Baiklah, lalu kapan kalian akan mengadakan resepsi pernikahan?” Tanya Leo pada Nelson, nada suaranya seakan menggoda Nelson.
“ Entahlah, aku belum memikirkannya. Yang penting sekarang kami sudah bersama walaupun tidak ada pesta penikahan.”
“ Aku harap Papa dan Mommy menerima keputusanku.” Leo hanya menganggukkan kepalanya pelan tanda menyetujui permintaan putranya.
Di sore hari menjelang makan malam, Dean masih belum bangun. Nelson sedikit khawatir namun dia tidak menunjukkannya di depan Bella.
Di ruang kerja Nelson sedang bekerja, dia begitu fokus pada laptopnya, banyak pekerjaan yang harus di selesaikan Nelson, Bella menghampiri Nelson dia sedikit bermanja padanya.
“ Apa yang sedang kau kerjakan?” Bella mengitari meja, dengan sekejap dia memeluk Nelson dari arah belakang.
Nelson terperangah, tidak biasanya wanitanya begitu berani seperti ini. ( kan belum malam pertama😃) Dia merasa seperti ada yang menjalari sekujur tubuhnya, darahnya mendesir, jantungnya berdebar-debar saat Bella tengah memeluknya mesra.
“ Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, tunggulah sebentar, aku akan menemanimu,” Nelson kembali melanjutkan pekerjaannya.
“ Nelson,” saat Nelson tengah berbalik, dengan sekejap mata bibir Bella telah menyentuh bibirnya. Nelson sedikit kaget namun dia tetap menikmati bibir ranum Bella, sedetik kemudian Nelson menyudahi aktivitasnya dan berkata sedikit menggoda.
“ tidak biasanya kau seperti ini?” Bisiknya.
Wajah Bella memerah, dia sedikit malu pada Nelson dia menutup wajahnya. Nelson yang melihatnya semakin gemas terhadap Bella, Nelson berbisik di telinga Bella dan berkata dengan lembut.
“ Apa kau siap istriku? Kau bahkan berani menciumku lebih dulu. Sekarang kau harus menanggung konsekuensinya.” ( Nah loh kata Author😁)
Jangan lupa Like. vote dan komen. Terima kasih. 🙏🥰🫶🌹
Bersambung
__ADS_1