
Namun Dean hanya menggelengkan kepalanya, seraya sedikit menyunggingkan bibirnya, Dean merasa bahwa dia tidak salah menilai Nelson, walaupun Nelson terlihat dingin namun Nelson adalah orang yang sangat penyayang dan pengertian.
Nelson begitu terpana kala melihat senyuman lembut yang di tunjukkan oleh Dean, karena Nelson baru pertama kali melihat senyuman itu dari wajah Dean.
“ Ayah bukankah kau mencintai ibuku?” Tanyanya.
“ Ehmm.. tentu saja, apakah kau meragukanku?” Nelson pun kembali bertanya.
“ Tidak, aku sama sekali tidak meragukanmu Ayah, aku hanya ingin memastikan jika ibuku mendapatkan seorang pria yang bertanggung jawab.”
“ Seorang yang mengerti tentang dirinya, dan yang lebih penting adalah mencintai Dion dengan tulus dan tak akan membedakannya kala ibuku memiliki anak lagi.”
“ Aku hanya berpikir aku mungkin tidak akan sempat menikmati masa ketika beranjak dewasa bersama ibuku dan Dion. Dan mungkin juga aku akan pergi lebih cepat dari perkiraan. Aku hanya berharap ada yang selalu menjaga ibuku dan adikku kelak.”
“ Aku berharap agar ayah selalu mendampingi ibuku.” Dean sedikit menunduk setelah selesai bicara, akan tetapi sedetik kemudian dia mengulas sebuah senyuman. Nelson masih termangu mencerna perkataan Dean.
“ Aku mohon padamu Ayah, jagalah ibu dan adikku kala aku meninggalkan dunia ini. Jangan pernah sakiti dia, ibuku sudah terlalu lama merasakan kepedihan yang mendalam di hidupnya.” Dean dengan tegar mengatakan harapannya.
Nelson tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia segera memeluk Dean dengan erat, seakan dia tidak akan membiarkannya pergi.
“ Jangan katakan apa-apa lagi, aku akan melakukan yang terbaik untuk kesembuhanmu. Jadi kau harus tetap semangat menghadapinya. Aku-ah ayah akan selalu mendampingi dan menjagamu sampai akhir.”
“ Jadi jangan pernah sungkan padaku, jika kau merasakan sakit katakan semua yang kau rasakan, aku akan berusaha mengurangi rasa sakitmu.” Nelson berbisik di telinganya, sambil memeluk Dean.
“ Kapan ayah mengadakan resepsi pernikahan? agar semua orang tahu ibuku sudah resmi jadi istri ayah. Waktuku sudah tidak banyak ayah.” Dean bertanya, sorot matanya begitu berbinar.
“ Mungkin secepatnya, aku akan membicarakannya dengan ibumu nanti, kau tidak perlu mengkhawatirkan itu.”
__ADS_1
“ Bukankah sekarang sudah larut malam? Kau harus segera pergi tidur, aku akan mengantarmu ke tempat tidur.” Sambil menggendong Dean dan berjalan menuju kamarnya.
Di saat yang sama para pelayan yang melihat mereka berdua bisa merasakan kehangatan dan perhatian tuan muda Nelson kepada anak-anak.
“ Akh, anak-anak itu sangat beruntung bisa mendapatkan perhatian dari tuan muda. Aku yang sudah enam tahun bekerja di sini tidak pernah sekalipun melihat tuan muda tersenyum. Namun sekarang sejak kehadiran tuan kecil dan nona Bella, tuan muda sering terlihat memamerkan senyumannya yang sangat memesona itu.” para pelayan yang terus membicarakan kedekatan tuan muda mereka dengan anak-anak.
“ Ayah apakah aku tidak berat, kau bahkan menggendongku saat naik anak tangga? Dean sedikit khawatir pada Nelson.
“ Tidak, kau bahkan tidak berat sama sekali, aku masih kuat untuk mengangkatmu ataupun Dion.” Seraya berjalan Nelson menimbang-nimbang berat badan Dean, dalam pikiran Nelson dua minggu yang lalu kala Dean jatuh sakit beratnya tidak seringan sekarang.
“ Sepertinya Dean kehilangan berat badan karena sakitnya.” Batin Nelson.
Nelson hendak menidurkan Dean, dia melihat ke tempat penyimpanan obat, memastikan apakah obat yang dia tinggalkan tadi sudah di minum habis oleh Dean.
“ Baiklah sekarang kau tidur, kau harus beristirahat dengan tenang, selamat malam nak, semoga tidurmu nyenyak malam ini.” Nelson mengecup kening Dean dan menaikkan selimut Dean hingga ke dadanya, dia pun mematikan lampu dan melangkah kan kakinya keluar kamar.
Keesokan harinya cahaya matahari telah menembus lapisan kaca menyinari wajah Bella yang cantik walaupun sedang tertidur. Kecupan lembut membangunkannya dari alam bawah sadarnya.
Kala Bella menatap kedua manik mata Nelson dan melihatnya sudah rapih, sungguh dia melihat pemandangan yang sangat indah, Bella sedikit malas untuk bangun. Namun dia sadar, dia tidak bisa seenaknya datang ke perusahaan. Apalagi semua orang belum tahu hubungan mereka. Nelson tiba-tiba menciun bibirnya yang ranum, kemudian berkata.
“ Morning kiss.” Seraya tersenyum puas meninggalkan Bella sendirian di dalam kamar.
Nelson berjalan menuruni anak tangga di ruang keluarga sudah ada Dion, Dean dan kedua orangtua Nelson, Dion sedang bermain dengan Leo Ayah Nelson.
“ Dion apakah kau tidak bekerja? Sepertinya harimu cukup menyenangkan?” Tanya Dean.
“ Tidak, aku hanya menikmati hariku sebagai anak-anak, bukan seorang dewasa yang penuh dengan pekerjaan, ayah, kakek, dan nenek tidak mengizinkan kita untuk bekerja lagi kakak.”
__ADS_1
“ Mereka bilang mereka yang akan menghidupi kita dan ibu, jadi aku memutuskan untuk tidak bekerja lagi dan itu juga berlalu untukmu. Aku harap kau mematuhinya jika tidak, kau akan kena marah oleh ayah mengerti!” ucap Dion.
“ Ya aku tahu..” jawab Dean seraya berjalan menuju sofa.
Nelson yang sudah datang pun menyapa Sandra dan juga Leo, tak lupa dia pun menyapa dan memeluk Dean dan Dion.
“ Di mana Bella?” Sandra bertanya.
“ Sebentar lagi dia akan turun, apakah makanannya sudah siap?” tanya Nelson kepada kepala pelayan.
“ Sudah tuan muda, silahkan,” ujar kepala pelayan.
Semua orang berjalan menuju meja makan, ketika semua telah duduk Bella berjalan menuruni anak tangga, membuat semuanya mengalihkan pandangannya pada Bella. Dia terlihat sangat cantik kala menggunakan dress selutut berwarna Nude, itu sangat cocok dengan warna kulitnya yang seputih salju. Semua pelayan sangat mengagumi Bella.
“ Kemarilah semua orang telah menunggumu.” Ujar Nelson seraya menggeser kursi agar Bella bisa duduk di sampingnya.
Sarapan pun berlangsung dengan damai, setelah selesai makan Nelson dan Bella berangkat ke kantor bersama, sedangkan Sandra ada pertemuan dengan teman-temannya.
Di rumah hanya menyisakan Dean, Dion dan Leo Hongli. Dean sedang sibuk dengan laptopnya sedangkan Dion selalu bermanja-manja dengan Leo Hongli.
“ Dean apa yang sedang kau kerjakan?” Leo Hongli bertanya karena penasaran dengan apa yang di kerjakan olehnya.
“ Oh, ini adalah desain untuk pakaian yang akan di rilis musim ini oleh pekerjaku. Aku ingin meninjaunya,” ucap Dean.
“ Bukankah Nelson melarangmu untuk bekerja? Sebaiknya kau istirahat saja jangan memaksakan dirimu, mengerti!” Leo memperingatkan Dean agar jangan bekerja berlebihan.
Jangan lupa like, vote dan komen ya guys. Terima kasih.🙏🥰🫶🌹
__ADS_1
Bersambung